Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pernikahan Rahasia


__ADS_3


"Apa harus saya jawab Tuan?" Tanya Nana dengan tatapan yang sedikit malu


"Iya dong!! Orang tanya itu sunah, jawabnya yang wajib!!" Ucap Pak Rico


Nana kembali terdiam, dia malu dengan jawaban yang akan dia ucapkan.


"Na!!" Ucap Pak Rico membuyarkan lamunannya.


"Eh iya pak, kenapa pak?" Jawab Nana dengan sedikit terkejut saat tersadar dari lamunannya.


"Saya serius lho, jadi tolong dijawab!!" Ucap Pak Rico yang merasa sedikit kesal dengan penantian jawaban Nana


"Saya gak bisa memilih Tuan, saya memang butuh nafkah lahir tapi saya manusia normal yang butuh nafkah batin juga Tuan!!" Jawaban yang keluar dari mulut Nana


Sejenak suasana pun berubah menjadi hening, keduanya terdiam dan hanya detak jarum jam yang terdengar. Pak Rico terlihat bingung hendak meneruskan kata-katanya dan Nana pun terlihat malu dan menundukan pandangan matanya.


Dengan memberanikan diri dan memecahkan keheningan, Nana pun kembali bertanya kepada Pak Rico "Memang ada apa Tuan bertanya seperti itu?"

__ADS_1


Pak Rico terdiam dan akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


"Na, kamu tahu kan kalau saya duda?? Saya pun manusia normal yang sama seperti kamu butuh wanita." Ucap Pak Rico


Nana pun hanya terdiam mendengarkan ucapan sang majikan.


"Saya ingin mempunyai istri tapi saya tidak ingin anak dan keluarga saya tahu kalau saya punya istri." Ucap Pak Rico meneruskan kalimat yang diucapkan sebelumnya.


Tanpa menunggu respon dari Nana, Pak Rico segera mengajukan pertanyaan yang membuat Nana terdiam mematung.


"Mau kan kamu menjadi istri siri saya??" Tanya Pak Rico


"Iya saya memilih kamu menjadi istri siri saya, itu pun kalau kamu tidak keberatan. Kalau kamu risih dengan saya ya itu hak kamu buat menjauh dari saya!!" Ucap Pak Rico dengan penuh harap


"Iya Tuan, saya bersedia!!" Jawab Nana dengan yakin


"Tapi ingat ya, saya tidak mau ada orang lain yang tahu tentang hal ini!!." Ucap Pak Rico


"Iya Tuan!!" Jawab Nana

__ADS_1


Keesokan harinya, tepatnya dihari Jumat dimana ketiga anak tiri Pak Rico setiap minggunya menginap di rumah neneknya dan kembali ke rumahnya pada hari Minggu, Pak Rico mengajak Nana mengunjungi rumah sahabatnya yang ternyata seorang penghulu. Penghulu tersebut merupakan penghulu resmi yang bekerja di KUA, tetapi dia pun seringkali menikahkan pasangan yang ingin menikah secara siri. Dalam menikahkan pasangan yang ingin menikah siri, penghulu tersebut sudah menyiapkan 2 (dua) orang saksi sehingga pasangan yang datang tidak perlu repot mencari saksi.


Saat Pak Rico dan Nana melangsungkan akad nikah dan telah dinyatakan sah, mereka segera memberikan uang jasa dan meninggalkan tempat tersebut. Dengan wajah yang berseri-seri dan pandangan mata yang bersinar mereka menaiki kendaraan yang sebelumnya mengantarkan mereka ketempat tersebut.


Di dalam kendaraan, Pak Rico menarik nafas panjang seraya memegang setir dan duduk bersandar dibangku kemudi. Sementara Nana yang duduk disebelah bangku kemudi ikut bersandar di bangku yang didudukinya.


"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Pak Rico untuk pertama kalinya setelah menjadi suami Nana


"Kita pulang saja Tuan!!." Jawab Nana


"Ngapain kita pulang, kita harus merayakan hari bahagia kita dong!!" Ucap Pak Rico


"Terus Tuan mau kemana??" Tanya kembali Nana


"Kita bermalam di hotel saja selama 2 (dua) malam ini dan kamu jangan panggil saya tuan kalau kita sedang berduaan!! Panggil saja saya Rico" Pinta Pak Rico terhadap Nana


"Iya Rico!!" Jawab Nana seraya tersenyum manja


Sebelum melajukan kendaraannya, Pak Rico yang terlihat sudah merasa memiliki Nana seutuhnya menyempatkan diri mencium kening dan bibir Nana yang terlihat merah menggoda karena pemilihan warna lipstick yang cocok dengan warna kulit wajah Nana.

__ADS_1


__ADS_2