Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Ujian Kejar Paket C


__ADS_3


Ketika waktu ujian paket C tiba, Nana menyambutnya dengan sangat antusias. Dia sengaja datang lebih awal agar tidak tergesa gesa dalam mencari ruangan yang akan digunakan. Dalam keadaan hamil yang sudah menginjak usia 6 (enam) bulan, Nana menjadi pusat perhatian para panitia serta peserta ujian. Mereka mengagumi semangat Nana yang tinggi untuk maju.


"Mba, ujiannya jam 10 (sepuluh) lho!!" Ucap salah satu panitia ujian


"Iya mas saya tahu, saya cuma gak mau terburu buru soalnya saya lagi hamil." Jawab Nana


"Memangnya sudah berapa bulan mba? kayaknya sudah besar??" Tanya panitia ujian tersebut


"Sudah 6 (enam) bulan mas!!" Jawan Nana


"Suaminya gak nungguin mba??" Tanya kembali panitia tersebut


Seketika Nana terdiam dan tertunduk. Panitia ujian itu pun terlihat merasa bersalah melihat reaksi Nana


"Ups!! Apa saya salah ngomong ya??" Tanyanya dalam hati seraya menundukkan kepala


"Oh iya, kita belum kenalan. Nama saya Nino!!" Ucap Nino seraya mengulurkan tangannya mengajak Nana berkenalan


"Saya Nana!!" Jawab Nana yang diikuti dengan menyambut uluran tangan Nino


"Nama yang hampir sama ya??!! Hehehe..." Ucap Nino seraya tertawa.


"Mba Nana udah makan??" Tanya Nino


"Belum mas. Saya baru mau cari makanan" Jawab Nana dengan jujur


"Saya juga mau cari makan, bareng aja mba!" Ucap Nino mengajak Nana makan bersama


"Iya boleh, tapi yang sabar ya mas jalan sama saya!!" Ucap Nana mengajukan persyaratan kepada Nino

__ADS_1


"Iya mba, saya paham kok!" Jawab Nino seraya mengikuti langkah kaki Nana


Sesampainya di rumah makan yang mereka tuju, mereka terlihat berbincang akrab seolah telah saling mengenal sebelumnya.


"Dari sekian wart*g yang ada di daerah sini, ini yang paling enak lho mba!" Ucap Nino membuka percakapan


"Oh ya?! terus lauk yang enak apa?" Tanya Nana seraya menyapukan pandangan matanya ke arah seluruh menu yang dihidangkan dalam etalase.


"Kalau lauk sih selera mba!" Jawab Nino seraya mengambil piring karena disana wart*g prasmanan


Nana yang baru pertama kalinya mengunjungi rumah makan tersebut selalu mengikuti apa yang Nino lakukan, dari mulai mengambil piring, lauk hingga membayar. Namun pada saat membayar Nino meminta kasir rumah makan tersebut memasukkan tagihan Nana ke tagihannya.


"Nanti tagihan mba yang disana di gabung ke tagihan saya ya mba!!" Pinta Nino ke kasir rumah makan seraya menunjuk Nana yang duduk di sudut rumah makan tersebut.


"Baik pak! akan saya siapkan sekarang!!" Jawab kasir rumah makan.


"Kasih ke saya ya! jangan dikasih ke dia!!" Ucap Nino seraya menunjuk Nana dengan wajahnya


"Baik pak!" Jawab kasir


"Mba tinggal dimana??" Tanya Nino


"Saya kost di daerah Tebet mas!" Jawab Nana


"Kost??" Tanya Nino


"Iya mas!!" Jawab Nana singkat.


"Emang ada kost pasutri di daerah Tebet mba?" Tanya Nino


Nana kembali menundukkan wajahnya saat Nino membicarakan masalah suaminya. Namun karena Nana mempunyai feeling kalau Nino orang baik, dia pun menceritakan seluruh kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


"Mba yang sabar ya! Mba harus kuat demi anak yang mba kandung. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya mba!!" Ucap Nino meredam kesedihan Nana


"Iya mas, saya juga cuma berdoa semoga saya mampu melalui semuanya." Jawab Nana


"eh iya, mba tebetnya dimana??" Tanya Nino dengan penuh telisik


"Di belakang SMP XXX" Jawab Nana


"Lho, itu kan daerah rumahnya Bunga." Ucap Nino dalam hatinya.


"Kayaknya di daerah situ gak ada kost mba." Ucap Nino yang pernah beberapa kali datang ke rumah Bunga


"Kost baru mas, " Ucap Nana menjelaskan situasinya.


"Ooh, pantas!!" Jawan Nino seraya menganggukkan kepalanya.


"Eh sebentar lagi ujiannya mau dimulai nih??" Ucap Nino seraya melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya


"Ya udah kita ke ruangan sekarang aja mas!!" Ucap Nana kepada Nino


Dengan berjalan bersama mereka mendatangi ruangan yang akan digunakan sebagai ruang ujian. Sebelum memulai ujian, panitia membagikan selembaran daftar hadir, dimana para peserta ujian diwajibkan mencantumkan nomor handphone masing-masing. Dan moment tersebut digunakan oleh Nino untuk menyimpan nomor handphone Nana.


"Aku pasti akan nemuin kamu Na!!" Ucap Nino setelah berhasil menyimpan nomor handphone Nana


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya...


Buat para pembaca yang baru saja bergabung,


Jangan lupa di baca, di like seluruh bab tanpa ada yang dilewati dan kasih bintang 5 ya, untuk membantu penulis menaikkan level.

__ADS_1


Terima kasih telah mampir di karya saya,


Semoga kita semua sehat dan sukses selalu!!


__ADS_2