
Bunga yang merasa tenang setelah mendengar Vonis yang dijatuhkan kepada Rico, seketika berfikir untuk mengurus surat cerainya. Dia menyampaikan niatnya tersebut kepada Reza setelah pulang dari persidangan.
"Yank, aku pengin ngurus surat cerai deh!!" Ucap Bunga kepada Reza seraya duduk santai di teras halaman rumahnya.
Mendengar ucapan Bunga, Reza menyambutnya dengan sangat antusias. Dia merasa Bunga sudah benar-benar ingin lepas dari masa lalunya.
"Ya sudah urus aja! Lebih cepat kan lebih baik." Jawab Reza merespon ucapan Bunga
"Tapi gimana ya? buku nikahnya kan gak ada." Tanya Bunga kepada Reza dengan pandangan mata yang mengarah ke langit yang sudah terlihat mendung serta angin yang sedikit kencang
"Gak tau say, gimana mau tahu cara ngurus surat cerai sementara ngurus cara nikah aja aku gak tau. Apa kita tanya aja ke KUAnya?" Tanya Reza kembali dengan raut wajah bimbang
"Tanya ke KUA terdekat bisa gak ya?" Tanya Bunga kembali
"Ya gak tau juga say, kita datengin aja terus kita tanya." Ucap Reza memberi solusi.
Mendengar Reza memberikan solusi yang dapat diterima dengan akal sehatnya, Bunga pun menyetujui dan bersedia pergi ke KUA bersama Reza. Dan sesampainya di KUA Bunga segera menemui petugas yang mengurus mengenai perceraian.
"Permisi pak! Maaf kalau mau tanya seputar prosedur perceraian ke bagian mana ya pak?" Tanya Bunga dengan semangat
"Oh, disana Bu! Kalau gak ke bapak yang pakai peci hitam itu aja!." Jawab petugas keamanan seraya menunjuk salah satu petugas KUA yang sedang duduk berbicara dengan lelaki paruh baya.
"Nanti aja deh, lagi ada tamu." Ucap Bunga yang tidak ingin mengganggu percakapan orang yang ingin ditemuinya namun belum membuat janji.
"Gak apa-apa Bu, Itu tamunya orang main kok. Rumahnya juga di belakang sini. Karena kenal aja jadi ngobrol. Kalau tidak ibu duduk sini saja biar saya sampein ke Pak Arif." Jawab petugas keamanan memberikan informasi agar Bunga tidak menunggu terlalu lama.
"Baik pak, terima kasih pak!!" Jawab Bunga seraya tersenyum dan menduduki bangku yang telah disediakan sebagai tempat menunggu bagi tamu.
"Permisi, maaf mengganggu ngobrolnya nih pak. Di depan ada wanita dan pria yang mau tanya mengenai proses perceraian. Bisa ke bapak atau ke siapa ya pak?" Tanya Petugas keamanan kepada pak Arif.
"Oh ya sudah suruh masuk aja!" Jawab Pak Arif dengan singkat.
"Kalau begitu saya permisi dulu, nanti saya kapan-kapan main lagi." Ucap orang yang berbincang dengan pak Arif beberapa saat yang lalu.
"Siap pak, siap!" Jawab Pak Arif singkat seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat. Dan dengan disertai senyum tamu tersebut menerima jabatan tangan Pak Arif
__ADS_1
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, petugas keamanan yang sebelumnya mempersilahkan Bunga dan Reza menunggu kini datang kembali bersama tamu yang sebelumnya berbincang dengan Pak Arif, namun saat petugas keamanan mendatangi Bunga, tamu tersebut meneruskan langkahnya untuk pergi dari kantor KUA.
"Silahkan masuk Bu!" Ucap petugas keamanan yang mempersilahkan Bunga masuk karena telah mendapat ijin dari Pak Arif
"Iya pak, terima kasih." Jawab Bunga kepada petugas tersebut.
Dengan memakai setelah kemeja dan rok serta sendal berhak tinggi Bunga mendatangi Pak Arif yang sudah menunggunya.
"Selamat siang pak!" Salam Bunga kepada Pak Arif
"Iya, selamat siang Bu! Maaf dengan ibu siapa?" Tanya Pak Arif dengan sopan
"Saya dengan Bunga pak!" Jawab Bunga yang menjawab pertanyaan pak Arif dengan sopan pula.
