Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Batin Yang Tersiksa


__ADS_3


Jari jemari Nana terasa dingin, wajahnya berubah pucat serta tubuhnya menjadi lemas. Saat itu Nana tidak dapat berfikir apapun, yang dia inginkan hanya bisa terbebas dari situasi ini. Dengan perlahan dia berjalan meninggalkan tempat yang membuatnya hampir pingsan.


Sesampainya dikamar, Nana masih tidak percaya dengan tindakan Rico yang memesan kamar kost sementara rumahnya pun tidak jauh dari sini.


"Apa jangan-jangan dia menyewakan kost untuk pacarnya ya??" Tanya Nana dalam hati yang sedang bergejolak dengan rasa keingin tahuannya.


Kreeeeekkk!! Bunyi suara pintu terbuka


Terdengar suara pemilik kost berbicara dengan seorang laki-laki yang suaranya sudah familiar di telinganya.


"Lho kok seperti suara Rico?? Iya, iya benar itu suara Rico!!" Ucap Nana meyakinkan hatinya.

__ADS_1


Tidak lama terlibat percakapan, tiba-tiba terdengar suara pintu tertutup dan kembali terjadi keheningan. Nana yang sangat ingin tahu kejadian sebenarnya segera menghubungi nomor telepon yang tercantum pada papan nama yang dipasang didepan rumah kost.


Alangkah terkejutnya Nana setelah mendengar dari pemilik kost bahwa penyewa kamar kost yang baru saja masuk adalah Rico, dan pemilik kost tersebut pun menjelaskan bahwa Rico menyewa kamar kost untuk 1 (satu) tahun kedepan. Ingin sekali Nana menceritakan kejadian ini kepada Siti namun dia terikat dengan perjanjiannya untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang hubungan mereka.


"Aduh perutku makin terasa lapar!!" Ucap Nana dengan kedua tangannya yang ditekankan di perut.


Dalam sakitnya akibat menahan lapar, Nana mendengar bunyi kendaraan dan setelah dilihat melalui jendela kamar ternyata Rico pergi membawa mobilnya.


"Alhamdulillah dia pergi, aku harus cepat membeli makan dan membeli persediaan makanan sebelum dia datang lagi!!" Tekad Nana seraya berjalan dengan sedikit tergesa - gesa.


Tidak lama Nana masuk ke dalam kamar kostnya, Rico datang membawa tas yang diduga berisi pakaian dan peralatan mandi. Nana merasa tenang melihat Rico datang sendiri walaupun hanya dari sebuah jendela, hingga prasangka buruk yang pernah dia pikirkan dapat terpatahkan.


Semakin malam udara yang berhembus dirasakannya semakin dingin, angin yang semula menyejukkan tubuh kini terasa menusuk tulang-tulang ditubuhnya dan pergerakan kelopak mata menjadi lebih sering menutup dengan sendirinya membuat Nana mengambil keputusan untuk tidur. Dalam tidurnya Nana terlihat sangat nyenyak sampai tidak mendengar Rico mengeluarkan mobilnya dari parkiran kost.

__ADS_1


Rico mengeluarkan mobilnya pada dini hari sekitar pukul 2 (dua) tepatnya setelah membaca status what**p Bunga yang mengatakan "Hadeeuhh.. mogok!!"


Dengan paniknya Rico menghubungi Bunga menanyakan posisinya


"Kamu dimana Bunga?" Tanya Rico yang ingin jawaban cepat melalui ponselnya


"Di dekat perempatan XXX." Jawab Bunga


"Ya sudah kamu kirim lokasi!! Aku jemput kamu sekarang. Kamu tunggu di dalam mobil dan kunci!!" Perintah Rico yang diikuti oleh Bunga


Seraya berjalan menuju parkiran kost, Rico menghubungi bengkel resmi yang beroperasi 24 jam dan kemudian melajukan kendaraannya dengan cepat.


Sesampainya di tempat kejadian perkara dan bertepatan dengan datangnya mobil derek, Rico memerintahkan Bunga menunggu di dalam mobilnya sementara dia mengurus proses evakuasi. Setelah mobil Bunga berhasil dievakuasi, mereka segera pulang dan mengantarkan Bunga hingga depan pagar rumahnya.

__ADS_1


Nana yang saat itu terbangun melihat ke jendela dan mendapati Rico mengantarkan Bunga kemudian setelah Bunga menutup pagar rumahnya, Rico segera memasukan mobilnya ke dalam parkiran kost.


"Lho kok Rico sama Tante Bunga?????" tanya Nana dalam hati


__ADS_2