
Nana hanya bisa terdiam menanggapi tuduhan yang Rico layangkan kepadanya. Dia tidak ingin memperlebar masalah karena masih ada masalah yang pasti akan dapat lebih melebar.
"Maafkan aku Co!! Sungguh aku tidak pernah ada niat menceritakan apapun tentang kita kepada orang lain. Aku berusaha menepati janji kita!!" Ucap Nana yang merasa dirinya tidak bersalah
"Baik, aku maafkan kamu untuk kesalahan ini!! Tapi tidak dengan kehamilanmu!!!!" Ucap Rico dengan raut wajah penuh emosi
"Dag.. Dig.. Dug.. Dag.. Dig.. Dug.." Suara debar jantung Nana yang berdetak bebas tanpa terkendali
"Mati aku!!" Ucap Nana dalam hati
"Kamu gak usah pura-pura gak dengar ucapanku ya!!" Ucap Rico masih dengan amarahnya
"Kenapa kau jebak aku??!!" Tuduh Rico dengan menunjukkan jari tangannya ke wajah Nana dan serta ke dadanya
"Gak ada niat aku menjebak kamu Co!!" Jawab Nana dengan mencoba meluruskan permasalahannya
"Gak menjebak gimana?? Kamu datang dalam keadaan hamil tapi mau kunikahi!!" Teriak Rico yang terdengar makin emosi
__ADS_1
"Tapi kamu yang mengajakku menikah!!" Ucap Nana membela dirinya
"Kalau kamu jujur dari awal, gak mungkin saya menikahi kamu!!" Jawab Rico
"Aku pun tak tahu kalau aku hamil!!" Jawab Nana masih dengan usahanya untuk meluruskan masalahnya.
"Bagaimana kamu tidak tahu dengan tubuhmu sendiri???" Teriak Rico meminta penjelasan Nana
"Kalau tahu saya pun tak ingin kamu nikahi!!" Jawab Nana dengan pasrah atas apa yang akan terjadi selanjutnya
"Bodoh sekali kamu!!!" Hujat Rico meluapkan amarahnya
"Aku memang bodoh, tapi tidak sebodoh kamu yang mungkin mau ditiduri semua pria!!" Ucap Rico yang makin tak dapat mengendalikan emosinya
"Astaghfirullah!! Istighfar kamu Co!!" Perintah Nana ditengah kemarahan Rico yang makin memuncak
"Aaagghhhh, Munafik!! Jangan kamu bawa-bawa agama!!" Perintah Rico seraya menunjuk wajah Nana dengan telunjuknya.
Nana terdiam kembali, dalam diamnya dia mencoba menetralkan emosi Rico. Namun ternyata usaha Nana tampak tidak berhasil dan Rico kembali menghujatnya
__ADS_1
"Kamu gak perlu nyuruh aku istighfar segala!! Harusnya kamu istighfar saat kamu berzina dengan pria-pria diluar sana!!" Ucap Rico yang membuat hati Nana merasa teriris
Nana seketika menangis, dia tak kuasa mendengar hujatan-hujatan yang keluar dari mulut Rico.
"Cukup Co!! Cukup!!! Cukuuuuppp...!!!" Teriak Nana dibarengi dengan tangisan seraya menutupkan kedua tangannya ke daun telinganya.
"Kamu sadar gak sih kalau kamu itu wanita murahan!! Mau ditiduri pria yang hanya ingin menikmati kenikmatan sesaat yang kemudian membuangmu bersama sampah-sampahnya!!" Ucap Rico meluapkan seluruh amarahnya
"Cukup Cooo!!! Cuuukuuuuppp!!" Ucap Nana dengan tangis yang semakin kencang yang kemudian pergi berlari menuju kamarnya
"Dasar wanita gak punya harga diri!!" Ucap Rico yang terus menghujat Nana walaupun Nana sudah tak ada dihadapannya.
"Ya Allah.. sekejam itu kah orang yang telah menikahiku??" Ucap Nana dengan isak tangis di dalam kamarnya
Dengan perasaan yang sangat kecewa Nana memutuskan untuk mengemasi barang-barang miliknya, Nana tidak ingin tinggal bersama Rico lebih lama lagi karena dia tidak ingin membenci Rico. Dia masih berusaha menghargai dan memaafkan segala hujatan yang dilayangkan Rico kepadanya karena dia merasa belum diceraikan oleh Rico.
Saat hendak melangkahkan kakinya keluar rumah, Nana teringat pesan sang ibu untuk berterima kasih kepada orang yang telah memberikan kebaikan walaupun hanya sedikit. Sehingga Nana pun segera mendatangi Rico
"Rico, maafkan aku!! maafkan atas segala kesalahanku!! mungkin ini yang terbaik untuk kita." Ucap Nana yang kemudian meneruskan langkahnya keluar rumah.
__ADS_1
Sementara Rico yang masih dikuasai oleh amarahnya tetap mengabaikan permintaan maaf Nana dan menyangka Nana datang hanya untuk meminta maaf, bukan untuk pergi.