
2 (dua) minggu setelah pengajuan berkas, Bunga mendapat panggilan dari pengadilan agama untuk menghadiri sidang pertamanya yang akan diadakan 1 (satu) minggu mendatang. Sehari sebelum sidang Bunga mempersiapkan diri dengan menginap di rumah peninggalan orang tuanya dengan ditemani Reza.
Sebelum sidang dimulai, Bunga sudah mempunyai keyakinan bahwa Rico tidak mungkin datang dan sidangnya dapat putus hari ini. Namun saat sidangnya dimulai, ternyata kenyataannya tak sesuai dengan harapan Bunga hingga akhirnya Bunga terpaksa mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Pak Hakim.
"Ibu Bunga?" Tanya Pak Hakim
"Iya pak!" Jawab Bunga dengan jantung berdebar
"Ibu sebagai penggugat atas suami ibu yang bernama Rico Setiawan?" Tanya kembali Pak Hakim
"Iya pak!" Jawab Bunga singkat
"Kasusnya tergugat sudah pernah menikah sebanyak 2 (dua) kali dengan orang lain dan sering mengganggu anda. APakah anda mempunyai saksi?" Tanya pak hakim
"Iya pak!" Jawab Bunga kembali singkat
"Sekarang suami ibu dimana?" Tanya Pak Hakim
"Di penjara pak!" Jawab Bunga
"Mengapa anda mengajukan gugatan cerai saat suami anda mendekam di penjara?" Tanya Pak Hakim
"Karena saya ingin menikah secara resmi dengan pacar saya pak!" Jawab Bunga memberikan alasan.
"Sudah berapa lama anda berpisah dengan suami?" Tanya Pak Hakim
"Sudah 6 (enam) tahun pak!" Jawab Bunga.
"Ya sudah, bulan depan di tanggal yang sama ibu datang lagi dengan membawa 2 (dua) orang untuk dijadikan saksi!!" Perintah Pak Hakim
"Baik pak." Ucap Bunga
Persetujuan Bunga diatas merupakan kata-kata terakhir dalam sidang pertamanya yang kemudian disusul dengan pengetukan palu yang menandakan sidang pertama telah selesai.
"Gimana say?" Tanya Reza kepada Bunga yang tidak mengikuti jalannya persidangan karena menunggu di dalam mobilnya.
"Belum putus yank, masih harus kesini lagi bulan depan dan bawa 2 (dua) orang saksi." Jawab Bunga dengan raut wajah bingung.
"Tapi aku bingung yank!" Ucap Bunga meneruskan pembicaraan sebelumnya.
"Bingung kenapa??" Tanya Reza singkat
"Disuruh nyari 2 (dua) orang saksi." Jawab Bunga
"Suruh aja Nino sama Nana! Jadi kan dia bisa sekalian ke rumah orang tuanya." Ucap Reza memberi solusi
"Mana mau si Nino! Mereka kan nikah karena orang dipaksa hansip dan gak sempet minta restu sama orang tuanya." Jawab Bunga merespon solusi yang diberikan Bunga.
__ADS_1
"Terus mau disembunyikan sampai kapan?" Tanya Reza
"Nino bilang sih setelah Nana melahirkan mereka akan nikah resmi dan akan mengundang keluarga." Jawab Bunga
"Oh, gitu." Ucap Reza singkat
"Iya" Jawab Bunga dengan singkat kembali.
"Ya sudah kalau gitu ajak aja mereka dan kita nginap di hotel." Ucap Reza memberikan solusi kedua.
"Iya ya, bener juga. Jadi Nana juga bisa sambil refreshing." Jawab Bunga yang terlihat sumringah karena telah mendapatkan solusi.
Entah apa yang ada di pikiran mereka saat itu hingga tercipta suasana hening dalam beberapa saat dan baru terpecahkan setelah Reza menerima telpon dari David.
"Kriinngg.. kriinng.. kriinng.." Suara dering telepon Reza yang memecahkan keheningan
"Iya Vid?" Tanya Reza membuka percakapan dengan David melalui sambungan telepon
"Bos, saya bisa numpang tinggal di rumah bos sementara gak?" Tanya David dengan suara lemas.
