Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pengurusan Perceraian 2


__ADS_3


Hari berikutnya Bunga kembali lagi ke Pengadilan Agama, dia membawa dokumen sesuai informasi yang di dapat dari petugas yang ditemuinya kemarin. Sesampainya di loket informasi Bunga di sambut oleh petugas wanita yang masih terlihat muda yang kemudian memberikan formulir sesuai dengan keperluan Bunga.


"Ibu Bunga, ini formulir untuk mengajukan gugatan cerai. Ibu bisa isi dulu dan dikembalikan bersama dengan persyaratan yang tertera pada lembar berikutnya." Ucap petugas tersebut menjelaskan tata cara pengajuan gugatan kepada Bunga


"Maaf disini fotokopi terdekat dimana ya mba?" Tanya Bunga setelah membaca persyaratan yang mengharuskan memberikan fotokopi KTP sebanyak 6 (enam) lembar.


"Di luar Bu! Ibu keluar nanti belok kanan. Sekitar 50 meter di sebelah kanan." Ucap petugas tersebut


"Sederet sama gedung ini mba?" Tanya Bunga memastikan kejelasannya.


"Iya betul Bu!" Jawab Bunga seraya berfikir lebih baik jalan dari pada naik mobil.


"Ya sudah saya kesana dulu. Mari mba!!" Ucap Bunga seraya menganggukkan kepala sebagai tanda hormat


"Iya sama-sama Bu!" Jawab petugas tersebut.


Setelah memfotokopi KTP sebanyak yang disyaratkan, Bunga menyerahkan formulir yang telah diisi kepada petugas yang ditemui sebelumnya.


"Mba, ini berkas-berkasnya sudah lengkap." Ucap Bunga menginformasikan kepada petugas muda tersebut.


"Tunggu sebentar ya Bu, saya akan buatkan billing untuk membayar biaya pendaftarannya." Ucap petugas muda tersebut seraya mempersilahkan Bunga untuk duduk dan menunggu di hadapannya.

__ADS_1


"Ini billingnya Bu, ibu bisa bayarkan di loket sebelah sana!" Ucap petugas seraya menunjukkan loket yang berlogokan salah satu bank negeri.


Dengan segera Bunga mendatangi tempat tersebut dan menyerahkan uang sebesar yang tertera pada billing yang dibawanya. Setelah membayar, Bunga datang kembali ke bagian informasi dan menyerahkan bukti pembayarannya.


"Bu, berkasnya sudah lengkap, nanti ibu akan dikirimkan surat panggilan untuk jadwal sidang. Diusahakan jangan sampai tidak datang ya Bu!" Ucap petugas tersebut


"Kalau ada keperluan gimana mba?" Tanya Bunga seraya berfikir jika ada job yang datang mendadak.


"Jika penggugat tidak hadir, maka gugatan akan dibatalkan secara otomatis dan biayanya tidak dapat dikembalikan." Jawab petugas memberikan info penting


"Iya mba, saya usahakan datang. Terima kasih ya mba!" Ucap Bunga mengakhiri percakapan yang kemudian segera meninggalkan petugas tersebut.


Sesampainya di mobil, Bunga mendapati Reza yang sedang tertidur pulas. Namun karena merasa lelah, Bunga pun terpaksa membangunkan Reza dari tidurnya untuk kembali ke rumah orang tuanya.


Reza yang tersadar dari tidurnya akibat suara Bunga segera menyalakan mesin mobilnya. Bunga ingin kembali ke rumah orang tuanya, namun Reza menolak karena besok harus kerja dan ingin istirahat lebih lama di kostnya.


Reza yang nyaris menabrak pembatas jalan karena mengantuk seketika meminta Bunga untuk menggantikannya mengemudikan mobil yang mereka tumpangi. Bunga yang merasa lelah namun tidak mengantuk segera keluar mobil untuk bertukar tempat duduk.


"Jadi kita langsung ke Jakarta yank?" Tanya Bunga


"Iya say, aku mau istirahat. Besok harus kerja." Jawab Reza


"Ya sudah kita langsung pulang aja!" Ucap Bunga.

__ADS_1


Bunga yang telah mengambil alih kemudi memerintahkan Reza untuk tidur di mobil, dia ingin Reza bangun dalam keadaan segar agar dapat menggantikan Bunga saat dirinya mengantuk.


Bunga yang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi karena ingin cepat sampai di Jakarta ternyata membuat Reza menjadi tidak dapat melanjutkan tidurnya dan membuat matanya menjadi segar.


"Kamu jago banget nyetirnya say!!" Puji Reza kepada Bunga.


Mendengar pujian Reza, Bunga pun hanya tersenyum dan menambah tinggi kecepatan mobil yang dia kendarai. Hingga akhirnya Reza berpegangan pada hand grip yang ada di atas kepalanya.


"Ati-ati say, kita belum nikah!!" Ucap Reza


"Lah hubungannya apa yank?" Tanya Bunga kembali


"Nanti kalo mati bareng di surga gak bareng say, belum muhrim." Jawab Reza sekenanya.


Mendengar ucapan Reza yang mengerikan, Bunga mengurangi kecepatannya hingga akhirnya Reza mengambil alih kembali kemudinya.


Sesampainya di Jakarta, Reza mengantarkan Bunga kembali ke rumahnya. Namun pada kesempatan kali ini dia hanya mengantarkan sampai depan pintu pagar rumahnya karena dia merasa lelah dan ingin istirahat di kamar kostnya. Dan untuk tidak menyinggung perasaannya Bunga, Reza memberikan alasan akan mengembalikan mobilnya ke rumah David.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamii


__ADS_2