
Reza yang kembali ke rumah Bunga untuk makan siang segera memberi informasi kepada Bunga perihal ajakan refreshing ke pulau seribu oleh Ronald.
"Ronald itu siapa yank??" Tanya Bunga
"Teman lama say!" Jawab Reza seraya mengunyah makanan yang sudah berada di dalam mulutnya
"Owh.." Jawab Bunga singkat
"Gimana, kamu mau gak say?" Tanya Reza
"Aku off sih yank, ada temen yang ngajak tukeran shift katanya ada keperluan minggu depan. Jadi minggu ini dia masuk." Ucap Bunga yang disusul dengan menyuapkan nasi yang sudah berada disendoknya.
"Terus mau gak??" Tanya Reza
"Ya mau aja!" Jawab Bunga seraya mengunyah
"Ya udah nanti aku bilang ke Ronald." ucap Reza
Setelah makan, Reza menghubungi Ronald. Dia menginformasikan mengenai keikut sertaannya dalam acara refreshing tersebut..
"Ya sudah bos, Jumat jam 3 (tiga) sore saya tunggu di taman
"Oke!" Jawab Ronald.
"Nald, jangan lupa panggil saya Reza!" Pinta Reza yang masih tidak ingin identitasnya diketahui oleh istri Ronald maupun Bunga.
"Oke bos!" jawab Ronald menyetujui.
Hingga akhirnya tiba pada waktu yang telah mereka sepakati, Reza dan Bunga pun menanti kedatangan Ronald di taman dekat danau. Seraya menanti, mereka memesan orange juice di salah satu restoran yang lokasinya dapat digunakan untuk memantau kedatangan Ronald.
Belum sampai habis minuman yang mereka pesan, seketika ponsel Reza menerima pesan dari Ronald yang memberitahukan bahwa posisinya sudah mendekati danau.
Sementara David yang beberapa hari lalu diperintahkan Reza untuk mengawasi Ronald, kini mulai menjalankan tugasnya. Dalam misinya tersebut, David mengikuti pergerakan Ronald dengan mengikuti signal ponselnya. Perlu diketahui bahwa David merupakan anak buah Reza yang sangat cerdas dalam hal teknologi, dia mampu mengcopy data kartu kredit orang yang melintas di dekatnya dengan sensor yang terpasang pada ponselnya.
__ADS_1
Bermodalkan kepandaiannya, David lebih memilih bekerja sebagai freelance dari pada bekerja pada perusahaan yang terikat secara waktu maupun tenaga.
"Kita mulai permainannya Nald!!" Ucap David dalam hati seraya membuka salah satu aplikasi di ponselnya.
"Wah, Ronald udah gila kali ya??" Ucap David seraya terus menscroll percakapan Ronald dengan Rico yang dia remote dari kejauhan.
"Owh, mungkin dia pengin mati konyol di depan istrinya kali!!" Ucap David kembali
"Isengin ah!!" Ucap David yang ingin menggoda Ronald
David yang mempunyai beberapa ponsel seketika mengeluarkan ponsel lainnya untuk mengirimkan pesan kepada Ronald
"Kalo liburan ngajak-ngajak dong Nald!!" Ucap David yang dikirimkan melalui pesan what***p
Ponsel Ronald yang saat itu berada genggaman sang istri segera dibaca.
"02??" Ucap Istri Ronald dalam hati
Dengan menaruh curiga istri Ronald mendatangi Ronald yang sedang duduk santai di depan kamar penginapannya
"Apaan sih mah??" Tanya Ronald yang belum paham dengan maksud pertanyaan sang istri
"Liat aja tuh chat!! kalau mau selingkuh tuh yang profesional!!" Ucap istri Ronald dengan suara kencang.
Karena ingin tahu penyebab istrinya marah, Ronald pun segera membuka pesan yang berada pada ponsel yang beberapa saat lalu dilemparkan ke tubuhnya
"David??" Ucap Ronald dalam hati dengan mata yang seketika terbelalak
"Mau ngelak apa lagi kamu??" Teriak istrinya seraya menunjuk wajahnya.
Ronald yang tak ingin melihat istrinya makin emosi segera menghubungi nomor tersebut.
"Tuuuutt.. Tuuuutt.. Tuuuuttt" Suara sambungan telepon
"Parah!! Parah!! Parah!! Banyak duit gak inget temen!!" Ucap David yang seketika menembak tanpa membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Tuh!!" Ucap Ronald seraya menunjukkan layar ponselnya ke mata istrinya
"Bukan gitu Vid!!" Ucap Ronald yang tidak banyak bicara karena sudah merasa posisinya tidak aman jika David sudah muncul
"Ya udah ya!!" Ucap David yang kemudian mematikan ponselnya secara sepihak tanpa memberikan kesempatan kepada Ronald.
"Udah puas?!!" Tanya Ronald dengan nada sedikit kesal kepad istrinya.
"Iya pah, maafin mamah!!" Ucap istri Ronald yang kemudian mendekap Ronald seraya mengajaknya masuk ke dalam penginapan.
"Biasa deh kalo udah ngerasa salah minta maafnya ngajak ke kasur!!" Ucap Ronald
"Ayo dong!!" Ucap istri Ronald menggodanya seraya tersenyum
Ronald yang selalu tidak tahan dengan godaan sang istri segera mengikuti kehendak istrinya, namun dalam pergulatannya kali ini pikiran Ronald terfokus ke Reza. Dia tidak tahu apa yang akan menimpanya jika Reza salah paham dengannya.
"Pah, kok malah diam sih!!" Protes istri Ronald terhadap aksi ranjang Ronald yang tidak seperti biasanya.
"Mamah aja ya!! Papah lagi capek nih!!" Ucap Ronald yang memerintahkan istrinya mengendalikan permainan ranjangnya.
Mendengar perintah sang suami, istri Ronald tersebut segera mengambil alih posisinya sebagai pengendali.
"Waduh, mesti ngomong ke bos nih. Biar gak ada salah paham!" Ucap Ronald dalam hati dengan pandangan mata menerawang ke atap plafon penginapan.
"Pah!! Kok gak enak banget sih!!" Protes kembali istri Ronald
Kesal dengan protes istrinya yang tidak memahami kondisinya yang sedang panik, Ronald segera mengambil alih sebagai pengendali dan memuaskan istrinya berkali-kali hingga istrinya menyerah dan memerintahkan untuk berhenti.
Sementara di penginapan lain Reza dan Bunga yang selalu menutup pintu kamar penginapan dan mematikan ponselnya, Reza memberi isyarat kepada Ronald agar tidak mengganggu kegiatan mereka di dalam kamar penginapan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di like setiap bab, love dan rate ya!!
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, semoga pembaca sehat dan sukses selalu! Aamiin