Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Party


__ADS_3


Dalam keadaannya yang masih kacau Rico menghubungi Bunga, dia bermaksud ingin mengantarkan Bunga kerja. Namun karena sedang mandi, Bunga pun tak sempat mengangkat telponnya.


"Angkat dong Bunga!! Ayo angkat!!" Ucap Rico dalam hatinya


Rico menyangka bahwa Nana telah menceritakan semuanya kepada Bunga hingga Bunga marah dan tidak mau mengangkat telponnya. Dan sebagai alternatif lain, Rico mengirimkan pesan singkatnya ke ponsel Bunga


"Bunga, kamu marah ya sama aku??" Tulis pesan Rico kepada Bunga


"Kamu jangan gampang kemanakan omongan Nana dong Bunga!! Nana itu bukan siapa-siapa aku!!" Tulis sambungan pesan Rico yang berusaha meluluhkan hati Bunga


"Bunga..!!" Tulis Rico yang tak kenal lelah menghubungi Bunga


Saat hendak berangkat kerja, Bunga melihat Rico dari balik kaca rumahnya. Dia tahu bahwa Rico telah menyiapkan diri untuk mengantar Bunga. Namun disaat yang sama Bunga merasa sedikit pegal di bahunya hingga akhirnya memutuskan untuk memesan ojek online (g*car). Sebelum ojek online itu datang, Bunga terlebih dahulu keluar rumah dan menunggu di minimarket terdekat sehingga Rico tidak melihat dan terus menunggunya.


Setelah menaiki mobil sewaan tersebut Bunga mengirimkan pesan kepada Roni, seorang security yang beberapa hari lalu mengantarkan Bunga pulang.


"Ron, hari ini masuk shift apa?" Tanya Bunga

__ADS_1


"Shift pagi Mba Bunga!!" Jawab Roni seraya menerka pasti akan diberi pekerjaan


"Bisa minta tolong gak Ron?? Tanya Bunga dengan sopan


"Apa mba??" Jawab Roni


"Tolong ambilkan mobil saya selepas kamu kerja!!" Jawab Nana dengan penuh harap


"Dimana mba?" Tanya Roni kembali


"Dirumah saya lah!! Masa mobil saya di rumah kamu!!" Jawab Bunga seraya bercanda


"Oke mba, siap laksanakan!!" Jawab Roni menyetujui perintah Bunga


"Oke mba!!" Jawab Roni


"Alhamdulillah... rejeki tambahan!!" Ucap Roni dalam hati dengan wajah sumringah


Ketika jam kerja Roni telah selesai, instruksi Bunga pun dilaksanakannya. Dia bergegas memesan ojek online untuk mengambil mobil milik Bunga. Disaat hendak mengambil mobilnya, Rico mendatangi Roni dan mengajaknya berduel. Namun karena Roni menganggap Rico hanyalah orang gila, dia pun mengabaikan segala ucapannya dan melajukan mobil yang berasa di garasi rumah Bunga.

__ADS_1


Sesampainya mobil tersebut di parkiran club malam tempat Bunga bekerja, Roni memberikan informasi kepada Bunga dan tidak perlu menunggu lama Bunga pun sampai di tempat yang dimaksud Roni. Roni bercerita bahwa dirinya bertemu pria gila saat hendak mengeluarkan mobil dari garasi


"Mba, tetangga mba ada yang gila ya??" Tanya Roni dengan wajah setengah kesal


"Memang kenapa Ron??" Tanya Bunga


"Saya ambil mobil di rumah mba udah berasa ambil mobil di Polsek mba!! Ditanya-tanya sampai diajak duel!!!" Jawab Roni menceritakan kejadian saat di rumah Bunga


"Hahahaha..!!!" Tawa Bunga spontan mendengar cerita Roni


"Kok ketawa mba??" Tanya Roni yang seketika menghentikan ceritanya saat melihat Bunga tertawa


"Lagian kamu ada-ada aja ngomongnya, memangnya kamu pernah ambil mobil di Polsek??!!" Tanya Bunga seraya berusaha menahan tawa yang masih belum bisa dihentikannya.


"Ah mba, gak percaya sama cerita saya!!" Ucap Roni yang sedikit kesal karena merasa Bunga tidak mempercayai ceritanya


"Ya sudah mana kuncinya?? Ini buat kamu buat beli rokok!!" Tanya Nana yang disusul dengan memberikan uang yang baru saja diambil dari dompetnya.


"Terima kasih ya mba!!" Ucap Roni

__ADS_1


"Iya sama-sama Ron." Jawab Bunga mengakhiri pembicaraannya


Setelah mengambil kunci mobil, Bunga segera bergabung kembali dengan teman-temannya, dia meminum segelas demi segelas minuman yang disediakan temannya dalam rangka perayaan ulang tahun temannya tersebut hingga saat waktu bekerjanya selesai Bunga merasa kepalanya sedikit berat. Namun karena terbiasa dengan minuman keras Bunga pun tetap memaksakan diri mengendarai mobilnya.


__ADS_2