
"Ntar kalau disuapin kamu yang kenyang, aku cuma kenyang liatin. Hehehhe.. "Jawab Bunga menimpali permintaan Reza dalam candanya
"Kamu biasa berangkat kerja jam berapa??"Tanya Reza setengah menelisik
"Jam 18.30, kenapa?? Mau nganterin nanya-nyanya??" Tanya Bunga
"Iya, nanti kapan-kapan ya!!" Jawab Reza dengan wajah serius
"Hmmmm... lebaran kuda ya??" Ucap Bunga bertanya kembali
"Hehehe.. " Tawa Reza dengan menahan hasratnya untuk mencubit pipi Bunga
"Aku janji suatu saat nanti aku akan antar dan jemput kamu kerja!!" Janji Reza kepada Bunga seraya menyentuh ujung jemari tangan Bunga
Atas perlakuan Reza terhadapnya, Bunga tidak memberikan respon apapun karena tahu harus berbuat apa. Dia tidak menolak dan tidak pula membalas. Hingga akhirnya suasana hening tercipta sesaat yang kemudian mampu dipecahkan oleh Reza dengan bertanya "Kamu gak nambah makannya??"
"Hmmm.. kamu masih pengin disuapin ya??" Tanya Bunga
"Hehehe.. kamu tahu banget!!" Jawab Reza yang tidak menyangka kalau Bunga mempunyai selera humor.
Setelah makan malam mereka selesai, Bunga menanyakan perihal keluarganya. Namun Reza enggan menceritakannya karena dengan menceritakannya akan membuka kembali lukanya.
__ADS_1
"Suatu saat nanti aku akan menceritakan tentang keluargaku, pasti!!" Ucap Reza kepada Bunga dengan raut wajah yang berubah sedikit muram
Bunga yang tidak tega melihat kesedihan di muka Reza segera mengalihkan pembicaraan.
"Eh, kalau kita keluar cari angin di tempat lain aja gimana?? Kayaknya sebentar lagi rumah makannya mau tutup. Pelayannya aja udah beres-beres!!" Ajak Bunga kepada Reza
"Boleh!! Boleh!!" Jawab Reza dengan semangat.
"Kamu yang bawa mobil ya!!" Pinta Bunga yang ingin menikmati udara malam tanpa mengendarai
"Iya boss!!" Ucap Reza mengalah
Dengan semangat mereka pergi menuju kendaraan yang diparkir di depan rumah makan. Namun sesampainya di mobil, mereka bingung hendak kemana karena rencananya dibuat secara mendadak dengan tujuan untuk menghibur Reza.
"Jadi kita mau kemana??" Tanya Reza
Walaupun mereka baru mengenal, namun rasa sayang antara mereka seketika perlahan tumbuh.
"Duduk di depan kipas aja kalau mau nyari angin mah. Hehehe." Canda Reza kepada Bunga
"Hadeeuuhhh... gubraaggg!!" Ucap Bunga
"Gimana kalau kita keliling lewat kost kamu." Tanya Bunga meneruskan ucapan sebelumnya
__ADS_1
"Oke, siap!!" Jawab Reza
Kost Reza yang berada tidak jauh dari danau terletak di depan jalan dengan kondisi jalan yang buruk serta sempit, namun karena sebelumnya Reza selalu mengemudikan mobil dia pun dapat dengan mudah menguasai Medan.
"Waduh jalannya sempit banget, bisa gak ya si Reza bawanya??" Tanya Bunga dalam hati.
"Kamu takut ya lewat sini??" Tanya Reza saat melihat raut wajah Bunga tidak seperti saat dia di rumah makan
"Ho'oh!!" Jawab Bunga singkat
"Takutnya kenapa??" Tanya Reza yang masih terus menggodanya.
"Takut nabrak!!" Jawab Bunga seraya memegang pull handle atas pintu mobil dengan kuat
"Sini pegangan lenganku aja!!" Saran Reza kepada Bunga yang terlihat semakin kencang memegang pull handle
Seketika Bunga pun memindahkan pegangan tangannya dari yang semula di pull hand kini menjadi ke lengan Reza, Reza yang merasa Bunga masih sedikit canggung dengannya perlahan menyentuh kan tangan kirinya ke pipi bagian kiri Bunga yang kemudian menariknya sehingga kepala Bunga menjadi bersandar pada lengannya.
Bunga dan Reza yang kini saling merasakan sebuah kenyamanan dengan posisinya, tampak tidak keberatan dengan mobil yang terus melaju tanpa tujuan hingga akhirnya Bunga tertidur di lengan Reza.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Bersambung ke bab berikutnya..
__ADS_1
Jangan lupa dibaca dan di like dari bab pertama sampai terakhir tanpa loncat untuk membantu menaikkan level ya!!
Terima kasih telah mampir di karya saya, semoga kita semua sehat dan sukses selalu**!!