Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pengerusakan


__ADS_3


Tidak lama pergi, Bunga kembali dengan membawa piring serta sendok dan garpu.


"Ini mas piringnya!" Ucap Bunga seraya memberikan piringnya kepada David


"Terima kasih kak!!" Jawab David


"Vid, kamu tunggu di sini aja ya! sambil nonton tivi. Saya cuma sebentar, cuma ngedrop." Ucap Reza


"Iya bos siap!!" Jawab David seraya mengambil sayur untuk dicampurkan dengan nasi yang telah diambil terlebih dahulu.


"Bos, kenapa mobilnya gak dibawa ke sini aja sih??" Tanya David dengan polos karena Reza lupa mengkondisikan agar David tidak membuka kedoknya


"Itu kan dulu mobil bos saya Vid! saya udah gak kerja sama dia ya di kembaliin lah!!" Ucap Reza seraya berusaha menendang kaki David yang berada di bawah meja


Jarak antara tempat duduk Reza dan David yang sedikit jauh membuat kaki Reza sulit menjangkau kaki David, hingga akhirnya David pun terus mempertahankan ceritanya


"Yang Ja*z kuning itu masih ada kan bos??" Tanya David


"Yang mana sih Vid?? kayaknya kamu masih laper ya?? nih makan lagi!!" Ucap Reza seraya menambahkan nasi ke piring David


Niat Reza menambahkan nasi ke piring David saat itu adalah agar David makan tanpa banyak bicara, dan selain menambahkan nasi Reza pun ingin menginjak kaki David. Namun apa daya saat Reza hendak menginjak kaki David, seketika David terlihat memindahkan kakinya terlebih dahulu hingga Reza lebih sulit menjangkaunya.


"Udah bos, udah! saya gak habis nih bos!!" Ucap David yang merasa tidak mampu menghabiskan nasi yang ditambahkan oleh Reza ke piringnya.


"Ah, sial!! udah keburu geser duluan lagi kakinya!!" Ucap Reza dalam hati seraya melirikkan pandangannya ke wajah David


"Say, pada kayak gini nih model temen aku. Kalau ngomong udah pada ngaco." Ucap Reza memberikan informasi agar penyamarannya tidak diketahui Bunga


"Lah, ngaco gimana bos? bos aja kali yang ngaco!!" Jawab David

__ADS_1


"Ini pada ngomongin apa sih?? kok jadi pada ribut" Tanya Bunga yang menjadi tidak paham dengan ucapan mereka berdua.


"Tau nih, si bos! kayaknya udah lupa ingatan!!" Jawab David yang masih terus mempertahankan ceritanya.


"Aduuhh, gimana ya cara nyumpel mulutnya si David??!!!" Ucap Reza kesal dalam hati


Dalam kondisi kesal Reza terus mencari cara agar dapat mengalihkan pembicaraan David.


"Motor ada bensinnya gak Vid??" Tanya Reza


"Ada dong bos!! emangnya saya anak SMP bensin kosong tinggal telpon temennya minta disetut!!" Jawab David


"Di setut apaan sih?" Tanya Bunga yang dari awal memperhatikan cerita David


"Di dorong pake kaki temannya yang naik motor lain kak!!" Jawab David


"Udah cepetan abisin nasinya Vid, malah ngomong terus sih!!" Ucap Reza yang mulai hilang sedikit kesabarannya


"Lah, emang kenapa bos??" Tanya David seraya mengunyah makanannya


"Motornya kan di luar bos, saya juga makan disini. Gak di atas motor!!" Jawab David yang makin heran dengan sikap Reza


"Nih bos, kuncinya!!" Ucap David seraya memberikan kunci yang baru saja diambilnya dari saku celana.


"Ya udah kamu tunggu di sini aja ya! abisin semuanya juga gak apa-apa!!" Ucap Reza seraya mengambil kunci yang diletakkan di meja oleh David


"Ayo say!! nanti kamu telat kalo kelamaan." Ajak Reza kepada Bunga yang sudah siap berangkat


"Mas David maaf ya di tinggal, pinjem motornya dulu ya!!" Ucap Bunga seraya beranjak dari tempat duduknya


"Ngapain minta maaf, udah biarin aja dia ngabisin semuanya. Kekenyangan juga paling nanti terlentang sendirian!!" Ucap Reza seraya tersenyum

__ADS_1


Dengan segera Reza dan Bunga pergi meninggalkan rumahnya dengan mengendarai sepeda motor milik David. Sementara Rico yang melihat kepergian mereka berdua dari kamar kostnya dibuat terkejut dengan dilihatnya pintu rumah Bunga yang tidak ditutup.


"Orang susah baru naik motor aja udah lupa nutup pintu!!" Ucap Rico dalam hati.


"Kerjain ah!!" Ucap Rico mengeluarkan ide jahat yang seketika muncul di pikirannya.


Dengan perlahan Rico memasuki halaman rumah Bunga, dia membawa gunting dengan maksud untuk merusak bunga-bunga kesayangan Bunga. Sementara David yang telah merasa kenyang segera membereskan piring kotor dan mencucinya.


Setelah mencuci piring, David berjalan santai menuju teras dengan niat untuk bersantai seraya merokok. Namun seketika langkah kaki David terhenti saat dirinya melihat seorang laki-laki tengah berada di halaman rumah Bunga dengan posisi membelakanginya.


"Eh ada orang!!" Ucap David dalam hati.


"Ngapain tuh orang disitu??" Tanya David lirih seraya terus memperhatikan gerak gerik laki-laki tersebut


"Si Bunga pasti akan marah melihat bunga-bunganya hancur!! dia pasti akan nyalahin orang kampung itu karena lupa nutup pintunya." Ucap Rico dalam hati seraya tertawa puas


"Lho kok dia guntingan bunga yang lagi mekar ya??" tanya David dalam hati


Karena merasakan ada sebuah kejanggalan, David terpaksa menegur orang tersebut.


"Hey pak!! lagi ngapain disitu??" Tanya David dengan memanjangkan lehernya untuk melihat kegiatan Rico


"Saya disuruh Ibu Bunga mengganti bunga lain." Jawab Rico


Mendengar orang tersebut menyebut nama Bunga, David pun mempercayainya dan segera menyalakan korek untuk membakar ujung rokoknya. Namun saat David meninggalkan orang tersebut ke kamar kecil, David dibuat terkejut saat kembali dengan dilihatnya seluruh bunga-bunga milik Bunga hancur berserakan.


"Oh my Gods!!" Ucap David yang terlihat diam tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun karena merasa bersalah atas kejadian ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya

__ADS_1


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin


__ADS_2