
"Maksudnya gimana bos??" Tanya David
"Kamu mau tahu kan yang namanya Rico?? yang tadi siang diceritakan Ronald??" Tanya Reza
"Itu yang di jendela itu bos??" Tanya David
"Iya!!" Jawab Reza singkat seraya menarik napas panjang
"Ya udah sekarang bos beli bunga aja buat gantiin yang ancur itu!!" Ucap David memberi solusi agar Bunga tidak marah
"Beli dimana udah mau Maghrib kayak gini??!" Tanya Reza dengan pikirannya yang terlihat buntu
"Di itu lho bos, di tempat yang waktu adik bos kecelakaan. Itu kan tempat jualan Bunga 24jam." Jawab David menunjukkan tempat yang pernah dikunjunginya.
"Oh iya, ya sudah kita kesana Vid!" Ajak Reza dengan semangat.
"Siap bos!!" Jawab David seraya mengikuti langkah Reza dengan semangat.
Sesampainya di tempat yang dituju, Reza memesan berbagai jenis bunga Anggrek serta meminta pemilik kios bunga tersebut menanamkan di rumah Bunga karena mereka berdua sama sekali tidak menguasai medan tanaman.
"Saya pesan semua jenis anggrek mas!!" Ucap Reza yang tidak tahu mana anggrek yang diminati dan yang tidak.
"Sini bang kalau mau liat semua jenis anggrek!!" Ucap Pemilik kios bunga yang meminta Reza mengikuti langkahnya.
"Wah, bagus-bagus banget mas. Bisa diantar dan ditanam sekarang gak mas??" Tanya Reza kepada pemilik kios bunga tersebut.
"Kalau malam agak repot bang" Jawab pemilik kios bunga
Karena masih merasa bersalah atas kebodohannya, David berusaha menebus kesalahannya dengan membayar biaya penanaman serta transport orang yang akan menanam bunga tersebut.
__ADS_1
"Kalau dipanggil disuruh nanam di rumah orang kena tarif berapa Mas??" Tanya David
"Tergantung banyaknya pohon dan jaraknya bang!!" Jawab pemilik kios
"Kalau pohon ini semua dan rumahnya di daerah XXX berapa kena chargesnya Mas??" Tanya David kembali
"Yasa sekitar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) lah bang!!" Jawab pemilik kios memberi perkiraan biayanya
"Saya bayar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) gimana Mas?" Nego David kepada pemilik kios agar dia bersedia menanam di malam ini.
"Pokoknya Masnya tinggal nanam aja deh, nanti ongkos pulang dan perginya saya yang bayar." Ucap David kembali bernego
"Hmmm.. boleh deh bang!!" Jawab pemilik kios.
Setelah kedua belah pihak setuju atas biayanya, mereka segera memindahkan bunga yang diinginkan ke atas mobil bak milik penjual bunga dan melajukan kendaraannya.
Sesampainya di rumah Bunga, Reza menyalakan lampu tembak yang memang sudah terpasang di rumah Bunga sebelumnya untuk menerangi proses penanaman bunga yang baru saja dibeli.
Reza dan David yang mengisi waktu luang menunggu pemilik kios bunga tersebut menanam dengan mengobrol hanya dapat membelalakkan matanya saat menyaksikan semua bunga berhasil ditanam dalam waktu singkat.
"Haa!! cepet banget Vid!!" Ucap Reza antara percaya dan tidak percaya dengan yang dilihatnya.
"Eh iya bos!!" Jawab David singkat dengan terus memperhatikan pemilik kios bunga
"Udah kayak bangun candi ya bos??!!" Ucap David meneruskan percakapan sebelumnya
"Ini bunganya segar terus atau layu dulu baru segar ya Mas??" Tanya Reza
"Semoga segar terus Bang!!" Jawab pemilik kios bunga
"Besok saya ke sini lagi aja deh Bang, buat mastiin kondisinya" Ucap pemilik kios bunga
__ADS_1
"Iya boleh Mas." Jawab Reza seraya tersenyum karena merasa senang
Karena hari telah malam, pemilik kios bunga tersebut segera pamit pulang. Namun karena perjalanan ke arah kiosnya searah dengan perjalanan ke tempat Bunga bekerja, Reza pun berinisiatif mengantarkan pemilik kios bunga tersebut pulang.
Sesampainya di rumah, ternyata Bunga merasakan ada sesuatu yang baru dengan tamannya. Ada yang berbeda dari biasanya, yaitu lebih banyak bunganya.
"Yank, ini bunga kok tambah banyak ya?" Tanya Bunga kepada Reza
"Iya say, tadi aku pergi sama David nambahin bunganya." Jawab Reza
"Tapi bunga Mawar aku kok jadi gak ada yank??" Tanya Bunga
"Masa sih??!! Bukannya waktu itu di petik Nino yang di kasih ke Nana??" Tanya Reza kembali
"Tapi masih ada 2 (dua) pot lagi." Ucap Bunga mempertahankan daya ingatnya
"Ya sudah besok aku beliin lagi say!!" Jawab Reza
Bunga hanya terdiam mendengar jawaban Reza, namun saat Bunga masuk ke ruang tamu, dia mendengar David berbicara kepada Reza mengenai bunga yang rusak
"Gimana bos? Kak Bunga curiga gak??" Tanya David
"Curiga dikit, tapi gak usah di bahas. Biar aja nanti saya telpon tukang bunganya suruh bawa Mawar yang banyak." Jawab Reza
"Loh, kok bunga rusak?? maksud mereka apa??" Tanya Bunga dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin