
Saat kembali dari acara berlibur, Reza dan Bunga di drop di depan rumah Bunga oleh Ronald. Ronald yang saat masih ingin mengeruk uang lebih banyak terpaksa menggunakan topi serta kacamata.
"Rico gak akan ngenalin saya!" Ucap Ronald dalam hati seraya bercermin pada spion tengah
Sementara istri Ronald yang melihat suaminya memakai topi serta kacamata ketika posisinya sudah mendekati rumahnya dibuat bertanya dalam hati "Ngapain dia pake kacamata? sebentar lagi kan sampai rumah!"
"Turun di mana bos??" Tanya Ronald kepada Reza yang seolah tidak tahu letak rumah Bunga
"Itu Nald, rumah chat putih no 3 (tiga)" Jawab Reza seraya menunjuk deretan rumah yang berada di sebelah kiri jalan
"Sekarang tinggal disini bos??" Tanya Ronald
"Enggak, itu rumah dia nih!!" Jawab Ronald seraya memeluk Bunga di jok tengah.
"Jadi kalau saya mau nemuin bisa ke sini dong bos??" Tanya Ronald
"Ke danau aja!!" Jawab Reza singkat
"Tapi kalau ke sini kan..." Ucap Ronald kembali
"Udah ke danau aja!!" Jawab Reza dengan nada keras yang seolah tidak ingin ada tawar menawar lagi dengan Ronald
"Sabar bos, sabar!!" Ucap Ronald dengan senyum
"Ya, stop Nald!!" Ucap Reza seraya membuka pintu mobil dan menurunkan diri.
"Gak nawarin saya mampir nih bos??" Tanya Ronald menggoda
"Enggak lah, kamu mampirnya ke kost saya aja kalo penting banget!" Ucap Reza kepada Ronald dengan menunjukkan wajahnya dari luar mobil.
"Hahaha.. siap bos!!" Ucap Ronald seraya tertawa karena melihat Reza memberi isyarat agar jangan banyak bicara
"Terima kasih ya bang Ronald!!" Ucap Bunga dengan menunjukkan wajahnya dari luar jendela.
"Kalau ada waktu luang main-main ke rumah ka, pintu rumah saya terbuka untuk Kaka dan bang Ronald kok!" Ucap Bunga meneruskan percakapannya
"Iya, terima kasih." Jawab Istri Ronald seraya tersenyum
"Bos, boleh main tuh sama Bunga!" Ucap Ronald kembali menggoda Reza
"Udah jalan sana!!" Ucap Reza singkat
"Ya udah bos, saya pulang dulu. Happy enjoy ya bos!!" Ucap Ronald seraya mengedipkan 1 (satu) matanya.
__ADS_1
Klakson yang Ronald bunyikan sesaat sebelum melajukan mobilnya membuat Rico melihat keluar kamar melalui jendela kostnya. Dia melihat sebuah mobil melintas namun tidak mengetahui bahwa supir mobil tersebut adalah Ronald.
Dilihatnya Reza sedang membuka pintu pagar rumah Bunga, sementara Bunga mengusapkan telapak tangannya ke punggung Reza. Setelah Reza berhasil membuka pagarnya, Bunga terlihat mencium bibir Reza sesaat yang kemudian memasuki halaman rumahnya terlebih dahulu.
"Ih dasar orang kampung gak tau malu, dia pikir ini luar negeri kali!!!" Ucap Rico yang mulai terbakar emosi
Sesampainya di teras, Bunga tidak segera membuka pintu rumahnya. Dia duduk terlebih dahulu seraya menanti Reza mendatanginya.
"Kok gak masuk say?" Tanya Reza kepada Bunga
"Kuncinya di tas yang kamu bawa yank!" Jawab Bunga seraya meminta tas yang dibawa Reza
"Emang Siti belum pulang?" Tanya Reza
"Belum yank, dia aku suruh libur dulu selama aku pergi." Jawab Bunga
"Kasian dong gak gajian.??" Tanya Reza
"Ya gajian dong yank, dia libur tetap aku gaji." Jawab Bunga membantah pemikiran Reza
"Ya ampun baik banget calon istriku!!" Ucap Reza memuji Bunga yang kemudian diikuti dengan memeluknya dengan kondisi masih di depan teras.
