Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pertengkaran


__ADS_3


Sesampainya di rumah Nana mengisi waktu istirahatnya dengan menyaksikan video yang terdapat di aplikasi you**be, terlalu asyiknya menonton Nana tidak tahu kalau Rico sudah pulang.


Dengan wajah yang terlihat sedang tidak bersabahat, Rico diam seribu bahasa. Segala keperluannya dia siapkan sendiri. Sementara Nana yang curiga mendengar sebuah suara misterius berusaha mencarinya. Alangkah terkejutnya Nana melihat Rico menggunting pakaian yang baru saja dibeli.


"Rico, kamu sudah lama pulang??" Tanya Nana dengan wajah sumringah


Rico yang diam seribu bahasa hanya melirikkan matanya sesaat dan kembali melanjutkan menggunting pakaiannya.


"Kamu sudah lama pulang?? Maaf aku tadi gak denger kamu pulang!!" Ucap Nana dengan nada lemah lembut


Rico yang masih saja terdiam seketika membuang tubuhnya membelakangi Nana. Nana berusaha untuk tetap bersabar, dia berfikir kalau ini meeupakan bagian dari cobaan yang harus dia lewati.


"Aku harus terus bersabar, mungkin ini awal dari kebahagiaanku" Pikir Nana seraya memandang kepala Rico dari belakang.


"Rico, mau kubantu??" Ucap Nana seraya memindahkan tubuhnya tepat berada di depan Rico


Rico segera memalingkan kembali wajah dan tubuhnya dari hadapan Nana, Nana yang tetap berusaha baik kepada Rico memindahkan kembali tubuhnya ke hadapan Rico


"Kamu ngapain sih, bisa kan gak didepanku??!! Tanya Rico

__ADS_1


"Iya Co!!" Jawab Nana yang merasa sedikit takut akan amarah Rico


"Iya!! iya!! Ya sudah minggir!!! Malah diem aja!" Ucap Rico dengan nada kesal


Nana segera memindahkan tubuhnya dari hadapan Rico dan mengatur pernapasan serta mengatur fungsi organ tubuh lainnya guna mempersiapkan mendengarkan jawaban Rico atas pertanyaan yang akan diberikannya


"Rico.. kamu kenapa?? kenapa secepat itu kamu berubah??" Tanya Nana dengan muka ramah.


"Rico... tolong kasih saya penjelasan!!"Ucap Nana kembali bicara


"Rico.. aku bicara sama kamu!!" Ucap Nana yang terlihat mulai kehilangan sedikit kesabaran


"Rico!!!" Teriak Nana


"Oh kamu sudah berani teriak??!!" Tanya Rico dengan suara pelan namun penuh dengan emosi


"Aku sudah berkali-kali menghubungi kami tapi kamu selalu sibuk dengan dunia kamu!!"Ucap Nana yang mulai berani protes akibat sikap Rico yang dianggapnya sudah melewati batas kewajaran.


"Terus mau apa?? mau ngomong apa??!!" Tanya Rico dengan membalas teriakan Nana


"Aku ingin kita bicara baik-baik Rico, aku ingin setiap ada masalah kita selesaikan dengan kepala dingin!!" Pinta Nana kepada Rico dengan menurunkan volume suaranya

__ADS_1


Mendengar Nana bicara seperti itu Rico hanya menanggapinya dengan tertawa kecil dan pandangan mata sinis.


"Kamu jangan cuma bisa ceramah tanpa melihat diri sendiri!! Kamu lihat diri kamu sendiri lah!!" Ucap Rico dengan nada volume yang disesuaikan dengan Nana


"Lho... aku??!!"Tanya Nana seraya mengerutkan dahinya


"Iya, kamu!! Apa kamu bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin??" Jawab Rico yang diikuti dengan pertanyaan kembali


"Maksud kamu??" Tanya Nana yang makin tak paham dengan ucapan Rico


"Kamu ingatkan saat aku pulang pagi dan kamu nangis??!!"Tanya Rico


"Terus hubungannya apa??" Tanya Nana singkat


"Alasan kamu kangen orang tuamu kan??!!" Tanya Rico


"Terus salahku dimana kangen sama orang tua??!!" Tanya Nana


"Itu cuma alasan kamu karena kamu gak suka aku pulang pagi kan??!!" Tanya Rico yang membuat Nana merasa terpojok


"Astaghfurillah.." Ucap Nana yang tidak tahu harus berkata apa menanggapi ucapan Rico

__ADS_1


"Saya paling gak suka sama perempuan yang ada masalah sedikit nangis terus pulang ke rumah orang tuanya!! Mau apa?? Mau curhat??!!" Tanya Rico yang kembali mengeluarkan nada tinggi.


__ADS_2