Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Kulakukan Semua Untukmu


__ADS_3


Rico yang masih menahan kekesalan atas apa yang dilihatnya pada dini hari tadi membuatnya makin tidak dapat memejamkan matanya hingga alarm handphone berbunyi yang menandakan tiba waktunya Rico bersiap-siap untuk berangkat kerja. Akibat kekesalan yang ditahannya, akhirnya dia meluapkannya dengan membanting gelas yang dibelinya saat dirinya mulai kost.


Praaanngggg!!! Suara hempasan gelas ke lantai kamar kost


Sontak membuat Nana yang berada di kamar sebelah terbangun.


"Rico..?? Ada apa dengan Rico??" Tanyanya dalam hati namun tidak ada keberanian untuk mendatangi.


Tanpa mandi terlebih dahulu, Rico menyemprotkan parfum ke tubuhnya serta mengoleskan deodorant ke ketiaknya agar tidak tercium bau yang tidak enak. Kemudian keluar kamar dan mendatangi rumah Bunga


"Ting.. Ting.. Ting..!!" Bunyi gembok pagar yang dipukulkan ke pagar besi


Akibat suara yang ditimbulkannya beberapa kali, akhirnya Siti keluar membukakan pintu dan Nana pun mengintai dari balik tirai. Dan tanpa a i u e o Rico menerobos masuk ke dalam rumah Bunga. Siti yang terlihat ketakutan segera menutup kembali pagar rumahnya dan mengaitkan penguncinya.


"Bunga.. bangun Bunga!!" Teriak Rico seraya menggoyangkan bahu Bunga dengan emosi


"Bunga!!!" Teriak Rico lebih kencang seraya menarik badcover yang sedang digunakan Bunga untuk menyelimuti tubuhnya.


Bunga pun terbangun mendengar teriakan Rico, namun saat membuka matanya Bunga merasakan hawa dingin yang amat menusuk tulang belulangnya serta rasa lemas sekujur tubuhnya.


"Kenapa tidak kamu balas pesan saya???!!!" Tanya Rico dengan teriakannya.

__ADS_1


Siti yang melihat kekasaran Rico hanya terdiam tanpa berani menenangkan apalagi sampai mengusirnya


"Bunga!!! Kamu dengar saya kan??!!" Tanya Rico masih dengan teriakannya.


"Bunga!!!" Teriakan Rico yang makin mengencang disertai dengan cengkraman tangannya pada bahu Bunga untuk membangunkan paksa


"Bunga!!! Bunga...??" Teriakan kencang Rico yang kemudian berubah melembut seraya menyentuhkan tangannya ke kening Bunga


"Astaga, badan kamu panas sekali!!" Ucap Rico dengan suara pelan disertai kepanikan.


Bunga yang masih berjuang melawan rasa dingin yang menderanya masih terus terlihat menggigil, hingga akhirnya Rico memutuskan membawa Bunga ke dokter pribadinya.


"Siti, cepat bukakan pagar!!" Perintah Rico dalam keadaan panik


Nana yang menyaksikan kejadian tersebut melalui kamar kostnya tidak menyangka bisa sepanik itu suaminya.


"Tante Bunga itu siapa ya?" Tanya Nana dalam batinnya


"Lebih baik aku tanya ke Siti saja lah!!" Ucapnya dalam hati seraya berjalan menuju rumah Bunga


Siti yang sedang sibuk membereskan kamar majikannya tidak mendengar panggilan Nana hingga akhirnya Nana berjalan masuk mendatangi Siti.


"Ti, sedang beres-beres??" Tanya Nana dengan basa basi

__ADS_1


"Iya nih Na!!" Jawab Siti


"Tadi kulihat dari atas Tante Bunga dibawa Pak Rico pakai mobilnya. Tante Bunga kenapa Ti??" Tanya Nana dengan harapan Siti memberikan informasi secara detail.


"Oh iya, Nyonyah sakit demam." Jawab Siti


"Kenapa Pak Rico panik sekali ya?" Tanya Nana kembali ingin tahu


Siti yang sudah terikat perjanjian dengan Bunga untuk tidak memberikan informasi apapun mengenai kejadian yang terjadi di rumah tersebut segera mengalihkan pembicaraan.


"Iya tadi pas Pak Rico kebetulan datang, jadi Nyonyah minta tolong diantar" Jawab Siti


"Memangnya Tante Bunga dan pak Rico saling mengenal ya?" Tanya Nana yang semakin ingin mengorek tentang Bunga


"Kayaknya sih gitu Na, memang kenapa kamu tanya-tanya??" Ucap Siti yang kembali bertanya


"Pak Rico kan majikan ku Ti, aku lagi cuti cuma aku bilangnya pulang kampung." Jawab Nana


"Oh gitu" Jawab Siti yang terlihat sudah malas menjawab keingin tahuan Nana


"Tin.. Tiiiiin...." suara klakson mobil Bunga yang dikendarai Rico


"Waduh gawat, Pak Rico datang. Aku sembunyi dimana Ti??" Ucap Nana dengan muka panik

__ADS_1


"Sini!!!" Jawab Siti dengan menggiring Nana menuju kamarnya


__ADS_2