Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Obrolan Sore


__ADS_3


"Hmmm.. boleh! boleh!" Jawab Reza seraya melirikkan pandangan matanya ke dalam kamar Ronald untuk memastikan istri Ronald tidak mendengar pembicaraannya


Tidak lama setelah pembicaraan tersebut istri Ronald keluar dengan membawa nampan berisi 2 (dua) gelas kopi.


"Tunggu sebentar ya!" Ucap Ronald kepada Reza seraya beranjak dari tempat duduknya


"Silahkan di minum!" Ucap istri Ronald kepada Reza


"Iya mba, terima kasih!!" Jawab Reza dengan menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Istrinya mana bang? kok gak diajak kesini?" Tanya istri Ronald


"Lagi istirahat mba!!" Jawab Reza seraya tersenyum


Belum sempat istri Ronald bertanya lebih lanjut, Ronald datang kembali.


"Maaf bang saya tinggal dulu ya, silahkan dilanjutkan ngobrolnya sama bang Ronald!!" Ucap istri Ronald yang kemudian kembali masuk ke dalam membawa nampan kosong


"Nih bos, coba deh!!" Ucap Ronald yang kemudian memasukkan barang yang dibicarakan sebelumnya ke saku kaos Reza


"Terima kasih ya!!" Ucap Reza yang kembali melirik ke dalam kamar penginapan Ronald


"Di minum dulu Za!!" Ucap Ronald


"Iya, santai aja. Pasti di minum kok!!" Jawab Reza seraya mengambil kon**m yang berada di sakunya.


Setelah mengambil dari sakunya, Reza melihat packingannya dan membaca cara penggunaannya.


"Hehehe!" Senyum Reza

__ADS_1


"Lho kok ketawa sendiri Za??" Tanya Ronald yang melihat keanehan pada Reza


"Gak apa-apa Nald." Jawab Reza singkat.


"Jadi mau extend berapa hari?" Tanya Ronald dengan menyeruput sedikit demi sedikit gelas yang berisi kopi


"Belum tau nih, nanti di tanyain dulu ke ibu negara." Ucap Reza yang menyebut Bunga dengan sebutan ibu negara


"Kelamaan disini nanti pulang dapet bonus lho!" Ucap Ronald menggoda Reza


"Enggak lah. Kan di jaga, gak di jor." Jawab Reza


"Yakin bisa Za?" Tanya Ronald


"Tapi sih sempet kecolongan." Jawab Reza seraya tersenyum


"Ati-ati lah Za, jangan jorok. Nanti hamil repot." Ucap Ronald mengingatkan Reza


"Sabar aja lah, nanti juga pasti mau. Itu dicoba dulu makanya!!" Ucap Ronald seraya melirik ke arah benda yang masih berasa di tangan Reza


Dengan segera Reza memasukkan kembali barang pemberian Ronald ke saku kaosnya dan meminum kopi yang dibuatkan istri Ronald


"Enak Nald, pas takerannya!!" Ucap Reza yang kembali meminum kedua kalinya.


"Itu saya ospek pas pertama bikin." Ucap Ronald


"Oh ya??" Tanya Reza yang kembali menyeruput ketiga kalinya.


"Tanya aja kalau gak percaya!" Ucap Ronald


"Kalau mau balik bawa aja Za, nanti biar dibikinin yang baru." Ucap Ronald meneruskan pembicaraannya

__ADS_1


Setelah berbincang dalam waktu yang cukup lama, tak terasa cahaya matahari pun mulai meredup. Reza yang teringat akan Bunga segera pamit pada Ronald dan istrinya.


"Saya pulang dulu deh ya, udah sore nih!" Ucap Reza


"Istri mana Nald? saya mau pamitan. Mau ngucapin terim kasih." Tanya Reza


"Lagi di toilet kayaknya, nanti deh disampaikan." Jawab Ronald yang berusaha melirikkan pandangan matanya ke kamar


"Oke deh kalo gitu." Jawab Reza


"Kopi jadi bawa pulang gak??" Tanya Ronald


"Gak usah lah, nanti aja kapan-kapan saya main ke rumah" Jawab Reza seraya membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Ronald.


Sesampainya di kamar, dilihatnya Bunga sudah terbangun namun masih berada di tempat tidur.


"Kamu udah bangun say??" Tanya Reza seraya mendatangi dan mengecup kening Bunga


"Udah!" Jawab Bunga singkat.


"Mau jalan-jalan keluar gak say?" Tanya Reza dengan memanjakannya


"Enggak yank, badan aku lemes."Ucap Bunga memberikan alasan


"Ya udah duduk di teras aja ya, sambil cari angin!" Ucap Reza yang ingin menikmati udara luar bersama Bunga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir, semoga pembaca sehat dan sukses selalu! Aamiin


__ADS_2