Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pidana Kurungan


__ADS_3


Rico yang ditangkap atas laporan Reza kini mendekam menjadi tahanan Polsek selama 3 (bulan). Dan menurut info yang diperoleh dari polisi yang berada di polsek, setelah menjadi tahanan Polsek tahanan tersebut selanjutnya akan dipindahkan menjadi tahanan Rutan dimana pada masa ini sidang atas kasusnya akan di proses di pengadilan.


Saat dipindahkan menjadi tahanan Rutan, tak ada satupun keluarga atau sahabat Rico yang terlihat mendampingi atau hanya memberi support. Rico dengan sifat aslinya yang pengecut tidak mampu berkutik saat mendapati orang-orang berwajah ganas sebagai teman dalam selnya. Tidak lama setelah Rico tergabung dengan orang-orang yang berwajah ganas, mental Rico menciut dan hanya bisa menuruti perintah teman selnya yang salah satunya untuk memijat.


"Hey, kamu yang baru masuk, sini!! Pijitin punggung saya!!" Perintah ketua sel tempat Rico ditahan


Dengan dihinggapi rasa takut Rico memberanikan diri mendekati orang yang menyuruhnya memijat. Dia segera memijat dengan menggunakan tenaga ekstra agar orang yang dipijatnya berusaha baik dan tidak memarahinya. Namun di tengah proses pemijatannya, ketua sel yang biasa dipanggil dengan sebutan bang Jago bertanya mengenai nama serta kasus yang menjerat Rico


"Nama kamu siapa?" Tanya bang Jago singkat


"Rico bang!" Jawab Rico dengan bibir sedikit gemetar


"Rico siapa? Di sini ada juga yang namanya Rico!!" Tanya bang Jago dengan suara keras yang membuat Rico hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Rico Setiawan bang!!" Jawab Rico singkat.


"Itu juga yang lagi duduk di pojokan namanya Rico, tapi saya lupa nama lengkapnya Rico siapa. Biasanya saya sama yang lain manggil dia Ocir" Ucap bang jago seraya menunjuk salah satu teman sel mereka yang saat itu sedang duduk di pojokan dinding sel.


"Kasusnya apa??!" Tanya bang Jago kembali seraya tengkurap namun menolehkan kepalanya ke arah Rico


"Pembunuhan berencana bang!!" Jawab Rico dengan disertai rasa dingin yang menjulur dari kaki ke kepala.


"Kok nih orang tangannya jadi dingin? Pasti ketakutan dia!!" ucap bang Jago dalam hati.


"Mau bunuh siapa?" Tanya bang Jago mulai menelisik


"Mantan istri bang!!" Jawab Rico singkat

__ADS_1


"Mantan istri udah gak kepake tinggal mau di bunuh?? Hahahaha..." Tanya bang Jago yang diikuti dengan tawa kencang yang membuat Rico tidak berani menjawab


"Cir! Ocir!! Nih orang baru namanya samaan kasusnya juga samaan nih!! Percobaan pembunuhan mantan istri!" Teriak bang Jago memberitahu Ocir mengenai kasus yang menjerat penghuni baru.


"Hahahaha.." Tawa Ocir sebagai respon atas ucapan bang Jago.


"Udah jadi mantan istri dan gak bisa dipake lagi terus mau dilenyapkan gitu??" Tanya bang Jago dengan menolehkan kembali wajahnya ke arah Rico


Rico hanya terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan bang Jago. Dia takut jika salah menjawab akan diberi hukuman yang lebih berat dari memijat.


"Hey, kalo ditanya jawab!!" Ucap Bang Jago menuntut jawaban atas pertanyaannya yang di berikan beberapa saat yang lalu.


"Iya bang, iya!!" Jawab Rico singkat yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan bang Jago yang berkata agar menjawab jika ditanya. Namun karena bang Jago menyangka jawaban Rico tersebut ditujukan untuk menjawab pertanyaannya yang mengenai mantan istri harus dilenyapkan, bang Jago pun marah dan segera bangkit dari tengkurapnya untuk memukul kepala Rico.


