Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Percobaan Pembunuhan


__ADS_3


Rico yang menaruh dendam kepada Bunga karena merasa dipermalukan di depan teman kostnya kini berubah pikiran. Yang semula berniat ingin menjaili dan mempermalukan kini berubah ingin mencelakai.


"Kamu harus celaka Bunga!! Kamu harus kubuat menderita!!" Ucap Rico dengan lirih serta mengeluarkan suara gigi yang beradu.


Dengan bermodalkan kendaraan baru yang dia peroleh dari hasil penjualan barang-barang yang di ambilnya dari Bunga, dia mencoba mengatur strateginya untuk mencelakai Bunga, dia ingin mencelakai Bunga dengan cara menyerempetnya dari belakang saat Bunga berjalan.


Di awal strateginya, Rico mulai mengamati kegiatan Bunga terutama di pagi hari. Dia sengaja ingin mencelakai Bunga di pagi hari karena dia berfikir Reza sedang bekerja sehingga tidak mungkin akan datang menolong Bunga.


Di hari ke-3 pemantauannya, Rico bersiap melancarkan aksinya. Dia telah standby dengan memarkirkan kendaraannya di pertigaan jalan. Bunga yang selalu konsisten pada kegiatan paginya dengab membeli nasi uduk atau lontong sayur sempat menaruh curiga karena melihat sebuah mobil menyerupai mobil Rico terparkir di pinggir jalan.


"Kok ada mobil parkir di pinggir jalan, bukannya sudah di umumkan supaya parkir di luar pagar ya?" Ucap Bunga dalam hati seraya mengaitkan kunci pagarnya. Namun karena merasa mobil tersebut bukan milik tamunya, Bunga pun berjalan mewujudkan niatnya untuk membeli makanan untuk sarapan paginya.


Tidak lama Bunga berjalan, mobil tersebut mengikutinya berjalan, dan saat Bunga berhenti kemudian menoleh ke arah mobil tersebut, mobilnya pun berhenti. Sungguh sebuah kejadian yang membuat feeling Bunga merasa ada sesuatu yang aneh dengan pengemudi mobil tersebut.


"Biarin aja lah, toh bukan urusan saya!!" Pikir Bunga yang tidak ingin menambah kembali beban pikiran yang sudah ada dan memilih mengabaikannya.


Semakin cepat langkah kaki Bunga berjalan mobil tersebut pun semakin kencang, hingga akhirnya tepat di tikungan mobil tersebut meningkatkan kecepatannya untuk menabrak Bunga. Bunga yang sejak awal sudah merasa ada yang tak beres dengan pengemudi mobil tersebut seketika meloncat dan menjatuhkan dirinya ke dalam selokan untuk menyelamatkan dirinya.


Tepat di pertigaan jalan setelah tikungan, Rico menginjak rem dengan tajam hingga menimbulkan suara yang membuat orang disekitarnya mengarahkan pandangan matanyanya ke mobilnya. Rico yang tidak menyadari dirinya menjadi pusat perhatian saat itu hanya terfokus ke spion tengah untuk melihat ke arah belakang.


"Biar mati di got kamu Bunga!!" Ucap Rico seraya mengarahkan kaca spion tengahnya ke tempat Bunga terjatuh.


Bunga yang saat menjatuhkan diri mengalami benturan hingga menimbulkan luka di kepalanya dalam beberapa saat tidak tersadarkan diri. Dia ditemukan oleh pengamen jalanan yang kemudian meminta pertolongan dengan berteriak.


"Toloong!! Toloonng!!" Teriak pengamen yang mencoba memanggil warga untuk mendapat bantuan. Beberapa warga yang sejak tadi berkumpul di pertigaan segera berlari mendatangi asal suara terdengar.


"Tolong pak, tolong! Itu, itu! mayat!!" Ucap pengamen dengan raut wajah bingung serta takut hingga tak dapat berkata-kata dengan jelas.


"Apa Mas?" Tanya salah satu warga sekitar

__ADS_1


"Mayat pak, mayat!!" Jawab pengamen seraya menarik tangan salah satu warga untuk mengikutinya


"Mana?? mana??" Tanya warga dengan serentak


"Eh iya, itu mayat wanita!!" Jawab salah satu warga menanggapi pertanyaan teman-temannya.


Dengan serentak beberapa orang tersebut berlari cepat mendatangi orang yang diduga mayat.


"Lho, itu si Bunga!!" Ucap salah satu warga yang mengenalinya.


"Oh iya benar." Jawab para warga yang berada di lokasi kejadian. Para warga tidak mengenali Bunga karena kondisi Bunga sudah terkena lumpur.


