Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Di Luar Rencana


__ADS_3


Di saat letih menderanya, Bunga mendengar suara notifikasi pesan di ponselnya.


"Bunga, maaf mengganggu. Mau kasih kabar kalau ibunya Eka meninggal tadi sore." Ucap Resi, salah satu rekan kerja Bunga di club


"Innalillahi wainna ilaihi rojiun" Jawab Bunga dengan segera melalui pesan singkat.


"Terus Eka nya gimana? dia kerja weekend ini kan?" Isi chat Bunga


"Nah, justru itu. Kamu bisa gak gantiin besok? malam ini dia nyelesaiin jobnya dulu baru pulang kampung." Ucap Resi melalui chat


"Nanti diusahain deh ya!" ketika Bunga seraya berfikir kapan bisa pulang.


"Oke deh Bunga, maaf ya jadi ganggu." Ucap Resi di akhir pembicaraannya


"Its oke Resi, bye!" Jawab Bunga mengakhiri chatnya


Seraya menanti Reza yang masih berada di kamar mandi, Bunga membuka status teman-temannya di aplikasi chat. Setelah beberapa Reza tidak muncul, akhirnya Bunga mengetuk pintu kemar mandinya


"Yank!" Teriak Bunga


Yaankkk! Teriak Bunga makin keras


Bunga yang tidak sabar menunggu Reza terlalu lama keluar dari kamar mandi segera merapihkan barang-barangnya, dia tidak mau ditegur atasannya karena tidak ada yang mengisi jadwal panggung.


Setelah barang-barang Bunga dikumpulkan, tidak lama Reza keluar dari kamar mandi.


"Lho kok diberesin say? katanya mau extend." Ucap Reza dengan raut wajah yang terlihat bingung


"Gak jadi yank, temenku yang tukeran shift ibunya meninggal tadi sore."Jawab Bunga


"Terus?" Tanya Reza


"Aku harus ngisi acara besok malem yank!" Jawab Bunga


"Ya sudah kalau aku telpon Ronald dulu biar besok bareng." Ucap Reza


Reza yang masih dalam keadaan hanya mengenakan handuk segera memakai pakaian dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Ronald


"Kriinngg.. kriiinngg.. kriinngg.." Suara dering telpon Ronald


"Ya bos!" Jawab Ronald


"Nald, saya gak jadi extend!" ucap Reza

__ADS_1


"Kenapa bos?? kond*m_nya emang belum dipakai sampai gak jadi extend?" Tanya Ronald menelisik


"Udah Nald, sampai nyerah malahan doski" Jawab Reza


"Ya terus kenapa?" Tanya Ronald kembali


"Ibu temennya meninggal, terus besok temannya mau pulang kampung." Jawab Reza


"Emang temennya minta anter pulang kampungnya?" Tanya Ronald yang makin bingung dengan arah pembicaraan Reza


"Temennya minta tolong di gantiin sama dia." Ucap Reza menjelaskan kejadiannya berdasarkan cerita versi Bunga


"Oh gitu, ya sudah besok bos mau saya jemput jam berapa?" Tanya Ronald


"Jam 4 sore aja Nald!" Pinta Reza kepada Ronald


"Yakin bos?" Tanya Ronald


"Maksudnya yakin gimana?" Jawab Reza


"Maksudnya yakin doski gak mau nambah lagi?" Ucap Ronald menjelaskan maksud pertanyaannya.


"Kayaknya yakin deh! Hehehe.." Jawab Reza seraya tertawa


"Say..." Ucap Reza seraya merokok


"Iya sayank!" Jawab Bunga


"Hubungan kita gimana nih?" Tanya Reza dengan harapan Bunga ingin segera dinikahinya.


"Ya emang gimana yank?" Tanya Bunga kembali


"Mau kayak begini terus atau gimana?" Tanya Reza mendesak


"Aku mau jalanin dulu yank, biar kita saling mengenal lebih jauh." Jawab Bunga dengan raut wajah serius.


"Bunga gimana sih, kalau cewek lain kan ditanya hubungan pasti jawabnya pengin di nikahin" Ucap Reza dalam hati


"Emang mengenal gimana yang kamu pengin?" Tanya Reza kembali


"Aku pengin kita sama-sama punya keyakinan kalau kita cocok." Jawab Bunga memberikan alasan kepada Reza


"Jadi kamu ngerasa belum cocok sama aku??" Tanya Reza dengan raut wajah sedikit kecewa


"Ya gak gitu yank." Jawab Bunga

__ADS_1


"Ribet banget sih dia!!" Ucap Reza dalam hati.


"Masa harus di gerebek dulu kayak Nana sama Nino sih baru dia mau nikah" Ucap Reza masih dalam hatinya.


"Aku boleh jujur gak say?" Tanya Reza dengan wajah yang sedikit kecewa


"Ya boleh dong yank!" Jawab Bunga


"Aku pengin banget cepet nikah." Ucap Reza


"Aku pengin kita hidup bahagia dengan banyak anak." Ucap Reza seraya memandang langit-langit kamar kontrakannya


"Sabar ya yank, aku nanti akan urus dulu surat ceraiku dengan Rico." Ucap Bunga menjelaskan permasalahannya


"Kenapa gak kamu urus dari dulu?" Tanya Reza


"Aku gak pegang buku nikahnya yank!" Jawab Bunga


"Kan bisa di minta?" Ucap Reza


"Dia juga udah gak megang yank!" Jawab Bunga


"Lha gimana sih? Terus jadinya ada dimana?" Tanya Reza


"Dulu di bakar sama Rico!" Jawab Bunga


"Dibakar?" Ucap Reza dalam hati


"Kamu mau aku bantu ngurusin atau mau ngurus sendiri?" Tanya Reza


"Aku juga bingung yank." Ucap Bunga


"Bingung kenapa sih say?" Tanya Reza yang mulai merasa tidak sabar dengan jawaban Bunga


"Aku harus ngurus di kampung yank, karena aku nikahnya dulu di kampung." Jawab Bunga


"Aduuhhh, ada-ada saja sih!!" Ucap Reza dalam hati seraya kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga pembaca sehat dan sukses selalu! Aamiin

__ADS_1


__ADS_2