
"Tumben banget dari kemarin ngajakin ketemuan, ada apa nih Nald?" Tanya Reza dengan santai seraya merokok
"Gak ada apa-apa kok bos, cuma mau ngajak refreshing aja kalo bos ada waktu." Jawab Ronald seraya meminum kopi yang dipesannya.
"Wah, saya di gratis in nih??" Tanya Reza seraya tertawa
"Hehehe.. iya bos. Maaf bos gak ada niat gimana2 nih. Cuma biar istri kenal sama bos dan calon istri bos." Ucap Ronald dengan santai kepada Reza
"Owh, oke!" Jawab Reza
Masih dalam keadaan berbicara santai, seketika ponsel Ronald mengeluarkan bunyi yang menandakan pesan masuk
"Rico? mau apa lagi dia?" Tanya Ronald dalam hati
Ronald yang tidak mempunyai ketertarikan untuk membuka karena ada Reza dihadapannya, dengan terpaksa dirinya membukanya karena Rico yang berkali-kali mengirimkan pesan bertuliskan "test"
"Baca tuh chatnya, kali aja penting" Ucap Reza
"Enggak kok bos, cuma orang gak sabar aja ini mah!" Jawab Ronald seraya mematikan ponselnya karena dirasa mengganggu
"Emang rencana liburannya kapan?" Tanya Reza masih dengan gaya santainya.
"Jum'at malam Sabtu bos, pulangnya Minggu malam" Jawab Ronald
"Owh" Jawab Reza singkat.
__ADS_1
"Gimana bos, bisa gak?" Tanya Kembali Ronald dengan penuh harap
"Saya sih free Sabtu Minggu, bisa aja pergi. Cuma doski kan Disc Jockey yang biasanya dapet job pas weekend" Jawab Reza
"Tanyain deh bos, kali aja bisa." Ucap Ronald kembali penuh harap
"Iya nanti saya tanyain" Jawab Reza menyetujui permintaan Ronald
Reza dengan segera mengambil ponselnya dan membuka aplikasi layanan pesan wha***pp. Ronald yang merasa senang karena Reza memenuhi keinginannya untuk bertanya secepatnya kepada calon istrinya segera menyenderkan tubuhnya ke bangku yang di dudukinya seraya melirik layar ponsel Reza
"Tumben banget bos langsung mau tanya ke calon istrinya!" Ucap Ronald dalam hati
"Ronald kok ngelirik ponsel saya ya?? Kayaknya ada yang gak beres nih!!" Tanya Reza dalam hati yang kemudian disusul dengan mengurungkan niatnya mengirimkan pesan.
Melihat tingkah Ronald yang mencurigakan, Reza mengeluarkan ponsel lain dari saku celananya dan mengirimkan pesan kepada anak buahnya yang lain.
"Pt3!" Bunyi pesan singkat Reza yang dikirimkan kepada David
"Udah siang nih, udah panas. Nanti saya tanya dulu sama doski bisa gak dia ikut." Ucap Reza
"Lho kok nanti tanya dulu, jadi yang tadi dia kirim pesan siapa ya??" Tanya Ronald dalam hati
"Iya bos, nanti saya kabarin." Ucap Ronald yang kemudian disusul dengan jabatan tangan tanda akan meninggalkan tembah tersebut.
Ronald yang kesal dengan sikap Rico karena pesannya yang ingin segera dibalas segera menghidupkan ponsel yang beberapa waktu lalu dia matikan dan menghubungi Rico
"Iya bos??" Tanya Ronald dengan menahan kesal
__ADS_1
"Kamu gimana sih, target kok diajak ngobrol??" Tanya kembali Rico kepada Ronald
"Bos, ini bagian dari strategi saya!?" Jawab Ronald
"Bos kasih saya DP aja belum ada 1 (satu) minggu. Sementara saya bilang kalau mau aman kasih waktu 1 (satu) bulan.
"Oke, saya kasih kamu waktu 1 (bulan)! Saya harap kamu gak kecewain saya??" Ucap Rico
"Saya harus ada pendekatan sama target bos biar gak ada yang curiga!!" Ucap Ronald meyakinkan Rico
"Oke, Oke!!" Ucap Rico yang kembali mengalah setelah beradu argumen dengan Ronald.
"Saya lagi mau ngajak dia ke pulau seribu bos, biar saya singkirkan di sana!" Ucap Ronald membocorkan sedikit strateginya.
"Pasti berhasil gak?" Tanya Rico
"Pasti berhasil bos, tapi kalau saya kehabisan dana disana ya bisa mundur lagi bos!!" Jawab Ronald dengan harapan diberi uang tambahan.
"Ya sudah saya tambahin lagi dana operasionalnya!!" Ucap Rico
"Terima kasih bos!!" Jawab Ronald seraya mematikan saluran telponnya yang kemudian diikuti tawanya
"Dasar bodoh!!" Ucap Ronald lirih
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
__ADS_1
Jangan lupa di like seluruh bab untuk bantu penulis menaikkan level ya!
Terima kasih sudah mampir ke karya saya, semoga seluruh pembaca diberi kesehatan dan kesuksesan dunia akhirat. Aamiin