Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Sepeda Motor


__ADS_3


"Sabar ya say!!" Ucap Reza seraya mendekap serta mencium kepala Bunga bagian atas.


Bunga yang sedikit tenang karena keberadaan Reza segera mendekap Reza.


"Maafin aku yank!!, aku udah bikin kamu terseret ke masa lalu aku" Ucap Bunga seraya menangis


"Sekarang kamu tenangin diri dulu aja ya!! aku janji mulai besok aku antar jemput kamu kerja!!" Janji Reza kepada Bunga


Reza yang sepak terjangnya sudah masuk dalam daftar hitam kepolisian sangat disegani oleh banyak preman, bahkan banyak preman yang dengan sukarela ingin menjadi anak buahnya hingga membuat hidupnya menjadi sorotan media. Namun dengan kehidupan yang di jalaninya kini, Reza telah berhasil menemukan ketenangan serta kebahagiaan. Dia ingin hidup dengan ketenangan seperti yang dirasakannya saat ini hingga masa tuanya walaupun harus terus bekerja sebagai petugas kebersihan.


"Iya yank, terima kasih kamu udah nyupport aku!!" Jawab Bunga yang masih disertai dengan tangisannya.


"Aku akan buat kamu tersenyum lagi say!!" Janji Reza dalam hati seraya mencium bagian atas kepala Bunga


Bunga segera mendekap Reza dengan erat, sementara Reza yang paham akan keletihan Bunga segera menggendong Bunga untuk dipindahkan ke tempat tidurnya.


"Eh, eh, eh, yank.. yank.. ntar jatuh ah!!" Ucap Bunga saat Reza menggendongnya


"Sudah tenang aja!!" Jawab Reza seraya mengecup kening Bunga

__ADS_1


"Nanti jatuh yank!!" Ucap Bunga


"Nah, gak jatuh kan?? Kamu sekarang istirahat aja ya!!" Perintah Reza kepada Bunga setelah Reza berhasil menaruh Bunga di tempat tidur


"Makasih yank!!" Jawab Bunga seraya tersenyum


Keesokan harinya, sesuai janjinya kepada Bunga, setelah selesai bekerja Reza mandi dan menjemput Bunga. Dia kembali meminjam sepeda motor temannya, namun kali ini pemilik sepeda motornya yang dipinjamnya berbeda dengan pemilik sepeda motor sebelumnya.


"Say, motornya beda lagi nih, gak apa-apa kan?" Tanya Reza dengan sedikit rasa khawatir akan ada penolakan dari Bunga


"Gak apa-apa yank, yang penting bisa kerja." Jawab Bunga seraya tersenyum untuk melegakan hati Reza


"Semoga saja Tante Bunga bisa bahagia bersama pria itu" Ucap Nana dalam hati mendoakan kebahagiaan untuk Bunga dan Reza yang kemudian disusul dengan membaca kembali buku materi yang akan di ujikan untuk test kejar paket C yang akan diadakan besok.


Reza yang masih tetap pada pendiriannya untuk merahasiakan identitasnya saat itu menggunakan helm full face dan selepas mengantar Bunga dia pun kembali ke rumah Bunga untuk menunggu informasi waktu penjemputan.


Ketika hendak mengisi panggung, seketika Bunga tersadar akan Reza yang sedang menunggu informasi waktu penjemputan darinya.


"Tit! Tit! Tit!" Bunyi pesan Wh**sApp ponsel Siti.


"Ti, minta tolong dong kalau Reza datang suruh aja istirahat di kamar saya. Takut nanti malam dia ngantuk kalau jemput saya." Pesan Bunga kepada Siti

__ADS_1


"Iya Nyah!!" Jawab Siti kepada Bunga melalui pesan singkat


"Mas Reza, tadi Nyonyah kirim pesan katanya kalau Mas Reza mau istirahat di kamar Nyonyah saja!" Ucap Siti menyampaikan pesan Bunga kepada Reza


"Iya Ti, gampang." Jawab Reza singkat.


"Ya sudah Mas, kalau begitu saya pamit. Saya mau istirahat dulu!!" Jawab Siti seraya membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh.


Untuk membunuh kejenuhannya, Reza memutuskan istirahat di kamar Bunga. Reza yang saat masuk kamar melihat kasur, dengan segera dia rentangkan tubuhnya di tempat tidur Bunga. Dalam merentangkan tubuhnya, dia membayangkan jika nanti menikah dengan Bunga dia akan tidur bersama di tempat tidur tersebut


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya...


Buat para pembaca yang baru saja bergabung,


Jangan lupa di baca, di like seluruh bab tanpa ada yang dilewati dan kasih bintang 5 ya, untuk membantu penulis menaikkan level.


Terima kasih telah mampir di karya saya,


Semoga kita semua sehat dan sukses selalu!!

__ADS_1


__ADS_2