Bunga yang merasa makin hari makin sayang dengan Reza, kini berusaha menerima apapun yang diberikan Reza terutama yang berhubungan dengan batin.
"Aku juga sama yank!" Jawab Reza
Pelukan yang mereka lakukan dengan durasi waktu yang cukup lama ternyata mampu membuat Rico menaikkan tingkat emosinya.
"Di luar rumah aja mereka tidak malu, apalagi di dalam rumah!!" Ucap Rico dalam hati seraya terus memantau apa saja yang dilakukan Reza dan Bunga
Saat keduanya sudah tak terlihat karena telah masuk ke dalam rumah, Rico makin kesal dan mencari bahan untuk dijadikan pelampiasan emosinya.
"Praaakkkkk!" Suara pengait horden yang terlepas paksa dari relnya
"Mereka bisa bebas banget di dalam karena gak ada Siti!!" Ucap Rico dalam hati.
Reza yang sedang mengambil air minum dari dispenser yang letaknya di sisi jendela mengarahkan pandangannya keluar, dia tidak sengaja melihat Rico sedang mengamati kediaman Bunga dari jendela kamar kostnya.
"Mau ngapain Rico liat ke arah sini terus??" tanya Reza dalam hati
Dengan sengaja Reza pun segera membuka tirai horden yang berada di jendela rumah Bunga dan memindahkan sofa yang ada di depan televisi menjadi berada di sisi televisi.
"Ih dibuka jendelanya!!" Ucap Rico dalam hati hingga membuatnya ingin terus memantau kegiatan Bunga.
__ADS_1
"Nah, pas nih!" Ucap Reza yang berhasil memindahkan sofa tanpa bantuan Bunga
Mendengar suara benda bergeser dari ruang tamunya, Bunga mencari tahu benda yang dimaksud.
"Lho kok di geser yank??" Tanya Bunga
"Iya say, biar agak lega." Jawab Reza
"Iya bener, jadi lega!!" Ucap Bung
"Jadi gak apa-apa di pindah ke sini??" Tanya Reza untuk memastikan tidak bertolak belakang dengan selera Bunga.
"Gak apa-apa yank, nanti tinggal aku kasih Bunga hidup di antara sofa dan televisinya." Ucap Bunga seraya berfikir ingin mengganti warna kulit sofanya.
Bunga yang tidak tahu bahwa dirinya sedang di pantau Rico segera duduk di sofa yang baru saja dipindahkan letaknya oleh Reza, dia merasa lebih nyaman dengan letak sofa yang saat ini. Sementara Reza yang merasa gerak geriknya selalu dipantau Rico segera menyusul Bunga duduk di sofa tersebut.
Setelah duduk berdampingan, seketika Bunga terlihat lebih aktif menggoda Reza hingga membuat Reza terlena dan melupakan niatnya untuk membakar rasa cemburu Rico.
"Ya ampun, dasar binatang!! dimana aja nemplok!! Ucap Rico lirih
"Ih.. ih! Idih. Najisss!!!" Ucap Rico melihat Bunga yang berciuman dengan Reza
"Cuiiihhh!!" Suara Rico membuang ludahnya ke lantai bawah kost
Seketika Reza pun tersadar bahwa dia mempunyai niat untuk menyulut emosi Rico, sehingga dia dengan cepat menyudutkan Bunga ke tempat yang terhalang tembok, sehingga seolah-olah Reza sedang meniduri Bunga dan terhalang sandaran sofa.
"Ah ketutup lagi!! Brengs*k!!" Ucap Rico yang terlihat tidak mampu lagi menahan emosinya.
Terlintas dalam pikiran Rico untuk menculik Bunga dan membawanya ke tempat yang tidak seorang pun tahu.
"Akan aku buat kamu tidak mampu berkutik Bunga!!" Ucap Rico seraya merekatkan giginya
"Akan aku buat kamu memohon sama aku untuk diberi kepuasan!!" Ucap Rico kembali mengancam
"Dan aku akan membuat kamu gak bisa merasakan kepuasan dengan orang lain selain aku!!" Ucap Rico dengan tekadnya yang bulat.
Seketika Rico teringat akan Nana, dia teringat akan cerita Nana yang mendatangi seorang dukun untuk mempengaruhi pikiran orang lain hingga tanpa sadar lupa akan semuanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, semoga pembaca sehat dan sukses selalu! Aamiin