
"Ting tong!! Ting tong!!" Suara bel pagar rumah Bunga
Karena tidak mendapat jawaban, petugas yang mengantar makanan segera menelpon si pemesan
"Kriinngg!! kriinngg!!" Suara dering ponsel Bunga
Dengan segera Bunga merenggangkan jaraknya dari Reza dan mengangkat ponselnya.
"Iya, hallo!" Ucap Bunga membuka percakapan
"Saya dari g*jek mba, mau antar makanan." Ucap petugas pengantar makanan
"Kenapa ya pak? saya sudah bayar kan?!" Tanya Bunga
"Iya mba sudah bayar, tapi saya mau antar. Saya sudah di depan rumah." Ucap petugas pengantar makanan tersebut.
"Maaf pak, bisa diantar ke pos gak ya?? Bapak lurus terus aja ke arah perempatan, sekitar 100 meter di sebelah kanan ada pos. Tolong antar ke situ ya pak!! nanti tipsnya saya tambah." Ucap Bunga yang terlihat ingin segera mengakhiri percakapannya
"Baik mba, terima kasih." Jawab petugas tersebut seraya menutup sambungan telepon
Reza yang masih terus memandangi tubuh Bunga tak sabar menanti Bunga yang masih berdiri dan sibuk dengan ponselnya. Dengan segera dia mendatangi Bunga dan mendekapnya dari depan.
__ADS_1
"Agh yank... sebentar, aku lagi bales chat Nino nih!!" Ucap Bunga yang merasa mendapat perlakuan yang membuatnya tidak fokus dengan chat yang sedang di ketik.
"Ya udah chat aja say!! Aku cuma pengin nyium kamu aja kok!" Ucap Reza
"Aku jadi gak fokus yank!" Ucap Bunga yang terlihat beberapa kali menghapus kata-kata yang sedang di ketiknya
"Biar aja say, nanti juga makanannya sampai!" Jawab Reza seraya merebut ponsel yang ada ditangan Bunga dan melemparkan ponsel tersebut ke tempat tidur Bunga.
"Say.." Bisik Reza di telinga Bunga yang seketika menghentikan kalimat yang akan diucapkannya
"Kenapa yank??" Jawab Bunga dengan membisikkan kembali di telinga Reza
"Aku pengin cepet nikah!!" Ucap Reza dengan suara berat dan sedikit melayang
Pergerakan mereka yang makin intens membuat handuk yang melilit tubuh Bunga nyaris terlepas dan jatuh ke lantai. Bunga yang merasa malu segera mendekap Reza lebih erat dan mendorong Reza ke arah tembok dekat saklar listrik lampu kamarnya untuk mematikan lampu.
"Lho, kok dimatiin say??" Tanya Reza yang sudah yakin akan dapat memiliki Bunga seutuhnya.
"Jangan liat yank, aku malu!" Jawab Bunga
"Kenapa harus malu??" Tanya Reza yang masih terus mendekap Bunga dalam kegelapan
Bunga yang tidak menjawab pertanyaan Reza akhirnya berhasil mendorong Reza ke arah tempat tidur
__ADS_1
"Lho, katanya belum siap, tapi kok gelagatnya ngajak ke tempat tidur??" Tanya Reza dalam hati
"Sekarang kamu udah siap say??" Bisik Reza di telinga Bunga seraya berusaha menarik handuk yang ditahan oleh tangan Bunga
Karena tenaga Reza lebih kuat, akhirnya handuk tersebut berhasil terlepas dari tangan Bunga dan dihempaskan ke lantai oleh Reza. Bunga yang tidak kehilangan akal segera mengajak Reza bergerak ke sana sini seraya mencari handuknya.
"Kok Bunga malah ngajak dansa ya?" Ucap Reza dalam hatinya
"Aduh, mana nih handuknya??" Tanya Bunga dalam hati seraya terus memutarkan tubuhnya
"Kayaknya tadi kesenggol kaki" Ucap Bunga dalam hati meyakinkan dirinya dengan yang baru aja dirasakannya.
"Eh iya bener!!" Ucap Bunga dengan yakin akan yang di rasakan ya
Dengan segera Bunga mengambil handuk yang terjatuh ke lantai beberapa saat yang lalu yang kemudian melilitkannya kembali ke tubuhnya. Setelah berhasil melilitkan handuk tersebut, Bunga pun kembali menyalakan lampu yang dimatikannya beberapa saat lalu
"Ih kamu curang say!!" Ucap Reza dengan sedikit kecewa atas perlakuan Bunga yang membuatnya segera beranjak ke kamar mandi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya..
Terima kasih untuk para pembaca setia maupun yang baru bergabung, ikuti terus ceritanya dan jangan lupa di like setiap bab dan kasih bintang 5 ya!
__ADS_1
Semoga para pembaca sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin