Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Berbuat Mesum


__ADS_3


Nana yang gelisah tidak dapat tidur karena memikirkan ucapan Nino segera beranjak dari tempat tidurnya mencari udara segar dengan membuka jendela kamarnya.


"Lho.. Nino gak pulang??" Tanya Nana dalam hati


Dari kamar kostnya Nana terus memperhatikan Nino, Bunga dan Reza yang sedang membakar ayam dengan gembira seolah tanpa beban.


"Apa aku bisa kayak mereka ya? Apa Nino bisa bikin aku benar-benar bahagia??" Tanya Nana dalam hati.


Di saat yang sama, seketika pandangan mata Bunga mengarah ke jendela kamar yang baru saja dinyalakan lampunya.


"Nana belum tidur tuh No!! suruh gabung ke sini aja gih!!" Ucap Bunga kepada Nino seraya menunjuk kamar yang terang


Dengan serentak Reza dan Nino mengarahkan pandangan matanya ke arah yang di tunjuk oleh Bunga.


"Sini!!" Panggil Nino dengan lambaian tangannya.


Mendapat lambaian tangan dari Nino, Nana segera mendatangi mereka untuk bergabung. Di tengah kebersamaan dengan mereka, Nana merasakan kenyamanan tanpa ada diskriminasi sosial.


"Siti kemana Tante? kok gak ikut gabung??" Tanya Nana


"Siti kemarin ijin menginap di rumah saudaranya, ijinnya cuma 2 (dua) hari tapi kemarin nelpon minta perpanjang sampai sebulan." Ucap Bunga menceritakan proses ijin Siti kepadanya


"Lama banget Tan!!" Ucap Nana menanggapi ucapan Bunga


"Tan..! Tan..! panggil mba!! calon mba kamu tuh!!" Ucap Nino


"Wah, Nino kayaknya udah ngebet banget nih!!" Ucap Reza menggodanya Nino


Setelah ayam yang mereka bakar matang, mereka makan bersama dengan menggunakan tikar sebagai alas duduknya hingga tercipta suasana pedesaan.


"Aku jd kangen ibu! Ibu lagu ngapain ya di kampung??" Ucap Nana dalam hati


"Nambah ya! kamu harus banyak makan lho!!" Ucap Nino seraya menambahkan nasi ke piring Nana


Nana hanya bisa pasrah saat nasi yang di tambahkan ke piringnya tercampur dengan sambal ayam bakarnya.


"Udah! udah! stop!!!" Teriak Nana yang merasa tak mampu jika harus menghabiskan nasi terlalu banyak.


Melihat sikap Nino yang ingin berdekatan dengan Nana, Bunga pun mengirimkan pesan kepada Reza


"Ting! Ting!" Bunyi suara pesan di ponsel Reza


"Bunga??" Tanya Reza dalam hati seraya mengarahkan pandangan matanya kepada Bunga

__ADS_1


"Za, abis makan kita keluar yuk! kayaknya Nino lagi pengin deket sama Nana" Ucap Bunga dalam pesannya


"Oke!" Jawab Reza singkat.


Setelah selesai makan, Bunga dan Reza bersiap-siap meninggalkan Nino dan Nana. Bunga yang menyetujui hubungan mereka berdua memberikan kesempatan pada keduanya untuk mengenal lebih dekat.


"Kamu pulangnya besok kan No??" Tanya Bunga


"Iya, emang kenapa??" Jawab Nino yang disusul dengan pertanyaan


"Aku pinjem mobil dong!! mau pacaran nih!!." Ucap Bunga yang disusul dengan senyum Reza seraya mengusap kepala Bunga


"Boleh.. Boleh.. yang jauh ya!! kalo bisa besok pagi aja pulangnya!!" Ucap Nino kepada Bunga seraya tersenyum


"Nih kuncinya!!" Ucap Nino seraya melemparkan kunci mobil yang diambil dari saku celananya.


Melihat Bunga dan Reza sudah pergi, Nana pun meminta ijin pamit kepada Nino.


"Aku pulang aja ya!" Ucap Nana kepada Nino


"Ya jangan dong! Aku kan bukan orang sini, masa sendirian disini." Jawab Nino yang tidak menginginkan Nana pulang


"Aku ngantuk No!!" Ucap Nana memberikan alasan


"Ya udah kamu tidur di kamar Bunga aja!!" Ucap Nino memberikan solusi


"Ih manggilnya mba! berarti kamu nerima aku ya???" Goda Nino atas ucapan Nana


Nana terdiam malu, wajahnya memerah dan berkeringat di tengah udara dingin. Dia baru menyadari kalau Nino ternyata dapat memberikan kenyamanan padanya.


"Kok malah diem sih??" Tanya Nino


"Aku udah ngantuk nih!!" Ucap Nana mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Gimana kalo kamu tidur di kamar si mba... ?? mba siapa namanya?" Tanya Nino kembali memberi solusi


"Siti!" Jawab Nana


"Iya di kamar Siti aja!!" Jawab Nino


"Gak enak lah sama mba Bunga, masa kost di depan rumah tidur di sini" Jawab Nana kembali memberikan alasan


"Aku pulang aja ya!!" Ucap Nana meneruskan percakapan sebelumnya seraya beranjak dari tempat duduknya.


Dengan segera Nino menahan Nana dengan meraih tangannya.

__ADS_1


"Udah sini aja!" Ucap Nino dengan terus memaksa Nana agar tidak beranjak meninggalkannya


Rasa sukanya terhadap Nino saat ini ternyata mampu mengalahkan tekad Nana untuk kembali ke kostnya dan memilih bermalam di rumah Bunga.


Dengan tangannya yang telah meraih tangan Nana, Nino pun berhasil membawa Nana masuk ke dalam rumah Bunga.


"Kamu tidur di kamar Siti aja ya!!" Ucap Nino memerintah Nana


"Iya!!" Jawab Nana menyetujui perintah Nino


Sebelum tidur, mereka menyempatkan diri menonton acara tivi dan bercanda gurau.


"Tutup aja pintunya!, udah malem." Ucap Nino setelah melirik jam dinding yang telah menunjukkan pukul 01.20 WIB.


"Jangan ah, gak enak kalo mba Bunga pulang." Jawab Nana


"Ya udah duduk aja sini!!" Pinta Nino agar Nana mendekatkan duduknya dengannya.


Semakin dinginnya udara malam yang dirasakan, semakin membuat mereka merapatkan jarak duduknya. Rasa malu yang semula masih melekat perlahan mulai menghilang dan berganti nafsu untuk saling mendapatkan kehangatan.


Entah berawal dari siapa tanpa sadar mereka sudah dalam keadaan berdekapan, Nino yang telah beberapa lama tidak merasakan dekapan seorang wanita kini seolah tidak rela jika harus melepaskan wanita yang sedang di dekapnya.


"Aku butuh kamu Na, aku butuh kamu buat jadi istriku!" Bisik Nino ke telinga Nana disertai dengan deru nafas yang tidak beraturan


Nana yang terbuai dengan bisikan Nino terlihat sudah tidak mampu membuka matanya, dia merasakan sebuah kenyamanan saat berada dalam dekapan Nino dengan mata tertutup. Dunia serasa milik berdua yang mereka rasakan saat itu ternyata mampu melupakan pintu pagar serta pintu ruang tamu yang belum mereka tutup.


"Tek! Tek! Tek!" Suara benturan besi dan kayu


"Tek!! Tek!! Tek!!" Suara benturan yang semakin keras


"Ini orangnya kemana ya?! mobilnya gak ada tapi kok semua pintu kebuka?" Tanya petugas keamanan yang berkeliling kepada temannya


"Kita datengin aja yuk! mungkin orangnya ketiduran." Jawab petugas keamanan yang lain


"Tok! Tok! Tok!" Suara ketukan petugas keamanan ke pintu rumah Bunga


Nana dan Nino yang sedang berada dalam kendalinya masing-masing untuk mencari kebutuhan yang dibutuhkan batinnya saat itu tidak mampu mendengar suara selain suara deru nafas pasangannya sehingga mereka terkejut saat dilihatnya 2 (dua) orang petugas keamanan lingkungan sudah berada tepat di hadapannya.


"Hey.. Anda siapa berani berbuat mesum di sini??" Gertak petugas keamanan yang tengah mendapati Nino hanya menggunakan celana panjang sementara Nana masih berpakaian lengkap


"Mana yang punya rumah??!" Tanya petugas keamanan tersebut


"Lagi keluar pak!!" Jawab Nino


"Sekarang kamu berdua ikut kami ke pos!! Telpon Ibu Bunga, suruh langsung ke pos!!" Perintah petugas keamanan

__ADS_1


"Mati aku!!" Ucap Nino pasrah


__ADS_2