Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Suami Biadab


__ADS_3


"Say.." Panggil Reza lirih


"Saayy!!" Ucap Reza mengulangi panggilannya


"Say!!" Panggil Reza seraya menyapukan telapak tangannya ke layar ponsel yang sedang di lihat Bunga


"Kenapa yank?" Jawab Bunga dengan raut wajah yang sedikit bimbang


"Lho, kamu yang kenapa??" Tanya Reza yang melihat ada kejanggalan dengan sikap Bunga


Bunga yang hanya menolehkan wajahnya ke arah Reza seraya memberikan senyuman tampaknya ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, dia tidak ingin Reza mengeluarkan uang lebih banyak lagi.


"Maaf ya yank, bukan aku gak mau ngasih tahu kamu. Kamu udah terlalu baik untuk ukuran orang yang belum lama aku kenal" Ucap Bunga dalam hati


"Kamu kenapa Bunga??" Apa kamu masih menganggap aku sebagai orang lain yang tidak boleh tahu masalahmu??" Tanya Reza dalam hati dengan sesekali melirik wajah


Suasana di dalam mobil menjadi hening seketika, dalam keheningan mereka tidak tahu harus berkata apa hingga akhirnya ponsel Bunga berdering.


"Mau apa lagi??!!" Tanya Bunga singkat


"Ya sudah kamu siapkan saja semua barang yang pernah aku belikan buat kamu!!" Perintah Rico


"Oke!!" Jawab Bunga singkat seraya menutup sambungan teleponnya


"Yank.. maaf aku kayaknya gak jadi kerja." Ucap Bunga


"Kita pulang lagi aja!!" Ucap Bunga meneruskan percakapannya


Mendengar ucapan Bunga, Reza seketika menghentikan mobil yang sedang dikendarainya.


"Kenapa?? Kamu sakit??" Tanya Reza dengan raut wajah cemas.


"Enggak, aku sehat kok!!" Jawab Bunga seraya melihat ke arah belakang mobilnya


"Kita langsung puter balik aja yank!! Pinta Bunga yang melihat tidak ada kendaraan di belakang mobilnya.


Karena Reza tidak tahu permasalahan yang sedang dihadapi Bunga, dia pun segera mengikuti permintaan Bunga.


"Kamu kenapa sih say?? Ada apa??" Tanya Reza kepada Bunga seraya memutarkan arah kendaraannya.


Bunga yang masih menata hatinya untuk mencoba kuat saat itu hanya terdiam mendengar pertanyaan Reza


"Jadi kamu masih nganggap aku orang lain yang gak boleh tau masalah kamu??" Tanya Reza dengan meluapkan pertanyaan yang tersimpan di hatinya sejak beberapa saat lalu


"Gak begitu Reza, kamu jangan salah paham!!" Ucap Bunga yang tidak ingin hubungannya hancur karena masalahnya.


"Ya terus kenapa kamu gak mau cerita??!" Tanya Reza mendesak


"Rico..." Ucap Bunga yang seketika menghentikan ucapannya


"Kenapa lagi dia??!" Tanya Reza dengan kesal

__ADS_1


"Rico nyuruh aku ngembaliin semua barang yang pernah dia kasih ke aku." Jawab Bunga seraya menarik nafas panjang


"Ngiiiikkkk!!" Suara mobil yang diberhentikan secara mendadak


"Gil*!! Udah sint*ng tuh orang!!" ucap Reza menanggapi perkataan Bunga


"Terus??" Tanya Reza melanjutkan percakapannya


"Ya ini mau aku kembaliin semua yang pernah dia kasih!!" Jawab Bunga


"Terus??" Tanya Reza


"Maksud kamu apa sih yank terus terus??" Tanya Bunga dengan emosi yang nyaris meluas


"Maksudnya terus mau gimana lagi??"Jawab Reza yang mulai tersulut emosi karena kesal dengan sikap Rico


"Terus aku mau urus perceraianku!!" Jawab Bunga


"Oohhh.." Ucap Reza yang mencoba menurunkan tingkat emosi Bunga


"Kenapa gak kamu urus dari dulu aja sih??" Tanya Reza dalam hati


"Apa kamu masih mengharapkan Rico kembali??" Ucap Reza dalam hati


Setelah mobil yang dikendarai Reza sampai kembali di halaman rumah Bunga, Bunga segera berjalan cepat memasuki rumahnya. Sementara Rico yang selalu ingin melindungi pujaan hatinya selalu mengikutinya dengan jarak yang memberinya keleluasaan bergerak.


Dilihatnya seluruh aktivitas Bunga dalam mengumpulkan barang-barang pemberian mantan suaminya.


