Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Kejujuran


__ADS_3


Sebelum mendatangi paranormal, Rico menelpon Ronald menanyakan progress pekerjaannya


"Kriinngg.. kriinng.. kriinng..!!" Suara dering telpon Ronald


"Ya bos!" Jawab Ronald


"Gimana nih bos?? kok target bisa pulang selamat??" Tanya Rico


"Ya sabar bos!!" Jawab Ronald


"Saya sudah kasih uang lebih kenapa masih belum ada progress nya juga??" Tanya Rico mendesak


"Kan saya udah bilang bos sabar aja duduk manis." Ucap Ronald menjelaskan kondisinya


"Ya sudah lah, lebih baik stop aja!!" Ucap Rico dengan nada emosi


"Ya sudah terserah bos aja lah, saya kan cuma jalanin instruksi aja." Jawab Ronald dengan santai.


"Tet!" Suara tombol mematikan sambungan


Ronald yang senang karena tidak lagi dituntut untuk menyingkirkan Reza namun tetap mendapatkan uang banyak segera menelpon David.


"Iya Nald!" Jawab David singkat


"Dimana Vid?" Tanya Ronald singkat


"Di rumah Nald, kenapa?" Tanya David kembali


"Bisa ketemu gak Vid?" Tanya Ronald singkat


"Kapan? sekarang?" Tanya David kembali


"Ntar deh di kabarin lagi. Mau nyesuaiin sama schedule bos dulu." Ucap Ronald yang ingin menjelaskan masalahnya agar tidak terjadi kesalah pahaman dengan David dan Reza


"Oke!" Jawab David singkat.


Setelah menghubungi David, Ronald tanpa menunggu waktu lama menghubungi Reza. Dia menanyakan perihal kesediaan Reza berkumpul dengannya dan David.


"Gimana bos?? kapan bisa kumpul??" Tanya Ronald


"Emang ada apalagi sih Nald?? mau promo kond*m lagi ya?? Hahahaha" Tanya Reza dengan tertawa


"Enggak lah bos, mau ngobrol santai aja sambil ngopi. Udah lama kan gak ketemu David." Ucap Ronald menjawab pertanyaan Reza


"Ya sudah atur aja, kalau di atas jam 13.00 saya usahain bisa." Ucap Reza memberikan informasi mengenai schedule pekerjaannya


"Yang bener nih bos?? nanti udah saya atur taunya bos gak bisa!!" Ucap Ronald meyakinkan Reza


"Bener lah, emang mau ngapain lagi? jam kerja selesai ya istirahat!!" Ucap Ronald


"Ya kali doski nagih bos!!" Ucap Ronald menggoda Reza


"Iya, ya!!" Jawab Reza singkat


"Nah, kan.. kan..." Ucap Ronald kembali menggoda Reza

__ADS_1


"Udah ah, mau mandi dulu!!" Jawab Ronald yang terdengar dengan sedikit malu.


"Oke bos!!" Ucap Ronald seraya mengakhiri pembicaraan melalui telepon.


Dengan segera Ronald mengirimkan pesan kepada Reza dan Dedi guna menginformasikan tempat serta waktu bertemu. Dan setelah waktu yang telah disepakati tiba, mereka berkumpul di rumah makan lesehan favorit Reza


"Ada apa nih?? tumben bos Ronald ngajak ketemuan." Ucap David seraya tersenyum dengan menaikkan alis serta pandangan mata tertuju kepada Reza


"Kayaknya kita mau diajak keliling Eropa sama Ronald Vid!" Ucap Reza nyeleneh


"Ah bisa aja bos kita nih!!" Ucap Ronald yang merasa malu kepada Reza dan David karena harta mereka lebih banyak dari dirinya


"Gini bos, kemarin saya abis dapet job!" Ucap Ronald


"Widiihh.. mantab!!" Ucap Reza menikung ucapan Ronald


"Roman-romannya Ronald mau minjem baskom nih bos!!" Ucap David menyambung pembicaraan Reza


"Baskom buat apa Vid?" Tanya Ronald yang tidak mengerti maksud David


"Buat nadangin encu Nald!! Hahhahaa" Ucap David yang disusul dengan tawa David serta Reza


Ronald yang dibuat tidak mengerti dengan maksud ucapan David masih terus menanyakan arti baskom.


"Serius nih, baskom apa ya?" Tanya Ronald seraya memberikan jari telunjuk serta jari tengah sebagai tanda dia serius bertanya.


