Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Di Tangkap Polisi


__ADS_3


Reza yang masih menaruh dendam kepada pelaku terpaksa harus bersabar menanti kepulihan ingatan Bunga. Dia tidak bisa memaksa Bunga untuk mengingat karena sesuai ucapan suster sebelumnya bahwa Bunga kehilangan memori jangka pendek dan akan membaik dalam hitungan jam.


"Ibu Bunga, untuk sementara ibu istirahat di sini dulu ya! kalau nanti sudah membaik baru bisa pulang" Ucap suster yang mengantar Bunga ke ruang rawat inap.


"Terima kasih suster!" jawab Bunga seraya tersenyum.


Tidak lama dari kepergian suster tersebut, dokter visit pun datang memeriksa kondisi Bunga. Dalam memeriksa, sang dokter didampingi oleh suster lain yang bertugas sebagai asisten sang dokter.


"Ibu Bunga, untuk malam ini ibu menginap di sini dulu ya! saya lihat perkembangannya sampai besok siang. Kalau membaik saya referensikan untuk pulang, kalau belum membaik tandanya harus ada pemeriksaan lain dan ibu belum bisa pulang" Ucap dokter setelah memeriksa detak jantung serta tekanan darah.


"Iya dok!" Jawab Bunga menyetujui perintah dokter


"Oh iya, maaf bapak suaminya?" Tanya dokter kepada Reza


Reza yang di satu sisi ingin mengakui Bunga sebagai istrinya dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan Bunga namun di sisi lain dia tidak bisa menunjukkan kartu keluarganya jika pihak rumah sakit memintanya hanya dapat terdiam


"Bukan dok, suami saya sedang tugas luar kota." Jawab Bunga dengan lancar


"Nama suami ibu siapa??" Tanya dokter kepada Bunga seraya menguji daya ingatannya.


"Rico dok, Rico Setiawan!!" Jawab Bunga tanpa ada kesalahan pengucapan.


"Bapak ini siapanya ibu Bunga?" Tanya dokter menguji kembali ingatannya.


"Dia...... gak tau dok!!" Jawab Bunga seraya melihat Reza dengan pandangan kosong.


"Ya sudah ibu sekarang istirahat aja ya! nanti akan ada suster yang ngecek kesehatan ibu secara berkala. Saya permisi ya!! Ucap dokter seraya melangkahkan kakinya keluar kamar yang diikuti oleh langkah suster pendamping.

__ADS_1


Tidak lama setelah pergi bersama pak dokter, suster tersebut kembali lagi dengan membawa obat untuk dikonsumsi setelah makan siang. Dan setelah mengkonsumsi obat yang diberikan, Bunga terserang rasa kantuk yang sangat hebat hingga akhirnya tertidur. Seraya menunggu Bunga terbangun, Reza yang sudah merasa lapar berusaha keluar rumah sakit untuk mencari makan. Namun alangkah terkejutnya Reza saat kembali mendapati Bunga yang sudah terbangun.


"Kamu udah bangun say??" Tanya Reza kepada Bunga


"Lho, Masnya kok disini?" Tanya Bunga dengan pandangan mata terheran


"Iya." Jawab Reza singkat


"Kamu yang kerja di taman danau kan? Apa kamu yang bawa saya ke sini?" Tanya Bunga kembali dengan pandangan mata yang sudah tidak sekosong sebelumnya.


"Iya." Jawab Reza kembali singkat seraya menguji ingatan Bunga sudah sejauh mana dia kembali mengingat


"Ibu Bunga suaminya mana? kok gak kesini?" Tanya Reza mencoba kembali menguji daya ingat Bunga


"Saya gak punya suami, saya sudah bercerai!" Jawab Bunga dengan daya ingat yang sudah kembali sekitar 70%


Sebagai kekasihnya, Reza terus setia menemani Bunga. Dia berusaha selalu ada di saat Bunga membutuhkan bantuan sekecil apapun. Sementara Bunga yang merasa mendapatkan perhatian lebih dari Reza walaupun belum mengingat Reza kekasihnya namun sudah merasa ada kenyamanan saat berada di sisi Reza.


