
Ketika sinar sang surya telah tergantikan oleh sang fajar, Rico bersiap mengantarkan Nana ke terminal terdekat dari rumahnya. Wajah Rico yang terlihat bahagia serta semangatnya yang sangat antusias dalam mengantarkan Nana membuat Nana menaruh curiga dengan apa yang akan dilakukan Rico.
Diwaktu yang bersamaan dengan keberangkatan bus yang ditumpangi Nana, Rico melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedikit tinggi hingga membuat Nana yang masih dapat melihat kendaraan Rico bertambah curiga.
"Pak.. Pak!! Pak supir maaf saya bisa turun di depan kah?? Dompet saya ketinggalan!!" Pinta Nana yang mulai merasakan perasaan tidak enak
"Bisa neng, tapi tiket neng hangus karena kami tidak bisa menunggu neng kembali lagi" Jawan sang kondektur menjelaskan peraturan dalam perjalanan tersebut
"Iya pak, tidak apa-apa. Terima kasih ya pak!!." Jawab Nana seraya mengangkat tasnya dan menuruni anak tangga keluar bus
Nana segera menghubungi Nani untuk menanyakan kost yang berada tidak jauh dari rumah Nani
"Ni, kost didekat rumahmu ada kamar kosongnya gak ya?" Tanya Nana
"Wah kurang tau Na, mau kulihatkan?" Tanya Nani
"Iya Ni, boleh. Minta tolong ya Ni!!" Jawab Nana singkat
__ADS_1
"Ya sudah nanti kuhubungi kamu lagi kalau sudah sampai sana!!" Ucap Nani
"Terim kasih Ni." Ucap Nana mengakhiri percakapannya melalui ponsel.
Seraya berjalan menuju kost yang dimaksud oleh Nana, Nani berfikir dengan apa yang tengah terjadi dengan Nana. Nani berfikir Nana diusir oleh sang majikan hingga membuatnya mencari kost.
Kriiiingg... kriiinng..!! Bunyi ponsel Nana
"Na, kamar kostnya penuh. Kalau kamu mau ada kost baru disebelah rumah Siti" Ucap Nani mereferensikan kost di tempat lain
"Ya sudah kucoba hubungi Siti saja kalau begitu. Terima kasih ya Ni!!"Ucap Nana mengakhiri percakapan.
"Ke rumah Siti sajalah, sekalian membayar hutang yang dulu pernah kupinjam darinya!!" Gumam Nana dalam hatinya
Nana segera menaiki taxi dan menunjukkan arah alamat yang akan dituju. Sesampainya di pertigaan saat kendaraan yang ditumpangi Nana berbelok arah terlihat mobil Rico sedang berjalan searah di depannya. Nana tidak tahu dari mana mobil tersebut berasal hingga tiba-tiba ada di depannya.
"Dari mana si Rico ya?" Tanya Nana dalam hati
"Apa jangan-jangan dia dari kost-kostan ya?" Pikiran negatif Nana muncul kembali hingga membuatnya terdiam dalam lamunan
__ADS_1
"Neng.. neng!! Sudah sampai neng!!" Tegur supir taxi yang pelan namun dirasa Nana sangat mengagetkan.
"Eh iya pak, ini uangnya. Ambil saja kembaliannya!!" Ucap Nana seraya memberikan selembar uang senilai Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) uang yang telah disiapkan beberapa waktu yang lalu sebelum sampai tempat tujuan.
"Lho argonya cuma Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) neng, kembaliannya masih banyak." Ucap supir taxi yang melihat Nana dalam keadaan bimbang
"Gak apa-apa pak, ambil saja!!" Jawab Nana singkat seraya menurunkan tasnya dan menutup pintu taxi yang turuninya.
Siti yang belum sempat menutup kembali pintu pagar yang dibukanya karena Rico pergi menoleh kearah taxi yang menurunkan penumpang. Saat dilihat ternyata Nana, Siti segera mendatangi
"Mau kemana Na??" Tanya Siti
"Mau ke rumahmu Ti, aku mau bayar hutang yang dulu kupinjam darimu." Ucap Nana
"Oh ya sudah sini duduk dulu Na!!" Perintah Siti yang kasihan melihat Nana membawa tas berat
"Iya Ti, terima kasih ya!!" Jawab Nana
Saat Nana meletakkan tasnya dibangku teras rumah majikan Siti, Nana melihat ada bungkus rokok Korea yang sudah habis isinya.
__ADS_1
"Jangan-jangan tadi Rico dari sini!!" Gumam Nana kembali dalam hatinya.