Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Cemburu Buta


__ADS_3


Bunga yang kini merasa tidak nyaman karena gerak geriknya selalu dipantau Rico seringkali tidak pulang ke rumah, dia memilih menginap di mess bersama para pekerja club dan berangkat kerja pun setelah adzan Ashar, berbeda dengan biasanya yang pergi setelah adzan Maghrib. Hal tersebut dia lakukan hanya karena ingin menghindari Rico. Sementara Siti yang sudah dapat menerka jika sang majikan berangkat lebih awal pasti tidak pulang tidak berani bertanya alasannya.


"Ti, nanti saya berangkat kerja jam 4, tolong panaskan mobil saya 15 (Lima belas) menit sebelum saya berangkat ya!!"Perintah sang majikan seraya makan siang


"Iya Nyah!" Jawab Siti dengan menganggukkan kepala


"Itu kuncinya saya gantung disitu!!" Ucap Bunga seraya menunjukkan jari telunjuknya ke paku yang menancap di depan pintu ruang makan


"Iya Nyah!!" Jawab Siti yang terus menuruti kehendak sang majikan.


"Nanti kalau saya berangkat langsung kamu kunci pagar dan hidupkan lampu tengah dan belakang saja ya!!"


"Iya Nyah!!" Jawab Siti


Sebagai mantan istri, Bunga sudah sangat mengenal Rico secara lahir dan batin. Sifat Rico yang egois dan keras kepala merupakan salah satu penyebab perceraian mereka selain perselingkuhan yang utama. Rico akan selalu mengejar apa yang diinginkannya sampai bisa didapatkannya, hingga Bunga lebih memilih menghindarinya dan menghabiskan waktunya diluar dari pada harus menerima Rico mengunjunginya dengan alasan bersilaturahmi.


Bunga yang sudah berniat menginap di mess club' pada malam tidak dapat tidur karena ramainya petugas club yang menginap untuk memberikan suprise kepada salah satu rekan mereka yang sedang berulang tahun dan hal itu membuat Bunga pergi duduk menyendiri di rooftop club tersebut. Selang tidak lama datang petugas keamanan untuk mengunci pintu rooftop.


"Lho, Mba Bunga sedang apa sendiri?" Tanya security yang sedikit terkejut dengan kesendirian Bunga

__ADS_1


"Eh Ron, saya lagi malas pulang" Jawab Bunga seraya menghisap rokok yang ada ditangannya


"Kenapa Mba?" Tanya kembali petugas security tersebut.


"Gak apa-apa kok Ron, cuma lagi malas pulang aja!!"Jawab Bunga yang tidak ingin menceritakan masalah pribadinya.


"Malas nyetir atau malas di rumah mba?" Tanya kembali


"Malas keduanya Ron!! Jawab Bunga seraya menghisap rokok serta menarik nafas panjang.


Roni yang melihat Bunga seperti dalam keadaan lelah segera mohon pamit dan memberikan no handphone agar Bunga memberi kabar jika hendak meninggalkan rooftop tersebut karena pintunya akan dikunci.


"Enggak!"Jawab Bunga singkat


"Ini Mba Kartu nama saya, nanti kalau mau turun telpon saya ya mba biar pintunya saya kunci!!" Ucap Roni seraya menyodorkan kartu nama miliknya.


Dengan ramahnya Bunga mengambil kartu nama yang disodorkan oleh security club tersebut. Dan saat membaca no handphonenya terlintas dalam pikirannya untuk mencari seorang supir pribadi dan dengan segera Bunga pun menghubungi security tersebut.


"Kriiinng... kriiinnggg..." Dering handphone Roni berbunyi.


"Ron, saya mau turun nih!! kamu bisa kesini sebentar gak??!!" Tanya Bunga

__ADS_1


"Bisa Mba!!" Jawab Roni yang segera mendatangi Bunga seraya membawa kunci pintu rooftop.


"Kamu bisa nyetir mobil gak Ron?" Tanya Bunga


"Bisa mba!!" Jawab Roni dengan jujur


"Kamu sampai jam berapa shiftnya?" Tanya Bunga mendetail


"Sudah selesai mba, tinggal mau kunci pintu ini!!" Jawab Roni seraya menunjukan pintu yang berada disampingnya.


"Bisa antarkan saya gak? nanti dari rumah saya kamu saya naikkan ojek online ya!!"


"Iya bisa Mba!!" Jawab Roni


"Ini kunci mobilnya, saya parkir di pojok dekat lift. Saya tunggu di lobby ya!!" Ucap Bunga seraya melemparkan kunci ke arah Roni


"Alhamdulillah dapet rejeki tambahan!!" Ucap Roni dalam hati seraya berjalan menuju parkiran.


Sesampainya dirumah, Bunga memberikan uang jasa untuk Roni dan memesankan ojek online. Seraya menunggu ojeknya datang Roni duduk di teras rumah Bunga dan sebagai rasa hormat Bunga memberi Roni air minum dan menemaninya berbincang hingga ojek datang.


Sementara Rico yang resah belum dapat memejamkan mata karena menunggu Bunga belum kembali terlihat berjalan kesana kemari dengan sesekali membuka horden. Saat membuka dilihatnya Bunga bersama laki-laki di teras rumahnya. Dengan seketika Rico mengambil handphone untuk mengambil gambar mereka. Seraya kesal Rico segera mengirimkan foto tersebut ke what**p Bunga dengan disertai pertanyaan yang membombardir.

__ADS_1


__ADS_2