Ketika suster datang membawa obat untuk di konsumsi pada sore hari, suster menekan urat nadi yang berada di tangan Bunga untuk mengetahui denyutnya, dan akibat perlakuan suster tersebut Bunga menjadi tersadar dan sudah memanggil Reza.


"Yank.." Ucap Bunga


Reza yang sedang memainkan ponselnya seraya duduk sontak bangkit dari tempat duduknya. Dia segera meletakkan ponselnya dan mendatangi Bunga untuk mendekapnya. Bunga yang tidak menyangka Reza mendekapnya dengan segera membalas dekapan Reza


"Kamu udah ingat aku say?" Tanya Reza dengan mata berkaca-kaca karena menahan bahagia dengan apa yang baru saja dialaminya. Dia tidak menyangka ingatan Bunga akan pulih dengan cepat.


"Iya yank." Jawab Bunga seraya menyandarkan kepadanya di bahu Reza


"Siapa yang melakukan ini say?" Tanya Reza dengan wajah sabar namun hatinya dipenuhi dengan dendam. Dia sangat tidak rela dan tidak akan melepaskan jika ada yang menyakiti Bunga.

__ADS_1


"Aku gak liat orangnya yank, aku cuma liat plat mobilnya." Jawab Bunga yang makin mengeratkan dekapannya kepada Reza.


"Kamu ingat plat nomornya??" Tanya Reza dengan penuh harap Bunga dapat mengingatnya.


"B ..688 BKT yang aku ingat yank, 1 (satu) angka paling depan aku lupa yank." Jawab Bunga dengan memaksimalkan daya ingatnya.


Mendengar Bunga meyebutkan plat nomornya, Reza segera menghubungi David untuk membantunya melacaknya. Dalam melacak, David pun meminta bantuan sahabatnya yang bekerja di instansi kepolisian, namun karena hari itu sahabatnya dalam masa cuti, akhirnya David dijanjikan akan di informasikan setelah sahabatnya tersebut masuk kerja yaitu besok.


Sesuai janjinya, sahabat David tersebut memberikan data pemilik mobil dengan nomor plat yang David berikan. Dalam list yang di berikan tercantum salah satu nama yang sudah tidak asing bagi David, yaitu Rico Setiawan. Dan tanpa menunda waktu David segera memberitahu Reza perihal informasi yang diberikan sahabatnya.


"Ya sudah laporin ke polisi aja bos!!" Saran David kepada Reza karena menilai tindakan Rico telah diluar batas kewajaran. Dan David merasa jika Rico dibiarkan bebas maka akan terus berusaha untuk mencelakai Bunga.


"Iya nanti saya laporin setelah Bunga keluar dari rumah sakit. Kemungkinan sore ini keluar." Jawan Reza dengan kebulatan tekadnya untuk memberikan pelajaran kepada Rico.


"Kenapa gak di kasih pelajaran sendiri aja sih bos??!! Kan bisa lebih puas." Tanya David yang mengetahui sepak terjang Reza di dunia hitam.


"Saya sudah mau berubah Vid, saya mau jadi orang biasa yang bisa hidup tenang. Dan yang paling penting buat saya itu bisa hidup bersama wanita yang tidak melihat materi saya." Jawab Reza melalui sambungan telepon yang ternyata tanpa diketahuinya di dengar oleh Bunga.


"Oh jadi dia masa lalunya kelam." Ucap Bunga dalam hati seraya berfikir semoga saja Reza akan baik dimasa depannya. Karena menurutnya masa lalu merupakan pembelajaran untuk masa yang akan datang.


Sesuai dengan rencananya, setelah mengantarkan Bunga pulang ke rumahnya Reza segera mencari bukti untuk melaporkan kejahatan Rico. Reza memulai mencari bukti dengan melakukan penelusuran dari rumah Bunga hingga TKP. Bagai gayung bersambut saat berada di TKP Reza bertemu dengan beberapa orang saksi yang mengatakan mereka melihat mobil yang mencurigakan sebelum ditebukannya Bunga di dalam selokan.


Karena telah menemukan beberapa saksi serta mendapatkan informasi plat nomor kendaraan, Reza segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat dan dalam waktu 1x24 jam Rico berhasil dibekuk di tempat kerjanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin


__ADS_2