Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pengaruh Alkohol


__ADS_3


Banyaknya orang yang berkerumun membuat Reza dan Bima tertarik mendekati kerumunan tersebut. Reza dan Bima merupakan petugas kebersihan yang bertugas membersihkan danau serta area sekitarnya dari sampah-sampah. Saat tiba di kerumunan, ternyata Bima mengenali wanita yang ada di dalam mobil tersebut.


"Lho itu si Tante kan??" Tanya Bima kepada Reza


"Tante siapa??" Jawab Reza


"Tante Bunga, yang rumahnya besar di dekat pintu gerbang itu lho!!" Ucap Bima


"Yang mana sih??" Tanya Reza kembali


"Ah kamu mah di kontrakan terus, gak pernah kemana-mana. Gimana mau kenal sama orang-orang sini.


"Apa kita antar pulang saja ya Za??" Tanya Bima


"Kamu??" Tanya Reza


"Ya kita!!" Jawab Bima


"Kamu bisa nyetir mobil kan??" Tanya kembali Bima kepada Reza


"Ya bisa, tapi itu dia pingsan atau mati?? Dari tadi diem aja gak gerak." Tanya Reza yang membuat Bima sulit menjawab


Dengan serentak mereka berdua memperhatikan tubuh Bunga, mereka berharap Bunga bergerak agar dapat diantarkan pulang.


"Kalo gak gerak-gerak bisa jadi dia mati Bim!!" Ucap Reza


"Eh gerak!!" Ucap Reza dan Bima secara bersamaan yang kemudian disusul dengan saling melihat muka sahabatnya itu

__ADS_1


"Kok bisa barengan ya??" Tanya Bima


"Iya, bisa barengan!! Tapi memang tadi kulihat dia bergerak kok!" Jawab Reza


"Ya sudah yuk kita antar pulang!!" Ajak Bima kepada Reza


"Permisi! permisi! maaf permisi! Air panas!! Air panas!!" Ucap Bima membohongi para warga yang berkerumun


Mendengar ada air panas akan melintas, para pengerumun menggeserkan tubuhnya memberikan jalan kepada orang yang membawa air panas melewatinya.


"Huuuuuu!!" Sorak pengerumun yang ternyata mereka dibohongi


Sesampainya di pintu mobil, Bima yang sudah mengenal Tante Bunga mencoba membangunkannya, digerak-gerakkan bahunya serta ditepuk-tepuk pipinya. Namun usaha tersebut tidak dapat dikatakan berhasil karena Bunga tetap tak sadarkan diri. Hingga akhirnya Bima memutuskan mengantarkannya pulang.


"Ya sudah kita keluarkan saja dulu, terus pindahkan ke belakang!" Ucap Bima kepada Reza memberikan ide yang kemudian segera dilaksanakan ide tersebut


"Kakinya, kakinya!!" Ucap Reza yang meminta tolong kepada Bima agar mengangkat kaki Bunga


Dan setelah tubuh Bunga berhasil di pindahkan ke kursi belakang, Reza mengambil alih mengemudikan mobil tersebut. Sementara Bima yang duduk disebelah Reza memberikan petunjuk arah menuju rumah Bunga.


"Itu tuh rumahnya!!" Ucap Bima seraya mengarahkan jari telunjuknya ke rumah besar yang banyak dihiasi dengan bunga Anggrek


"Yang cat putih itu??" Tanya Reza memastikan ucapan Bima


"Iya. Benar, benar!!" Jawab Bima


"Tolong panggilin orang rumahnya Bim!! Suruh bukain pintu pagar!!" Ucap Reza kepada Bima


"Lah, supir dong yang turun!!" Ucap Bima yang merasa malas karena sudah nyaman duduk di mobil dengan udara AC

__ADS_1


"Males ah!!" Jawab Reza to the point


Dengan berat hati terpaksa Bima turun dan berjalan ke pagar rumah tersebut. Ditekannya bel beberapa kali sebagai tanda kehadiran tamu, namun tidak ada respon. Bima pun kembali ke tempat duduknya di mobil


"Kayaknya di dalam gak ada orang Za, gak ada respon!!" Ucap Bima


"Terus gimana nih?? Masa kita taruh di jalanan nih mobil??!!" Tanya Reza yang mengalami kebuntuan ide


"Ya mau gimana lagi, memangnya mau dibawa ke danau lagi??" Jawab Bima yang disusul dengan pertanyaan.


Saat Reza sedang menepikan mobilnya untuk diparkir di tepi jalan, Siti kembali dengan membawa bungkusan nasi yang diduga nasi uduk.


"Itu kok seperti mobil Nyonyah??" Ucap Siti dalam hati seraya melihat dengan seksama penumpang yang ada di dalamnya.


"Tapi kok ditaruh diluar??" Tanyanya dalam hati seraya mendekati mobil tersebut.


"Mba, maaf mba yang di rumah itu??!!" Tanya Reza setelah membuka kaca mobil.


"Ooohh.. pria itu?? pria tampan ituu?? oh mygods!!" Teriak Siti dalam hatinya dengan takjup


"Apa aku mimpi ya??" Tanyanya dalam hati seraya menepuk-nepuk pipinya


"Aw!!" teriak kecil Siti yang membuktikan bahwa dirinya sadar


"Iya mas, saya tinggal di rumah ini!! Bukan kah ini mobil majikan saya mas??!!" Tanya Siti dengan sedikit heran


"Iya, majikan mba dibelakang nih!! Bau minuman banget!!" Ucap Reza seraya menunjuk ke belakang dengan ibu jarinya.


"Ya sudah dibawa masuk aja mas, sebentar saya bukain pintu pagarnya dulu!!" Ucap Siti dengan berjalan cepat menuju pagar.

__ADS_1


__ADS_2