"Braaggg!! Braaggg!!" Suara kardus yang dikumpulkan dengan cara ditumpuk


"Maaf yank, aku bisa minta tolong diangkat keluar gak??" Ucap Bunga meminta bantuan kepada Reza


"Yang mana??" Tanya Reza


"Ini, kardus-kardus ini!!" Jawab Bunga seraya menunjuk tumpukan kardus


"Di taruh mana??" Tanya Reza


"Di sana!! Di sebelah mobil." Jawab Bunga seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah sisi mobilnya


Dengan segera Reza mengangkut semua kardus yang telah Bunga siapkan.


"Masih ada lagi gak??" Tanya Reza


"Enggak, sudah habis." Jawab Bunga dengan wajah yang berkeringat


Reza yang melihat Bunga berkeringat tanpa di minta segera mengambilkan tissue serta minum. Dia ingin kehadirannya bisa memberi arti bagi Bunga walaupun hanya sebatas perhatian.


"Srek! srek! srek!" Suara tarikan tissue dari tempatnya


"Di lap dulu keringatnya say!!" Perintah Reza seraya memberikan 3 lembar tissue yang telah diambilnya


"Ini minum dulu!!" Perintah Reza kembali seraya menyerahkan segelas air minum yang diambilnya dari meja makan

__ADS_1


Setelah meminum air yang diberikan Reza, Bunga baru tersadar bahwa Reza merupakan sosok laki-laki yang selama ini di carinya. Dia mampu memberikan kenyamanan dari hal terkecil sekalipun


"Kamu baik banget yank!! Kenapa gak dari dulu aku ketemu kamu??" Tanya Bunga dalam hati seraya memandang wajah Reza.


Saat Bunga dan Reza dalam keadaan berpandangan karena saling mengagumi, tanpa permisi Rico masuk ke dalam rumah.


"Ehem! Ehem!" Suara batuk kecil yang sengaja diciptakan Rico


Bunga dan Reza yang sedang asyik berpandangan segera mengalihkan pandangannya ke wajah Rico


"Udah di beresin semua belum??! Kalau belum beresin dulu!! Jangan pacaran terus!!" Ucap Rico yang berusaha menyulut emosi Reza


Namun dengan santainya berjalan dan duduk di teras, dia tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga Bunga dengan Rico walaupun mereka sudah bercerai dalam hal agama.


"Itu!! itu semua sampah dari kamu sudah aku keluarkan!!" Teriak Bunga kepada Rico seraya menunjukkan jarinya ke arah tumpukan kardus yang telah di keluarkan dari rumahnya.


Rico yang saat itu dalam keadaan terhimpit masalah ekonomi segera keluar dan memeriksa barang yang dikeluarkan oleh Bunga. Sementara Bunga yang belum puas meluapkan emosinya segera mendatangi Rico.


"Silahkan kamu ambil semua!!" Perintah Bunga dalam keadaan emosi


Emosi yang makin meninggi membuat Bunga berlari kembali ke dalam rumah. Reza yang masih dalam posisi duduknya di teras mengejar Bunga masuk ke dalam. Namun karena Bunga hanya masuk untuk mengambil kunci mobil, mereka pun bertabrakan di pintu ruang tamu


"Buugg!" Suara tubuh mereka bertabrakan.


"Kamu gak apa-apa yank??" Tanya Reza


"Its oke yank!!" Jawab Bunga singkat.


"Heyy.. malah pacaran!! mana lagi nih??" Tanya Rico


"Ini!! makan nih!!" Ucap Bunga seraya melemparkan kunci mobilnya ke wajah Rico


"Emas-emas yang aku hadiahin buat ulang tahun kamu mana??" Tanya Rico


"Ckckckckck" Suara hentakan lidah Bunga ke giginya seraya menggelengkan kepada


Reza yang mendengar ucapan Rico tidak dapat berkata apa-apa, rasa sayangnya pada Bunga menjadi bertambah setelah melihat perlakuan Rico terhadap Bunga.


Bunga segera berlari kembali ke dalam rumah dan mengambil kotak perhiasan. Dan tanpa bicara kotak tersebut di lemparkan kembali ke wajah Rico. Setelah puas meluapkan emosinya, Bunga segera membalikkan tubuhnya dan berjalan ke dalam rumahnya.


"Kunci pintunya yank!?" Perintah Bunga kepada Reza


Reza pun segera mengunci pintu seperti permintaan Bunga. Sementara Nana yang mendengar teriakan Bunga segera berjalan cepat menuju pintu gerbang kost. Namun karena di lihatnya Rico sedang berada di rumah Bunga, dia pun mengurungkan niatnya mendatangi Bunga


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya...


Buat para pembaca yang baru saja bergabung,


Jangan lupa di baca, di like seluruh bab tanpa ada yang dilewati dan kasih bintang 5 ya, untuk membantu penulis menaikkan level.


Terima kasih telah mampir di karya saya,

__ADS_1


Semoga kita semua sehat dan sukses selalu!!


__ADS_2