Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pengorbanan


__ADS_3


Setelah 4 (empat) hari menginap di rumah sakit, dokter menyatakan Bunga diperbolehkan pulang.


"Selamat siang Ibu Bunga!! Selamat ya Ibu sudah bisa pulang hari ini." Ucap dokter visit dengan didampingi suster yang membawa buku kesehatan pasien


"Alhamdulillah" Jawab Bunga secara spontan


"Makannya dijaga dan istirahat yang cukup!!" Perintah dokter agar penyakit Bunga tidak kambuh lagi


"Tolong keluarganya mengurus ke bagian administrasi ya Bu!!" Ucap suster kepada Bunga agar lebih cepat keluar rumah sakit


"Baik sus, terima kasih" Jawab Nana


Seraya tersenyum suster tersebut meninggalkan Bunga. Sementara Bunga yang saat itu dalam keadaan sendiri berusaha berjalan untuk mengurus sendiri administrasinya.


"Selamat siang suster, saya bunga pasien nomor XXX. Saya mau bayar biaya rumah sakit" Ucap Bunga dengan nada masih terdengar lemas

__ADS_1


"Sebentar Ibu Bunga, saya cek dulu. Ibu silahkan duduk dulu, nanti saya panggil" Jawab suster dari dalam ruang kasir


Bunga berjalan ke tempat duduk yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit untuk menunggu antrian kasir, dan karena tidak ada antrian Bunga pun dipanggil kembali.


"Ibu Bunga!!" Teriak suster dari dalam ruang kasir


"Iya sebentar sus." Jawab Bunga yang kemudian diikuti dengan melangkahkan kakinya menuju suara yang memanggilnya.


"Ibu Bunga, jumlahnya 8.500.000 (delapan juta lima ratus ribu rupiah)" Ucap suster bagian kasir seraya menyerahkan nota pembayarannya.


Bunga yang saat itu tidak memiliki uang tunai mencoba bertanya mengenai alternatif pembayaran selain uang tunai.


Bisa Bu, bisa pakai kartu kredit berlogo Visa" Ucap Suster menjelaskan metode pembayarannya


Saat Bunga hendak menyerahkan kartu kredit miliknya, seketika Rico muncul dibelakang Bunga dan memberikan kartu kreditnya.


"Ini sus!! Pakai kartu kredit saya saja!!" Ucap Rico seraya menyerahkan kartu kredit berlogo Visa Platinum.

__ADS_1


Setelah menggesek kartu kredit tersebut, suster mengembalikan kepada pemiliknya. Dan Rico menggendong Bunga kembali ke tempat tidurnya. Bunga hanya terdiam dengan apa yang dilakukan Rico.


Setelah membawa Bunga ke kamarnya, Rico membawa barang-barang untuk dipindahkan ke mobil milik Bunga dan kemudian disusul dengan menggendong Bunga ke mobilnya. Bunga saat itu pasrah menjadi pusat perhatian orang karena kursi roda yang disediakan pihak rumah sakit sedang habis digunakan semua oleh pasien.


"Terima kasih Rico, besok aku ganti uang rumah sakitnya!!" Ucap Bunga dengan suara pelan


"Bunga..." Ucap Rico yang ingin meneruskan kata-katanya namun terdiam karena bingung merangkai kata


"Tapi itu kan keperluan pribadiku Rico!!" Ucap Bunga yang masih mempertahankan pendapatnya.


Seketika Rico menghentikan mobilnya, Bunga yang terselamatkan karena menggunakan safety belt terkejut dengan perbuatan Rico.


"Ada apa Rico?? Apa ada binatang melintas??" Tanya Bunga dengan memanjangkan lehernya untuk melihat kondisi didepan mobil


Rico hanya terdiam dan saat Bunga menolehkan wajahnya ke arah Rico, Rico berkata "Bunga... aku sayang kamu!!"


"Ijinkan aku menebus seluruh kesalahanku dulu!! Beri aku kesempatan sekali saja!!" Pinta Rico yang kemudian disusul dengan menggenggamkan tangan kirinya ke jemari tangan kaman Bunga dan tangan kanannya menyentuh pipi kiri Bunga.

__ADS_1


Bunga terdiam dan menundukkan pandangan matanya dari wajah Rico, dia tidak tahu harus berkata apa karena dalam hati kecilnya masih tersimpan rasa sayang walaupun pernah disakiti. Rico yang mengartikan tundukan pandangan Bunga sebagai isyarat kepasrahan, dengan segera diciumnya kening Bunga dan kembali melajukan kendaraannya dengan tangan tetap menggenggam jemari Bunga.


Sesampainya di rumah, Rico kembali menggendong Bunga dan membawanya ke tempat tidur dan berpesan kepada Siti agar menjaga Bunga dengan baik. Sementara Nana yang melihat Rico menggendong Bunga dari balik tirai jendela kamar kostnya hanya dapat menangis akibat menahan rasa sakit hati yang sangat menusuk hingga terasa menyesakkan dada.


__ADS_2