"Maksudnya kost?" Tanya Reza memastikan maksud David
"Rumah bos, rumah yang di Tebet" Jawab David
"Boleh, tapi nanti aja ya ngomonginnya. Saya lagi nyetir." Jawab Reza yang tidak ingin Bunga mendengar percakapan mereka.
"Oke bos, terima kasih!" Jawab David yang kemudian mematikan sambungan telepon.
"Kriingg.. kriingg.. kriingg." Suara dering telpon David
"Ya bos!" Ucap David membuka percakapan.
"Dimana Vid?" Tanya Reza
"Di taman bos!" Jawab David singkat.
"Ya sudah saya jemput ya!" Ucap Reza yang mengkhawatirkan keadaan David
"Gak usah bos, saya bawa mobil bos yang kuning. Bos sudah dimana?" Jawab David dengan disusul pertanyaan
"Saya abis ngedrop Bunga, ya sudah saya langsung ke Tebet aja. Kamu nyusul ya!" Ucap Reza mengajak David bertemu langsung di rumahnya.
Saat melajukan kendaraan menuju rumahnya, Reza tidak menyadari bahwa kendaraan mereka beriringan dan baru tersadar saat dirinya membuka pintu pagar rumahnya.
"Lho, kamu dibelakang saya Vid?" Tanya Reza seraya mendorong pintu pagar rumahnya
"Iya bos, dari tadi." Jawab David
"Kamu pegang kunci rumah saya kan?" Tanya Reza yang pernah memberikan kunci saat pertama kali meminjam mobil David
__ADS_1
"Iya bos, tapi kan saya gak enak kalau gak ijin dulu." Ucap David yang selalu penuh dengan sopan santun
Dengan segera Reza memasukkan mobil David ke halaman rumahnya yang disusul oleh David yang memasukkan mobil Reza ke garasi rumah Reza. Setelah menaruh mobil, mereka berkumpul di teras membicarakan maksud David.
"Kamu kenapa Vid? kayaknya lagi banyak masalah banget." Tanya Reza seraya memandang wajah David
"Saya mau numpang tinggal di sini sementara bisa gak bos? Saya lagi pengin menyendiri bos!" Jawab David seraya memandang langit yang terlihat cerah.
"Lagi ada masalah apa?" Tanya Reza menelisik
"Waktu bos pertama kali ke Sukabumi, saya di panggil sama orang tua pacar saya bos. Dia tanya kerjaan saya." Jawab David dengan lemas
"Terus?" Tanya Reza kembali
"Dia bilang kalau mau serius sama anaknya saya harus kerja." Jawab David kembali
"Terus kamu pusing gak dapet kerjaan?" Tanya Reza menebak alur cerita David
"Bukan bos. Saya belum sempat cari kerja, eh pacar saya telpon mutusin saya katanya dia mau ikutin saran orang tuanya untuk mencari calon suami yang sudah mapan." Jawab David
"Ya sudah kalau memang dia minta putus lepas aja, tandanya dia sama kayak orang tuanya. Gak bisa diajak susah!" Ucap Reza memberi solusi
David yang tidak mampu membalas ucapan Reza hanya dapat memandangi awan yang terus bergerak akibat terbawa angin. Sementara Reza yang bisa memahami kondisi David hanya membiarkan tanpa memberi solusi.
"Mau minum apa?" Tanya Reza kepada David
"Gak usah bos, gak haus!" Jawab David
"Udah minum air mata ya?" Tanya Reza menggodanya
"Hehehe" Tawa David yang sedikit memaksa karena menghormati Reza
"Kalau mau minum ambil aja di kulkas, saya mau mandi dulu!" Ucap Reza seraya memberikan kunci mobil David.
"Eh iya Vid, nanti bulan depan ikut ke Sukabumi aja! Bunga mau sidang lagi. Banyak calon janda di pengadilan." Ucap Reza menggodanya kembali
"Enggak lah bos, saya mau nyendiri dulu sampai bosen." Jawab David yang masih terus memandangi pergerakan awan.
"Halaahh.. gaya pake bilang pengin sendiri. Nanti ada ayam betina lewat juga dilirik!!" Ucap Reza menggodanya kembali
"Itu mah kalo malem Minggu bos!! Buat dibakar bareng-bareng!!" Jawab David yang ternyata mampu membuat Reza tertawa.
"Kenapa jadi saya yang dibikin ketawa ya?" Ucap Reza dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamii