Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Asmara Subuh 1


__ADS_3


Bunga yang terbangun akibat alarm yang di setting berbunyi terkejut melihat Reza tidur di sisinya. Dia tidak tahu mengapa Reza sampai bisa tidur bersamanya.


"Yank... yank.. bangun yank!!" Ucap Bunga membangunkan Reza


"Yank!! yank!!!" Ucap Bunga seraya menekankan tangannya beberapa kali ke bahu Reza


Karena terlalu sulit di sadarkan dari tidurnya, Bunga pun meninggalkannya dan memutuskan mandi terlebih dahulu. Saat di pertengahan mandinya, dia mendengar ponselnya berbunyi.


"Yah, lagi mandi handphone pake bunyi lagi!!" Ucap Bunga dalam hati


Bunga pun mencoba mengabaikan suara dering ponselnya, namun dering tersebut kembali terdengar hingga akhirnya Reza terbangun.


"Say.. handphone kamu bunyi nih!" Ucap Reza memberitahu Bunga


"Iya yank, aku denger. Dari siapa??" Tanya Bunga seraya menggosok tubuhnya dengan sabun


"Gak tau say, gak ada namanya." Jawab Reza


"Gak usah diangkat kalau gak ada namanya!" Perintah Bunga kepada Reza

__ADS_1


Setelah mandi, Bunga mengambil ponselnya untuk melihat nomor yang belum lama menghubunginya.


"Siapa ya??" Tanya Bunga dalam hati seraya mengarahkan pandangan matanya ke arah jam dinding yang berada di kamarnya.


Saat masih berada di genggaman tangannya, ponsel tersebut kembali berdering dan dilihatnya kembali nomor yang sama.


"Hallo!" Ucap Bunga membuka percakapan dari telponnya


"Bunga, kalo kesini bawain makanan ya!! Aku laper nih, dari semalem gak bisa tidur" Ucap Nino yang menghubungi Bunga melalui handphone Nana


"Ya elah, bukannya kirim pesan aja minta di bawain makanan." Ucap Bunga yang menyayangkan sikap Nino


"Gak enak ganggu, udah mau subuh soalnya!" Jawan Nino memberikan alasan


Reza yang terbangun kembali dari tidurnya saat mendengar Bunga berbicara di telpon, seketika menolehkan wajahnya ke arah Bunga. Dilihatnya Bunga duduk di tepian tempat tidur seraya memakai handuk yang di lilitkan ke tubuhnya.


"Ya udah ya chat aja, aku lagi mau pake baju nih!!" Ucap Bunga kepada Nino


"Oke!" Jawab Nino dari kejauhan.


"Wangi banget aroma badannya." Ucap Reza dalam hati.

__ADS_1


Karena terus menerus memandangi tubuh Bunga yang tampak segar setelah mandi, Reza pun tak kuasa untuk tidak menyentuhnya dan dengan pergerakan yang secepat kilat Reza mendekap Bunga dari arah belakang tubuh Bunga.


"Haa!!" Teriak Bunga yang terkejut dengan sentuhan Reza


"Hmmm.. wangi banget say!!" Puji Reza atas aroma tubuh Bunga


"Hayo chat siapa??" Tanya Reza seraya menghirup kuat aroma tubuh bunga


"Ini, Si Nino chat minta dibawain makanan. Katanya dari semalam lapar." Jawab Bunga dengan santai seraya menunjukkan percakapannya dengan Nino kepada Reza


"Jam berapa sih acaranya??" Tanya Reza yang masih terus menghirup aroma tubuh Bunga.


"Jam 09.00 yank." Jawab Bunga dengan fluktuasi suara yang tidak stabil akibat detak jantung yang semakin kencang


"Beliin online aja, biar langsung di kirim ke sana!" Ucap Reza mencarikan solusi agar Bunga tidak keluar mencarikan makanan


"Iya ya! aku tanya dia dulu aja deh!!" Jawab Bunga yang bersedia mengikuti perintah Reza.


"Telpon aja, kalau chat nanti lama balesnya!" Ucap Reza kembali memerintahkan Bunga


Dengan segera Bunga menghubungi kembali nomor yang beberapa saat lalu menghubunginya. Dan setelah mendapat jawaban dari Nino, Bunga segera memesankan.

__ADS_1


Entah setan apa yang merasuki tubuh Reza, di pagi buta itu Reza terus menciumi tubuh Bunga seolah tidak ingin kehilangan aromanya. Sementara Bunga yang sulit bergerak karena Reza seraya mencium juga mendekap, saat itu hanya bisa pasrah karena tak mampu melawan kekuatan tangan Reza


__ADS_2