"Angkat! angkat!!" Ajak salah satu warga yang mengenali Bunga terlebih dahulu.


Dengan segera mereka mengangkat Bunga dari selokan untuk di taruh di pinggir jalan. Karena kondisinya yang kotor tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit, salah satu warga yang rumahnya terdekat dengan lokasi meminta istrinya untuk memandikan Bunga. Setelah dimandikan, ternyata Bunga memiliki luka benturan di bagian kepala hingga akhirnya para warga tersebut membawa Bunga ke rumah sakit terdekat.


Warga yang mendengar kabar mengenai telah ditemukannya sesosok mayat, seketika berbondong-bondong datang ke tempat kejadian. Mereka ingin melihat kebenaran berita yang mereka terima.


"Mana mayatnya?" Tanya seorang ibu yang rela berdesak-desakan seraya menggendong bayinya


Walaupun korban telah di bawa ke rumah sakit, namun warga sekitar masih berkerumun di sekitar tempat kejadian perkara. Mereka sengaja duduk di sekitar lokasi untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan seperti wartawan maupun polisi.


Reza yang saat itu berjalan kaki menuju rumah Bunga pun dibuat bertanya dalam hati mengenai kerumunan orang yang dilihatnya.


"Mas ada apa ya? kok rame banget?" Tanya Reza seraya menyapukan pandangan matanya ke seluruh warga yang berada di sana


"Ada mayat Bang! Tapi sudah dibawa ke rumah sakit." Jawab petugas keamanan yang sebelumnya ditanya perihal yang sama oleh seorang ibu yang membawa bayinya.


"Perempuan atau laki-laki Mas?" Tanya Reza yang ingin sekali mengetahui beritanya


"Perempuan Bang!!" Jawabnya petugas keamanan kembali

__ADS_1


"Owh, orang mana?" Tanya Reza kembali


"Orang situ Bang, rumah besar yang di depan gerbang." Jawab petugas keamanan


"Maksudnya Bunga??" Tanya Reza dengan suara bergetar akibat menahan tangis setelah mendengar kekasihnya dinyatakan meninggal


"Iya Bang!!" Jawab petugas keamanan dengan singkat


"Di bawa ke rumah sakit mana Mas?" Tanya Reza yang saat itu sudah tidak mampu berfikir dengan akal sehatnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa karena tidak memiliki kendaraan untuk segera pergi kesana. Ingin meminjam kendaraan tidak ada yang dikenalnya, dan ingin meminta tolong pun dia tidak tahu ingin meminta tolong kepada siapa. Dengan mengesampingkan rasa malunya, Reza meminta tolong kepada petugas keamanan komplek.


"Mas, saya keluarganya. Bisa minta tolong antarkan saya ke rumah tempat korban di rawat gak?" Tanya Reza dengan mata yang sudah sedikit berkaca. Dia tidak yakin dengan pemberitaan petugas keamanan tersebut yang mengatakan menemukan mayat.


"Pak, ini ada keluarga korban tadi. Dia minta diantarkan ke rumah sakit." Ucap petugas keamanan kepada ketua RT setempat. Tanpa menunda waktu pak ketua RT memberikan motornya ke salah satu warga untuk membantu mengantarkan Reza ke rumah sakit.


Sesampainya disana, Reza berlari menuju kamar jenazah untuk mencari Bunga. Dengan kondisinya yang terlihat kacau, dia sudah tidak dapat mengontrol emosinya. Namun keadaan seketika berbalik 180° saat dilihatnya Bunga sedang berada di kursi roda yang di dorong oleh seorang suster menuju kamar rawat inap dengan kondisi kepala diperban melintas di depannya.


"Say, sayang!!" Teriak Reza seraya menghampiri Bunga


"Kamu gak apa-apa sayang??" Tanya kembali Reza yang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Bunga.


"Suster, suster ini kenapa suster?? kok pandangannya tanpa ekspresi??" Tanya Reza kepada suster yang mendorong kursi roda


"Ini efek benturan pak, ingatannya mundur ke masa lalu. Dan berangsur akan pulih dalam waktu beberapa jam." Jawab suster atas pertanyaan Reza


"Ya sudah suster, kalau begitu biar saya saja yang dorong. Saya mau di saat ingatannya kembali normal orang yang pertama dia lihat saya." Ucap Reza seraya menggantikan posisi suster untuk mendorong kursi rodanya.


"Baik pak!!" Jawab suster seraya menyerahkan kursi rodanya yang kemudian berjalan di sisi Reza untuk menunjukkan kamar yang akan digunakan untuk rawat inap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya

__ADS_1


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin


__ADS_2