"Plaakkk!! Plaaakkkk!!!" Suara pukulan tangan bang Jago mendarat di kepala Rico


"Pemanasan tuh biar otak kamu yang udah geser pindah ke tempat asalnya!!" Ucap bang Jago yang kemudian tengkurap kembali dan meminta Rico melanjutkan pijatannya.


"Kok makin pelan?? Kamu capek??" Tanya bang Jago seraya menolehkan kembali kepalanya ke arah Rico.


"Enggak bang, enggak!!" Jawab Rico dengan menunjukkan wajah kuatnya.


"Oh, masih kuat dia Cir! Mau gantian dipijat gak Cir??" Tanya bang Jago kepada Ocir


"Ya mau bang!!" Jawab Ocir dengan semangat.


"Yang mau pijat bikin antrian, biar kebagian semua!!" Ucap bang Jago kepada seluruh tahanan rutan dalam sel yang sama dengannya.


"Ya Tuhan.. apa ini akhir dari kehidupanku??" Tanya Rico dalam hati

__ADS_1


Rico yang terpaksa menjalankan perintah bang Jago untuk memijat seluruh teman 1 (satu) selnya seketika lemas dan jatuh terkapar. Jangankan untuk menggerakkan tubuhnya, untuk membuka matanya pun dia tak sanggup, ditambah lagi dengan detak jantungnya yang lambat serta denyut nadi yang melemah. Sungguh sebuah pengalaman yang membuat Rico merasa berada di dalam neraka.


"Angkat tuh!!" perintah bang Jago kepada teman selnya


"Kemana bang??" Tanya anak buah bang Jago


"Mandiin biar seger, kalo belum bangun juga ya rendam aja!!" Ucap bang Jago seraya berjalan mendekati jeruji besi ruang tahanan.


Setelah 5 (lima) hari mendekam sebagai tahanan rutan, Rico mendapat informasi dari petugas lembaga pemasyarakatan untuk menghadiri sidang atas kasusnya.


"Bapak Rico Setiawan!" Teriak petugas memanggil Rico


"Iya pak!" Jawab Rico seraya bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati petugas yang memanggil namanya.


"Besok sidang ya!! Jam 10.00 WIB, pakai kemeja putih dan celana panjang hitam." Ucap petugas tersebut


Mendengar akan sidang, Rico sangat bahagia karena dia akan dapat melihat indahnya dunia luar walaupun yang terlihat hanya jalan yang penuh dengan kemacetan serta melihatnya pun dari dalam mobil tahanan.


Sementara Reza yang diberitakan telah menyediakan kendaraan gratis bagi para saksi yang akan menghadiri persidangan ternyata juga memberi makan berupa nasi box untuk makan pagi, siang dan sore. Atas keroyalannya tersebut, banyak warga sekitar yang ingin mengenalnya lebih dekat tidak terkecuali pak RT setempat.


Sesampainya di pengadilan, para saksi, korban dan tamu sidang dipersilahkan menduduki tempat yang telah di sediakan. Rico yang datang dengan pengawalan ketat polisi saat itu masih hadir tanpa ada keluarganya maupun sahabat. Kendati telah menjalani masa tahanan yang menyedihkan, namun dari sorot matanya dia tidak memperlihatkan sedikitpun rasa penyesalan atas kejahatannya. Bahkan hingga menjelang sidang pun dia masih memberikan pandangan sinis serta dendam kepada Reza dan Bunga.


Hingga tiba di acara persidangan, seluruh prosedur serta instruksi dalam persidangan di patuhi dengan baik oleh pelaku, korban serta para saksi hingga prosesnya dapat berjalan lancar. Namun di penghujung sidang terdapat sedikit kegaduhan karena Rico yang dijerat dengan undang-undang KUHP pasal 53 mengenai pembunuhan berencana tidak dapat menerima kenyataan jika dirinya dijatuhi hukuman kurungan selama 20 (dua puluh) tahun dengan masa potongan selama 5 (lima) tahun dan kembali melemparkan pandangan dendam kepada Bunga dan Reza.


"Kamu tenang aja say, gak perlu kamu takut sama pandangan matanya. Dia cuma bisa ngasih pandangan sementara kita bisa kasih dia pelajaran!!" Ucap Reza kepada Bunga yang disambut dengan senyuman oleh Bunga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya

__ADS_1


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin


__ADS_2