"Maksudnya mau pinjem baskom buat nadangin duitnya Nald!" Jawab David yang masih menyisakan senyumnya


"Emangnya Ba*i Ngep*t!!" Ucap Ronald menanggapi ucapan David


"Ya sudah terusin, terusin!!" Perintah Reza kepada Ronald


"Jadi mau pinjem baskom atau ember??" Tanya David menyela ucapan Ronald


"Udah, udah!! Udah Vid diem!! jangan diganggu, Ronald lagi mau cerita tentang baskomnya nih!!" Ucap Reza menyarankan agar David diam


"Eh, jadi baskomnya! maksudnya tentang jobnya!" Ucap Reza mengoreksi ucapan sebelumnya yang salah.


"Buahahahahaaa" Tawa David makin kencang saat mendengar Reza ikut mengucapkan baskom


Ronald yang memperlihatkan raut wajah antara kesal serta pasrah berusaha mengalah dan membiarkan Reza serta David tertawa sampai puas.


"Udah puas ketawanya??" Tanya Ronald saat melihat tawa Reza dan David mulai berangsur hilang


"Ya udah cerita deh!!" Ucap Reza seraya senyum


"Gini bos, sekitar 2 (dua) Minggu yang lalu saya dapat job dari mantan suaminya pacar bos!" Ucap Ronald membuka cerita tentang job yang diterimanya


"Rico??" Tanya Reza dengan merubah ekspresi wajahnya dari yang semula senyum menjadi serius dan memperbaiki posisi duduknya menjadi lebih santai.


"Iya!" Jawab Ronald singkat


David yang baru saja bergabung dengan mereka dan belum pernah bertemu dengan Bunga maupun Rico hanya dapat mendengarkan cerita Ronald dengan serius


"Job apa emangnya??" Tanya Reza dengan mimik muka serius


"Job nyingkirin bos!!" Jawab Ronald

__ADS_1


Keadaan yang semula penuh canda seketika berubah menjadi sunyi, hanya suara Ronald yang bersautan dengan Reza


"Job besar dong??" Tanya Reza


"Ya gak juga lah bos!!" Jawab Ronald


"Di singkirkan maksudnya di singkirin orangnya atau nyawanya?" Tanya Reza


"Ho'oh!" Ucap David mendukung pertanyaan Reza


"Di bikin cedera!!" Jawab Ronald


"Cuma cedera??" Tanya Reza kembali


"Awalnya di bikin cedera, tapi belakangan disuruh bunuh." Jawab Ronald


"Bos perusahaan mana yang jadi target??" Tanya Reza dengan menelisik


"Bos!" Jawab Ronald singkat


"Iya, tau bos. Tapi bos mana?" Tanya Reza singkat


"Ente bos!! Jobnya disuruh bunuh ente!!" Ucap Ronald yang akhirnya memberikan informasi mengenai kelakuan Rico


David dan Reza yang terkejut dengan statement Ronald hanya terdiam seraya saling bertatapan. Setelah saling bertatapan mata dalam beberapa saat, dengan segera mereka mengalihkan tatapan matanya tersebut secara serentak ke wajah Ronald.


"Lho kok pada liat ke sini??" Tanya Ronald dalam hati yang mulai merasa sedikit takut akan terjadi kesalah pahaman.


"Terus kenapa gak dibunuh dari kemarin?" Tanya Reza seraya melirikkan pandangan matanya ke mata Ronald


"Jangankan bunuh, buat nyakitin bos aja saya gak ada niat!!" Jawab Ronald seraya menundukkan wajahnya


"Kalau ngomong gak perlu nunduk!!" Ucap Reza yang ingin melihat raut wajah Ronald saat bicara


Dengan sekejap Ronald mengangkat wajahnya dan menjelaskan secara detail awal pertemuannya dengan Rico. Sementara David yang terus mendengarkan cerita Ronald mencoba mengoperasikan ponselnya untuk mencocokkan cerita Ronald dengan isi pesan percakapan di ponsel Ronald yang di sadap dari ponselnya.


"Sejak awal memang saya berniat mengambil uangnya saja bos!" Ucap Ronald


"Saya informasikan kegiatan bos kepada Rico hanya untuk mengelabuhi dia bos!!" Ucap Ronald kembali


"Dan terakhir saya ajak bos liburan pun untuk mengelabuinya agar seluruh uangnya keluar." Ucap Ronald kembali


"Terus??" Tanya Reza


"Ya terus uangnya udah keluar semua bos!!" Jawab Ronald


"Maksudnya progresnya gimana?" Tanya Reza


"Rico sudah menghentikan perjanjiannya bos, jadi saya udah gak perlu sandiwara lagi di depan Rico kalau saya memang kenal bos dan posisi saya tetap sabagai anak buah bos." Jawab Ronald


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat. Aamiin

__ADS_1


__ADS_2