
"Apa kabar boss??" Sapa Ronald kepada Reza
"Baik Nald!!" Jawab Reza singkat
"Ini boss gak salah??" Tanya Ronald seraya memandang Reza dari kepala hingga kaki.
"Tolong kondisikan jangan sampai ada yang tahu tentang saya!!"Perintah Reza yang tetap orang lain melihatnya sebagai petugas kebersihan
"Oke boss!!" Jawab Ronald singkat
"Gimana, gimana boss??" Ucap Ronald meneruskan kata-katanya
"Gini Nald, tadi saya dapet telpon dari PT Bank XXX. Dia mau pakai jasa penagihan buat nagihin piutangnya kepada orang." Ucap Reza
"Terus, terus??!" Tanya Ronald ingin tahu
"Kamu handle bisa kan??" Tanya Reza kepada Ronald
"Cuma nagih saja atau gimana boss??" Tanya Ronald
"Antar surat peringatan dulu, nanti kalau gak ada respon sita rumahnya."Perintah Reza kepada Ronald seraya menyerahkan surat peringatan yang dibuat oleh perusahaan pemberi hutang.
"Oke boss!!" Ucap Ronald seraya mengambil surat yang diberikan Reza dan menyimpan di dalam tas yang selalu dibawanya.
Sesampainya di rumah yang dimaksud, Ronald mendapati rumah tersebut dalam keadaan tidak berpenghuni dengan sampah dedaunan kering yang berhamburan.
"Ini rumah ada orangnya gak ya?? kok kayak kosong." Ucap Ronald dengan lirih
Karena beberapa kali bell ditekan serta pintu diketuk namun tidak mendapat respon dari dalam rumah, akhirnya Ronald menghubungi Reza kembali
__ADS_1
"Kriing..kriing.. kringg.." Suara dering ponsel Reza
"Boss, gimana nih gak ada orangnya??!" Tanya Ronald
"Taruh di bawah pintu saja!! Jangan lupa taruh pemberat di atasnya biar gak terbang. Terus foto sebelum kamu pergi!" Jawab Reza mengarahkan
"Sudah boss!!" Ucap Ronald melaporkan progress pekerjaannya
"Oke, kamu langsung pulang aja. Nanti saya transfer uang jalannya." Ucap Reza
"Inget ya, jangan ada yang tahu identitas saya!! Saya mau orang tahu identitas saya seperti sekarang ini.!!" Ucap Reza melanjutkan ucapan sebelumnya
"Oke boss!!" Jawab Ronald yang kemudian melajukan motornya kembali ke rumahnya.
Setelah tiba di rumahnya, Ronald segera makan dan istirahat. Namun karena terlalu lelah, dalam istirahatnya Ronald memutuskan untuk tidur. Dia lupa menitipkan pesan kepada istrinya untuk membangunkannya saat adzan Maghrib berkumandang, sehingga baru terbangun dengan sendirinya pada waktu dini hari.
"Haahh... jam 2 (dua)??" Ucap Ronald dalam hati
"Saya ada janji sama Rico lagi!!" Ucap Ronald melanjutkan pembicaraannya dalam hati
"Kok Rico gak hubungi ya, apa dia mau cancel atau gimana ya?" Masih dalam ucapannya yang dilakukan dalam hati
"Biar aja lah, nanti juga dia hubungi lagi." Jawab Ronald masih dalam hatinya.
Sebulan kemudian...
Reza kembali menghubungi Ronald untuk menemuinya pagi hari tepatnya sebelum matahari terbit, kali ini dia memberikan instruksi kepada Ronald untuk memberi tanda sita pada rumah yang dikirimnya surat peringatan sebulan yang lalu.
"Tolong kamu kasih papan tanda sita di depan pagar rumah dan pintu masuk rumah kemarin ya!! Kalau orangnya ada suruh datang ke PT Bank XXX" Perintah Reza seraya memberikan segelas kopi yang dibelinya dari pedagang kopi keliling
"Makasih boss!!" Ucap Ronald ketika menerima kopi dari Reza
__ADS_1
"Udah makan belum??" Tanya Reza kepada Ronald
"Belum boss, bini belum masak!!" Jawab Ronald jujur
"Nasi uduk di tikungan situ enak lho!! Nih nanti kamu cobain aja!!" Ucap Reza seraya memberikan selembar uang kertas berwarna merah yang diambil dari sakunya.
"Wah, makasih lagi nih boss!! Pagi-pagi rejeki nomplok." jawab Ronald seraya memasukkan uang tersebut ke saku jaketnya.
Setelah menyantap nasi uduk, Ronald mengambil motornya yang di parkir di dekat danau. Saat mengambil motor dia bertatapan dengan Reza memberi kode bahwa dirinya akan segera menjalankan instruksinya.
Disaat yang sama mobil Rico melintas, di pagi itu Rico bermaksud ingin mengambil barang-barang yang masih berada dirumahnya, namun saat melintas di dekat danau dia melihat Ronald hendak pergi dengan sepeda motornya dan searah mata memandang dia pun melihat Reza yang sedang membawa sapu lidi berseragam kerja.
"Itu kan Ronald, kok dia dari taman sepagi ini. Apa dia udah jadi gembel tidur di taman??" Gumam Rico dalam hati
"Lho, itu laki-laki yang sama Bunga?? Oh dia tukang sapu??" Ucap Rico yang sedikit lega karena melihat pesaingnya adalah petugas kebersihan taman
"Hahahaha... Bunga! Bunga! cari duit gak kenal waktu, pergaulan gak kenal wilayah, eh dapetnya cuma tukang sapu!!" Umpat Rico dalam hati
Ketika Ronald sampai di rumah yang pernah didatanginya sebulan yang lalu, dia sangat terkejut karena tidak lama Rico pun mendatangi rumah tersebut.
"Lho kok dia tau saya disini??" Tanya Ronald dalam hati
"Lho kok di motor Ronald ada papan sita??" Tanya Rico dalam hati
Keduanya saling bertanya dari jarak pandang yang sedikit jauh tanpa pandangan mata, mereka hanya mengandalkan feeling-nya saja karena Rico mengenali ciri fisik sepeda motor milik Ronald sementara Ronald pun mengenali ciri fisik mobil Rico.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya...
Buat para pembaca yang baru saja bergabung, jangan lupa dibaca dan dilike seluruh bab tanpa ada yang dilewati ya, untuk membantu penulis menaikkan level.
__ADS_1
Terima kasih telah mampir di karya saya,
Semoga kita semua sehat dan sukses selalu!!