Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pencarian


__ADS_3


Saat para pekerja membubarkan diri, Bunga segera menjalankan rencananya. Dia berdiri di depan rumah makan tepatnya dijalan yang akan dilewati para pekerja. Satu demi satu pekerja yang melintas disortirnya hingga dia melihat Bima yang memang dia kenal sebelumnya.


"Mba Bunga, tumben main ke sini sore-sore?? biasanya pagi." Tanya Bima dengan sedikit menjaga jarak karena minder atas keringat yang membasahi seragam kerjanya.


"Eh mas Bima, iya nih mas!! Mas Bima apa kabar?" Sapa Bunga dengan ramah


"Baik mba, mba Bunga sudah lebih baik??" Tanya Bima dengan wajah serius


"Maksud Mas Bima??" Tanya Bunga


"Tadi pagi Mba Bunga gak sadar di mobil, terus saya antar dan disupiri sama teman saya." Ucap Bima menjelaskan kejadian pagi tadi


"Oh jadi Mas Bima yang antar saya??" Tanya Bunga dengan wajah terkejut


"Iya." Jawab Bima singkat


"Aduh, terima kasih lho Mas, maaf jadi mengganggu kerja Mas Bima."Ucap Bunga dengan raut muka malu


"Oh iya Mas, Ini saya ada sedikit rejeki, buat beli rokok!!" Ucap Bunga menyodorkan genggaman tangan berisi uang yang diambil dari dompetnya.


"Gak usah mba, saya ikhlas kok!!" Ucap Bima dengan menahan sodoran uang dari tangan Bunga.


"Mas, ini rejeki lho, bisa buat keluarga. Tolong diterima ya!!" Pinta Bunga dengan memaksa


Karena paksaan Bunga, akhirnya Bima menerima uang tersebut seraya mengucapkan "Terima kasih Mba!!"


"Iya sama-sama Mas Bima." Jawab Bunga mengakhiri percakapan


Setelah mengakhiri percakapan, Bima segera melanjutkan langkahnya, namun baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba Bunga memanggilnya.


"Mas Bima, Mas!!" Teriak Bunga yang membuat Bima menghentikan langkahnya.


"Ada apa ya Mba??" Tanya Bima dengan wajah bingung karena langkahnya dihentikan kembali oleh Bunga


"Teman Mas Bima yang nyupirin mobil saya siapa Mas??" Tanya Bunga dengan serius


"Oh, Reza Mba!!" Jawab Bima singkat


"Orangnya yang mana??" Tanya Bunga dengan mengarahkan pandangan matanya ke jalan yang telah dilewati para pekerja.


"Wah, sudah pulang Mba!!" Jawab Bima


"Punya no handphonenya gak Mas?" Tanya Bunga dengan keinginan kuat untuk mencari Reza


"Ada nih Mba!!" Jawab Bima seraya membuka layar ponselnya dan mengirimkan kontak tersebut ke Bunga

__ADS_1


Tidak lama setelah pesan tersebut diterima, Bunga segera membukanya dan menyimpan kontaknya.


"Oke Mas Bima, terima kasih ya!!" Ucap Bunga


"Iya sama-sama mba!!" Jawab Bima yang kemudian meninggalkan Bunga.


Setelah Bima meninggalkannya, Bunga pun meninggalkan rumah makan yang disinggahinya beberapa saat yang lalu. Dia kembali ke mobilnya dan membuka kontak yang diberikan Bima


"Ah, gak ada gambar profilnya!!" Ucap Bunga lirih seraya menggeserkan badannya untuk mencari posisi duduk yang nyaman


"Liat face***knya ah, kali aja ada fotonya!!" Ucap Bunga yang kembali lirih


Saat dicari namanya, ternyata yang muncul dengan nama yang sama sangat banyak.


"Hadeeuuhh.. banyak banget!! Bakalan juling kalo dicari satu-satu" Ucapnya yang kembali lirih


"Dari pada kepo mendingan chat orangnya aja lah!!" Ucapnya kembali lirih


"Selamat siang.., maaf apa benar ini dengan Pak Reza??" Tanya Bunga melalui pesan What**p


"Cliingg!!" Suara dering pesan di ponsel Reza berbunyi


"Siapa tuh?? Kok gak ada namanya??" Tanya Reza dalam hati seraya melirikkan pandangan matanya ke ponsel miliknya yang menyala.


Karena rasa keingin tahuan akan siapa pengirimnya yang cukup kuat, Reza yang sedang makan menyempatkan diri membuka pesan yang diterimanya.


Untuk membuang rasa ingin tahunya Reza membuka profil picture pengirim pesan tersebut.


"Siapa ya?? Kayaknya gak asing mukanya!!" Ucap Reza masih dalam hatinya.


"Mukanya kayak yang mabuk di mobil tadi pagi!" Ucap Reza dalam hati


Dengan keyakinan yang sangat yakin bahwa pengirim pesan tersebut adalah wanita yang diantarnya pulang tadi pagi, Reza membalas pesannya dengan seolah tidak mengenalnya.


"Iya benar, maaf ini dengan siapa ya, nama ibu tidak ada di kontak saya."Jawab Reza yang kemudian bertanya kembali


"Saya Bunga, saya yang tadi pagi bapak antar pulang ke rumah." Jawab Bunga membantu Reza mengingatkan kejadian yang melibatkan mereka berdua


"Tahu nomer handphone saya dari mana Bu??" Tanya Reza


"Dapat dari Mas Bima" Jawab Bunga singkat


"Oh, ada apa ya Bu??" Tanya Reza


"Gak ada apa-apa sih pak, cuma saya mau ketemu. Mau ngucapin terima kasih." Jawab Bunga


"Ooohh" Respon Reza menanggapi jawaban Bunga

__ADS_1


"Bisa ketemuan gak pak?? Kayaknya kalau ngucapin terima kasih lewat pesan kurang sreg!!" Ucap Bunga


"Oh, oke!!" Jawab Reza singkat


"Malam ini bisa pak??" Tanya Bunga


"Oke!" Jawab Reza singkat.


Mendapat jawaban yang selalu singkat membuat Bunga menyimpulkan bahwa Reza merupakan sosok laki-laki yang tidak suka basa basi dan tidak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak perlu.


"Ah, ya sudah lah. Pulang dulu aja!!" Ucap Bunga dalam hati seraya menyalakan mobilnya untuk dilajukan menuju rumahnya


Sesampainya di rumah, Bunga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan untuk menemui Reza. Dia memilih menggunakan pakaian kasual untuk menetralkan selera Reza agar tidak risih saat bertemu dengannya.


"Gak kerja Nyah??!!" Tanya Siti dari balik pintu yang hanya menunjukkan kepala dan lehernya


"Libur!!" Jawab Bunga singkat


"Mau kemana Nyah?? Kok bajunya pada dikeluarin." Tanya Siti kembali dengan posisi tubuh yang masih berada di balik pintu


"Pergi!!" Jawab Bunga kembali singkat


"Ooohh" Siti menjawabnya dengan singkat dan kemudian meninggalkan Bunga karena mendengar ponselnya berbunyi


Setelah menerima telpon dengan durasi yang cukup lama, Siti kembali mendatangi kamar Bunga.


"Kok belum pergi Nyah??" Tanya Siti yang berfikir Bunga akan pergi secepatnya.


"Kamu udah gak betah ya serumah sama saya??" Tanya Bunga tanpa menjawab pertanyaan Siti sebelumnya


"Kalau gak betah saya udah kabur Nyah!!" Jawab Siti menanggapi ucapan Bunga


Karena kegiatan Bunga hanya memilih pakaian yang belum jelas dipilihnya, Siti pun jenuh dan memutuskan menonton televisi diruang keluarga. Tidak lama setelah kepergian Siti dari hadapannya, Bunga mendengar suara orang mendengkur dan saat didatanginya ternyata Siti tertidur saat menonton televisi.


Setelah menemukan pakaian yang cocok, Bunga mandi dan bersiap-siap berangkat menemui Reza. Saat keluar kamar dia melihat Siti masih tertidur di ruang keluarga, namun karena dia berfikir Siti lelah dan butuh istirahat, dia pun membiarkannya tidur dan mematikan televisinya.


Bunga segera melajukan kendaraannya untuk menemui Reza, namun saat kendaraannya telah mengarah ke danau dirinya baru ingat kalau sebelumnya dia belum membuat janji bertemu dimana dan jam berapanya hingga akhirnya dia menghubungi Reza.


"Kriiinngg..!!" Bunyi dering ponsel Reza


"Hallo pak Reza!! Maaf pak, untuk malam ini kita bisa ketemuan dimana dan jam berapa ya pak? Tadi saya lupa ngatur jadwalnya" Tanya Bunga


"Terserah ibu saja! Kost saya tidak jauh dari danau dan selepas kerja saya tidak ada aktivitas." Jawab Reza


"Ya sudah saya tunggu di rumah makan khas Yogyakarta aja ya!! Untuk waktunya terserah Pak Reza saja, saya sudah sampai kok, saya tunggu di bagian tengah ya pak" Jawab Bunga


"Oke!!"Jawab Reza

__ADS_1


__ADS_2