"Silahkan duduk Bu Bunga! Saya dengan Arif. Ada yang bisa dibantu Bu?" Tanya pak Arif kembali
"Begini pak, saya ada rencana mau ngurus surat cerai tapi buku nikahnya dibakar sama suami. Kalau kondisi seperti itu gimana ya pak cara ngurusnya?" Tanya Bunga dengan raut wajah serius
"Oh, kalau begitu ibu datang saja ke KUA tempat ibu menikah dan ceritakan kejadiannya. Nanti akan diberi surat pengganti." Jawab pak Arif memberikan informasi mengenai prosedur awal pengurusan cerai
"Kemudian saya harus bawa apa ya pak sebagai persyaratan administrasi permintaan suratnya?" Tanya Bunga kembali
"Ya sudah pak kalau begitu nanti saya langsung ke KUA tempat saya menikah saja. Terima kasih infonya ya pak! Saya mohon pamit." Ucap Bunga seraya bangkit dari duduknya yang kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat.
"Permisi pak!" Ucap Bunga sebagai tanda hormat.
"Mari, mari!!" Jawab Pak Arif
Bunga yang segera melangkahkan kakinya meninggalkan Pak Arif segera berjalan ke arah Reza yang telah menunggunya. Setalah bertemu Reza, Bunga duduk sejenak untuk menceritakan proses yang harus dilalui dalam pengurusan surat cerainya.
"Agak sedikit rumit ya say?" Tanya Reza yang masih belum mempunyai bayangan mengenai pengurusannya.
"Bukan agak yank, tapi banget!!" Jawab Bunga
"Terus gimana nih? Mau pulang atau kemana?" Tanya Reza yang sudah terlanjur ijin tidak masuk kerja
"Ya pulang lah yank, emangnya mau kemana?" Tanya Bunga yang terlihat masih bersemangat mengurus surat cerainya.
__ADS_1
"Ya gak tau, kali aja kamu mau pergi say, mumpung aku libur." Jawab Reza
"Enggak yank, palingan nanti aku telpon tanteku. Aku mau minta tolong mintain surat ke KUAnya." Ucap Bunga yang kemudian disusul dengan mengajak Reza pulang.
"Udah yuk pulang! Gak enak ngobrol kelamaan di sini." Ucap Bunga melanjutkan ucapan sebelumnya.
Sesampainya di rumah, Bunga segera menghubungi tantenya yang masih tinggal di kampung. Dia berharap dengan campur tangan omnya yang menjabat sebagai lurah di kampungnya dapat mempermudah proses pengurusannya. Namun sangat disayangkan karena saat dihubungi nomor telepon tantenya tersebut dalam keadaan tidak aktif.
"Yah, nomornya gak aktif yank!" Ucap Bunga menginformasikan mengenai keadaan nomor telepon tantenya kepada Reza
"Coba liat wha**Appnya!! kapan terakhir dilihat??" Ucap Reza kembali
"Tahun lalu yank!!" Jawab Bunga
"Itu mah pasti udah ganti say, coba tanya nomor teleponnya yang baru aja ke saudara kamu yang lain. Kali aja ada yang punya nomor barunya." Ucap Reza memberikan solusi
Bunga yang terus menscroll ponselnya menemukan kembali nomor telepon ponakannya, dan saat di lihat pesan wha**Appnya, ternyata nomornya pun terakhir dilihat sekitar 7 (tujuh) bulan yang lalu.
"Yah, sama yank!" Ucap Bunga seraya menscroll kembali mencari nomor telepon saudara yang lain.
"Sama apaan say?" Tanya Reza kembali
"Sama-sama gak aktif yank!!" Jawab Bunga
"Ya sudah kalau gitu besok aku perpanjang cuti aja deh, kita ke kampung kamu aja langsung." Ucap Reza yang terlihat sudah tidak sabar ingin segera mengurus surat perceraian Bunga
"Bener yank?? Terus kita naik apa kesana??" Tanya Bunga yang semula tersenyum seketika menjadi murung karena teringat akan kendaraan mana yang akan digunakan.
"Udah tenang aja, besok aku pinjem mobil sama David. Mobil dia banyak!" Jawab Reza yang terpaksa berbohong karena masih mempertahankan pendapatnya untuk menjadi orang miskin.
"Alhamdulillah, semoga aja David mau minjemin." Ucap Bunga dalam doanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin