
Ibarat nasi telah menjadi bubur, itu lah pepatah yang dirasakan Nana. Nana yang telah terlihat pasrah dengan apa yang menimpanya hanya bisa mencari solusi. Dimulai sejak dia melihat foto ibunya yang sudah menua dengan kerutan di wajah dan leher serta tonjolan urat ditangan dan kakinya akibat kerja kerasnya membantu suami untuk membesarkan anaknya, jiwanya kini mulai bangkit. Perlahan tapi pasti dia menghentikan isak tangisnya dan belajar untuk tersenyum.
"Aku harus bangkit!! Aku akan bangkit demi ibu!!" Sumpah Nana membulatkan tekad dalam hatinya.
Nana yang telah menghentikan tangisnya segera membersihkan rumah Rico, dia akan menanti kedatangan Rico untuk membicarakan mengenai janin yang di rahimnya, dia akan jujur membicarakan semuanya tanpa ada sedikitpun yang disembunyikan.
"Mungkin memang harus dengan jalan seperti aku menjalani hidupku!!" Ucap Nana berbicara pada dirinya sendiri dengan wajah yang terlihat lebih bebas dari tekanan
"Andaikan ini hukuman dari Tuhan atas perbuatan dosaku sebelumnya, aku ikhlas!!" Ucap Nana dalam hati seraya mengelap kaca meja makan yang telah disemprotkan disinfektan sebelumnya.
Masih dalam keadaan membersihkan meja makan, Nana merasakan sakit di kepalanya, sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya hingga membuat pandangan mata Nana menjadi gelap dan tak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi saat dirinya kehilangan kesadaran hingga saat tersadar dirinya sudah berada di IGD rumah sakit terdekat.
"Dimana ini??" Gumamnya dalam hati
"Ini dimana??" Tanya Nana kepada suster yang sedang melintas di hadapannya.
"Ibu di rumah sakit, ibu tenang ya, perbanyak istirahat!! " Perintah suster dengan senyum ramahnya
__ADS_1
"Rumah sakit??" Ucapnya dalam hati dengan penuh pertanyaan mengapa sampai dirinya berada disana.
"Maaf sus, saya kenapa ya?" Tanya Nana dengan raut wajah yang masih terlihat bingung
"Ibu tadi tak sadarkan diri, suami ibu yang membawa kesini" Jawab Suster
"Suami saya??" Ucap Nana dalam hati
"Suami saya kemana sus?" Tanya Nana yang masih dalam keadaan bingung
"Tadi suami ibu pergi tergesa-gesa setelah menerima telpon dan menitipkan ibu ke suster jaga" Jawab suster memberikan informasi keberadaan Rico kepada Nana
"Ibu.. Bu.. ibu!! Ibu kenapa menangis??" Tanya suster dengan setengah menelisik
"Gak apa-apa sus!!" Jawab Nana yang tidak ingin ada orang lain mengetahui masalahnya
"Jangan sedih Bu, kasian janin yang ada di rahim ibu. Ibu sedih bisa berpengaruh ke janin lho Bu!!"Ucap suster memberikan nasihat kepada Nana
"Iya sus." Jawab Nana singkat.
__ADS_1
"Tadi dokter juga sudah bicara dengan suami ibu supaya lebih menjaga ibu karena usia kandungan ibu masih muda dan masih rawan keguguran." Jawab suster yang sangat mengejutkan Nana
Mendengar ucapan suster tersebut, mata Nana seketika terbelalak dan tubuhnya menjadi kaku. Tak sepatah katapun Nana berbicara apalagi merespon ucapan suster. Seraya memantau keadaan pasien lain dengan pandangan matanya, suster tersebut tidak menyangka kalau diamnya Nana merupakan respon yang biasa. Dan saat ditolehnya Nana sudah dalam keadaan tidur.
"Cepat sekali ibu ini tidurnya" Ucap suster seraya menyelimuti tubuh Nana dengan selimut yang disediakan pihak rumah sakit
Suster yang tidak mengetahui bahwa tidur yang Nana alami adalah pingsan, segera mendatangi dokter untuk menginformasikan kondisi pasien. Dan setelah sadar, dokter memperbolehkan Nana pulang dengan memberikan vitamin secukupnya.
"Ibu mai pulang naik apa?" Ucap suster dengan sedikit mengkhawatirkan keadaan Nana
"Saya naik ojek online sus!!" Jawab Nana
"Ibu yakin bisa pulang sendiri?? Tunggu suaminya dulu saja Bu!!" Ucap suster
"Saya bisa sus, terima kasih sudah membantu merawat saya!!" Ucap Nana mengakhiri percakapannya dengan suster yang telah merawatnya.
Setelah menaiki ojek online yang dipesannya, Nana berpesan kepada pak supir untuk berhenti sejenak di dekat danau karena dia ingin melihat indahnya danau saat pagi hari. Saat mobil yang dinaikinya sampai di tempat yang diminta, Nana segera berjalan mendekati danau karena ingin menyentuh airnya, namun saat akan menyentuh air, dia dihadapkan dengan sebuah pemandangan yang tak diharapkannya dilihat yaitu Rico dan Bunga sedang bercanda ria seraya menjemur badan. Dengan seketika Nana segera membalikkan tubuhnya dan berlari ke dalam mobil yang disewanya
"Tega sekali dia!! mungkin baginya aku hanya sampah yang tak berguna!!!" Ucap Nana membatin seraya menahan sesak di dada karena malu menangis di depan supir.
__ADS_1