
"Sitiii...!!" Teriak Rico seraya berjalan menuju kamar Bunga
Hoowek!!.. Suara Nana muntah
Seketika Rico menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Kamu kenapa Ti??" Tanya Rico yang terlihat cemas
"Gak apa-apa pak Rico, cuma mual sedikit tadi habis mengubur bangkai tikus." Jawab Siti
"Beli juice sana!!" Perintah Rico seraya membalikkan badannya kembali dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Bunga
Suasana seketika hening saat Rico telah memasuki kamar Bunga.
"Pak Rico kemana Ti?? Kok gak ada suaranya??" Tanya Nana dengan berbisik
"Ada dikamar Nyonyah!" Jawab Siti
"Kok Pak Rico masuk-masuk kamar Tante Bunga??" Tanya Nana yang makin penasaran dengan hubungan mereka.
"Gak tau, tadi pagi Pak Rico habis marah besar sama Nyonyah. Gak tau gara-gara apa." Jawab Siti yang segera tersadar telah memberikan informasi kepada Nana
__ADS_1
"Astaghfirullah" Batin Siti yang menyesali perbuatannya.
"Tiii.... " Teriak Pak Rico seraya berjalan keluar kamar
"Iya Pak!!" Jawab Siti dengan berjalan mendekati Rico
"Bunga dirawat di rumah sakit, saya yang akan menunggunya. Kamu gak usah masak ya!! Ini saya kasih buat kamu beli makan selama Bunga belum kembali" Ucap Rico dengan memberikan beberapa lembar uang pecahan 100.000 (seratus ribu rupiah? yang baru saja diambil dari dompetnya.
"Saya sudah bawa pakaian Bunga secukupnya dan mobil Bunga akan saya pakai."Ucap Rico
"Iya pak, terima kasih!!" Jawab Siti disertai dengan anggukan sebagai rasa hormat
Setelah berjalan beberapa langkah, Rico membalikkan badan dan melangkahkan kembali kakinya mendatangi Siti
"Ti, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobilnya dimana ya?" Tanya Rico
Karena Bunga selalu menaruh barangnya di tempat yang tetap, dalam waktu sekejap STNK tersebut ditemukan.
"Ini mobil Nyonyah kok atas nama Pak Rico??!" Tanya Siti dalam hati
Siti segera memberikan STNK tersebut seraya bertanya "Pak, ini ada STNK tapi kok atas nama Rico Hermawan??"
"Iya itu nama saya!! Ya sudah kamu hati-hati jaga rumah!!" Ucap Rico seraya berjalan dan menjukan mobil Bunga.
__ADS_1
Siti kembali mendatangi Nana yang masih bersembunyi dikamarnya.
"Kamu gimana Na, bersembunyi malah mau muntah??" Tanya Siti
"Aku mual Ti, spontan aja mau muntah" Jawab Nana
"Jangan-jangan kamu hamil" Terka Siti atas kejadian yang baru saja menimpa Nana
Nana terdiam dan mengingat kembali kapan terakhir dia mendapatkan haid.
"Astaga, aku sudah hampir 3 (tiga) bulan tidak haid" Ucap Nana dalam hati.
Dengan tubuh sedikit lemas Nana pun pamit kepada Siti untuk istirahat di kostnya. Sesampainya di kamar kost Nana masih mencoba mengingat kembali tepatnya sudah berapa lama dia tidak mengalami haid. Karena dia tidak mencatat dia pun segera pergi ke minimarket terdekat untuk membeli testpack.
"Selamat siang mba!! Ada yang bisa dibantu??" Sapa pegawai minimarket dengan ramah
"Saya mau beli testpack mba!!" Jawab Nana dengan tubuh sedikit lemas
"Untuk testpack ada di bagian sini mba" Jawab pegawai minimarket dengan menunjuk lorong 2 (dua)
"Baik, terima kasih mba." Jawab Nana yang kemudian berjalan menuju tempat yang ditunjukkan oleh pegawainya
Setelah sampai kembali ke kamar kostnya, Nana tidak sabar melakukan test. Test yang seharusnya dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur kini dia lakukan saat ini juga.
__ADS_1
Setelah 3 (tiga) menit hasilnya langsung terlihat.
"Astaghfirullah... Aku hamil??!!!" Ucap Nana dengan perasaan yang bercampur aduk antara senang dan sedih.