
Setelah menyelesaikan mandinya, Reza mendatangi Bunga yang sudah berada di meja makan.
"Kamu ada keperluan apa ke kantor sore say??" Tanya Reza
"Aku mau tanda tangan kontrak yank!! Kalau malam kan kantornya tutup." Jawab Bunga
"Ya udah nanti aku anterin." Ucap Reza
"Pake motor siapa yank??" Tanya Bunga memastikan ketersediaan motor
"Pake motor temanku." Ucap Reza seraya berfikir bahwa posisi David masih di taman dan motornya dapat dipinjam dalam waktu tidak lama.
"Teman kamu yang mana lagi?" Tanya Bunga
"Yang lain lagi say!!" Jawab Reza
"Ya sudah makan dulu aja!" Perintah Bunga seraya memberikan piring yang sudah diisi nasi serta dilengkapi dengan sendok serta garpu.
"Sebentar ya!" Ucap Reza seraya menekan tombol telepon
"Kriinngg.. kriiinngg.." Suara dering telpon David
David yang masih asyik ngobrol dengan Ronald di taman tidak mendengar ada suar telpon masuk karena ponselnya di silent, hingga tersadar ada telpon masuk sesaat sebelum mereka berpisah untuk pulang.
"Wah, si bos tadi telpon Nald" Ucap David kepada Ronald
"Ya udah telpon balik aja Vid!" Jawab Ronald memberikan solusi
Dengan tidak menunggu waktu lama, David segera menghubungi Reza
"Krriinngg.." Suara dering telpon Reza yang seketika diangkat dengan cepat.
"Tadi telpon bos??" Tanya David singkat
"Iya Vid, mau pinjem motor sebentar bisa gak Vid?" Tanya Reza singkat
"Bisa bos!" Jawab David kembali singkat
__ADS_1
"Bisa antar ke sini gak? Saya serlok nih kalo bisa." Ucap Reza
"Bisa bos! serlok aja bos!" Pinta David kepada Reza
"Bos mau pinjem motor Nald!" Ucap David memberitahu Ronald yang telah memberikan solusi sebelumnya.
"Oh ya udah antar aja sana!" Ucap Ronald kembali memberi saran
"Iya, nih mau antar. Tapi tunggu serlok dia masuk." Jawab David dengan santai
"Cling.. cling.." Suara notifikasi pesan masuk
"Tuh pesan dari dia kali!" Ucap Ronald seraya melirikkan pandangan matanya ke layar ponsel David
Dengan segera David pun membuka isi pesan yang baru saja masuk tersebut
"Iya bener Nald!" Jawab David seraya melihat nama pengirim pesannya
Dengan seksama, David melihat peta lokasi yang dikirimkan Reza. Diputar ke kanan dan kiri untuk mencari ketepatan lokasi posisinya berada.
"Oh, Deket pintu gerbang ini Nald!" Ucap David seraya memperlihatkan peta lokasi yang telah dibukanya kepada Ronald
"Iya bener Vid, rumah ceweknya bos emang di Deket pintu gerbang. Rumah paling gede." Ucap Ronald memberikan informasi secara detail agar David tidak salah arah.
David yang paham dengan daerah tersebut tidak melihat peta yang dikirimkan Reza, dia mengikuti arah sesuai petunjuk Ronald.
"Rumah paling besar dekat pintu gerbang!" Ucap David dalam hati meyakinkan diri dengan apa yang dilihatnya saat dirinya telah sampai di pintu gerbang utama
"Nah, pasti ini nih!!" Ucap David dengan sedikit senyum karena dengan mudah menemukan
Untuk memastikan rumah tersebut merupakan rumah kekasih Reza, David kembali menghubungi Reza
"Bos, saya sudah di dekat gerbang. Di depan rumah besar yang banyak tanaman Anggrek." Ucap David melalui sambungan telepon
"Iya tunggu sebentar Vid, saya keluar!" Jawab Reza seraya membuka pintu rumah Bunga
"Krek! krek! krek!" Suara pintu pagar dibuka
"Masuk Vid!" Ajak Reza mempersilahkan David memasuki rumah Bunga
__ADS_1
"Taroh situ aja motornya!" Ucap Reza seraya menunjuk garasi mobil bunga
"Makan dulu yuk!! makan bareng sekalian." Ucap Reza melanjutkan pembicaraan sebelumnya.
"Iya bos, terima kasih!!" Jawab David
"Udah, yuk buruan!!" Ucap Reza dengan sedikit memaksa
Atas paksaan tersebut, David pun menyetujui ajakan Reza dan mengikuti langkah Reza menuju meja makan.
"Waw.. cantik banget tuh cewek!!" Ucap David seraya menelan ludah yang hampir tidak dapat tertelan karena menahan panas udara luar
"Oh, iya. Kenalin ini Bunga!" Ucap Reza kepada David
"Ini David temen aku say!! teman Ronald juga!!" Ucap Reza kepada Bunga seraya
Sebagai rasa penghormatan, Bunga tersenyum seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat. Sementara David yang merasa dihargai keberadaannya membalas senyum dan menerima jabatan tangan Bunga
"Widiihh.. manis banget!! tangannya juga lembut!!" Ucap David dalam hati yang sedikit terlena dalam khayalan hingga membuatnya lupa melepaskan tangan Bunga
"Eh! Eh! Vid!! lepasin dong!! malah bengong!!" Ucap Reza yang kesal karena David terlihat menyukai Bunga
"Eh iya, maaf.. maaf!" Ucap David kepada Reza serta Bunga karena terbawa suasana.
"Udah ayo makan!! Say, piringnya mana?" Tanya Reza karena dilihatnya hanya ada 2 (dua) piring makan dan keduanya sedang terpakai.
"Sebentar yank aku ambil dulu!" Jawab Bunga seraya beranjak dari tempat duduknya yang kemudian melangkah kakinya ke dapur.
"Bos bisa nemu cewek kayak gitu dimana ya? udah nurut, mau masak, cantik lagi?!" Ucap David kembali dalam hatinya.
"Andaikan aja bukan pacar bos!!" Ucap David tak disengaja secara lirih
"Kalo bukan pacar saya kenapa???" Tanya Reza mulai kesal
"Enggak bos, enggak!!" Jawab David yang kemudian mengalihkan pembicaraannya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
__ADS_1
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat. Aamiin