Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Terjebak Dalam Persembunyian


__ADS_3


"Ti, rokoknya tante Bunga rokok Korea ya?" Tanya Nana seraya merogoh tas mencari dompetnya.


"Iya Na, dia dari dulu konsumsinya rokok Korea. Itu bungkusnya!!" Jawab Siti dengan menunjukkan bungkus rokoknya diatas asbak dengan lirikan matanya


"Oh, pantas!!" Jawab Nana singkat


"Alhamdulillah dugaan saya tidak tepat, maafkan aku ya suamiku!!" Ucapnya dalam hati


"Ini Ti uang kamu yang pernah kupinjam, terima kasih ya!!" Ucap Nana seraya menyerahkan uang yang diambil dari dompetnya.


"Kamu sudah ada uang Na?? kalau belum kamu pegang saja dulu!!" Jawab Siti


"Sudah Ti, terima kasih ya!!" Jawab Nana


"Iya Na, sama-sama"Ucap Siti menanggapi pengakuan Nana


"Ti.. tadi aku menghubungi Nani, katanya didekat sini ada kost-kostan ya?" Tanya Nana dengan pandangan mata menyapu seluruh rumah yang berada disekitarnya

__ADS_1


"Iya Na, itu di depan!!" Jawab Siti


"Yang ada kanopi di atasnya?" Tanya Nana dengan menunjuk bangunan berlantai 2 (dua) serta bercat cream.


"Iya bener, kost-kostan baru itu!!" Ucap Siti menjelaskan kondisi bangunannya.


"Aku mau ke situ dulu deh ya, mau tanya ada kamar kosong atau gak." Ucap Nana dengan melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut


Singkat kata Nana menemui pemilik kost tersebut dan mengambil tas yang dititipkannya di rumah Bunga. Kamar kost disana baru terisi 4 (empat) dari seluruh kamar yang berjumlah 25 (dua puluh lima) kamar, sehingga Nana dapat bebas memilih kamar dengan view yang dikehendakinya. Pada kesempatan itu Nana memilih view jalan serta rumah Bunga.


Kamar kost yang tergolong mahal namun memberikan kenyaman membuat Nana betah berlama-lama di dalamnya, bahkan dalam waktu seharian dia rela menghabiskan waktunya untuk memanjakan diri dan baru menyadari kalau waktu sudah menjelang malam saat mendengar adzan maghrib berkumandang.


Dengan sedikit melawan rasa malasnya Nana beranjak dari tempat tidurnya untuk menutup horden serta jendela balconnya. Saat hendak menyentuh jendela, jantungnya terasa ingin loncat dari dadanya setelah dia melihat mobil Rico berhenti dalam keadaan mesin tetap nyala. Seketika dalam refleknya dia menjatuhkan diri dalam keadaan duduk.


"Buuuggg" Suara hentakan tubuh ke lantai


"Sedang apa ya Rico disitu?" Tanya Nana dalam hati diiringi detak jantung yang tak berirama


Berdiam dalam persembunyiannya ternyata membuat Nana makin ingin tahu apa yang sedang dilakukan Rico hingga akhirnya dia memberanikan diri memunculkan kepalanya untuk melihat keluar.

__ADS_1


"Lho mobilnya sudah pergi?? Tapi tak terdengar suaranya." Tanya Nana yang makin ingin tahu.


Akhirnya Nana berdiri dan menghirup nafas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang kemudian disusul dengan menutup jendela. Setelah detak jantungnya mulai stabil, perlahan dia merasa lapar. Dia baru sadar kalau terakhir makan itu saat hendak pergi ke terminal.


"Mau pesan atau keluar ya??" tanya Nana dalam hati.


Karena bimbang, dia menghitung kancing baju sebagai alternatif pilihannya.


"Keluar? Pesan? keluar? Pesan? Keluar??!" Ucap Nana dengan kata terakhir sebagai jawaban atas pilihannya.


"Ya sudah lah keluar saja sambil mencari udara segar!!" Keputusan yang dimantapkan oleh Nana


Seraya berjalan Nana menyanyikan lagu dengan suara yang hanya terdengar olehnya sendiri, namun kali ini dia seperti akan pingsan saat di depan matanya berdiri tubuh Rico yang besar dan tinggi. Secepatnya Nana mencari tempat untuk bersembunyi.


"Astaga.. mau apa Rico kesini??!! Untung dia gak liat!!" Batin Nana seraya bersandar pada sisi dinding agar tidak terlihat oleh Rico


Dari jarak dengar yang dapat mendengarkan percakapan Nana bersembunyi, sehingga dia tahu apa yang dibicarakan Rico dengan pemilik kost.


"Rico mau sewa kost?? apa aku gak salah dengar ya?" Tanya Nana dalam hatinya antara yakin dan tak yakin dengan yang didengarnya dengan pandangan mata yang kosong namun tertuju pada satu titik

__ADS_1


__ADS_2