Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Pedagang Bunga


__ADS_3


Perlahan Bunga melangkahkan kakinya menuju dinding pembatas antara dirinya dengan Reza dan David. Bunga ingin mendengarkan lebih jelas percakapan mereka. Namun karena Reza telah memerintahkan David untuk tidak membahas kembali masalah taman, Bunga pun tidak mendengarkan kelanjutan dari pembicaraan mereka sebelumnya.


Karena keingin tahuannya yang kuat, Bunga pun memaksakan diri untuk menanyakan apa yang dia dengar beberapa saat lalu


"Kenapa kamu melarang David membahas yank?? Ada apa ini sebenarnya??!" Ucap Bunga dengan sedikit kecewa karena ada sesuatu yang disembunyikan darinya.


"Tolong jelaskan!!!" Ucap Bunga dengan nada sedikit emosi


Reza yang tidak tahu harus menjawab apa seketika mendapat ide untuk menjawab pertanyaan Bunga. Tanpa mempertimbangkan lebih lanjut, dia segera mengutarakan.


"Tadi ada kambing masuk say!! terus bunganya dimakanin." Ucap Reza


"Mana ada orang melihara kambing di daerah sini yank!!" Jawab Bunga mempertahankan pendapatnya.


"Emang gak ada yang melihara kambing say, tapi tadi sore kata David ada kambing 2 (dua) ekor." Jawab Reza


"Iya kak, mungkin udah ada yang pesan kambing buat hari raya idul adha kali!!" Ucap David membenarkan ucapan Reza


"Terus kenapa gak di tutup??" Tanya Bunga kembali


"Tadi kita kan buru-buru say, aku pikir David nutup. Ternyata David mikir kita udah nutup." Jawab Reza


"Kalau tahu akan kayak gini, udah pasti pintunya aku tutup say!!" Ucap Reza meneruskan ucapan sebelumnya.


"Ya sudah lah say, yang penting sekarang udah rapih!!" Ucap Reza kembali.


Mendengar ucapan Reza, Bunga pun segera masuk kembali ke dalam rumah dan berganti pakaian. Sementara David yang sudah merasa sedikit ngantuk meminta ijin pulang kepada Reza. Namun sesaat sebelum pulang, David meminta tolong Reza untuk menyampaikan pesannya kepada Bunga


"Bos, untuk menebus rasa bersalah saya, saya mau jadi tukang kebun ngerawat pohon yang baru ditanam ini secara gratis." Ucap David kepada Reza


"Ya nanti saya bicarakan dengan Bunga deh!" Jawab Reza


"Saya pamit permisi dulu ya bos!!" Ucap David

__ADS_1


"Nanti dulu Vid, bareng aja pulangnya. Nanti kamu drop saya di taman ya!!" Ucap Reza karena tidak memiliki kendaraan


"Jangan lama-lama ya bos!!" Pinta David yang sudah merasa sedikit ngantuk


"Siapp!! siaapp!!" Jawab Reza


Tidak lama setelah barganti pakaian, Bunga keluar kamar untuk menemui Reza dan David. Bunga yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB meminta David dan Reza bermalam di rumahnya, namun dengan alasan akan ada urusan esok pagi David pun tetap pada pendiriannya untuk pulang malam ini juga.


Reza yang malam itu meminta David untuk mengantarnya pulang pun tetap pada pendiriannya untuk pulang, dia merasa ingin tidur di kostnya. Sesampainya di kost miliknya, Reza terserang rasa kantuk yang sangat hebat. Sementara David pun merasa sudah tidak mampu lagi jika memaksakan diri meneruskan perjalanan hingga ke rumahnya.


"Bos, saya numpang nginep ya! ngantuk banget nih!! kayaknya gak kuat bawa motor." Ucap Reza seraya menguap dengan mata yang telah berkaca-kaca.


"Ya sudah, kamu parkirin aja motornya disana!!" Ucap Reza seraya menunjuk sebuah pohon besar dengan motor lain yang telah terparkir sebelumnya.


Seraya menunggu David memarkirkan motornya, Reza mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan mengirimkan pesan kepada Bunga untuk menginformasikan bahwa dirinya telah sampai kost. Tetapi karena saat itu di layar ponselnya terlihat hanya ceklis 1 (satu) Reza pun segera memasukkan kembali poselnya ke saku bajunya.


"Yang kost rame juga bos, hampir semua kamar nyala." Ucap David seraya memandang seluruh kamar kost dengan matanya yang telah berkaca-kaca


"Iya!" Jawab Reza singkat.


Bu Eko yang baru kembali selepas jalan pagi mendekati serta menanyakan maksud kedatangan orang asing yang baru saja dilihat untuk pertama kalinya.


"Maaf, adik mau mencari siapa?" Tanya Bu Eko dengan penuh sopan santun


"Saya mau ke rumah bapak yang tinggal disini bu!!" Jawab pemilik kios bunga


"Bapak siapa ya? disini hanya ada seorang wanita dik! apa adik gak salah rumah??" Tanya Bu Eko yang merasa anak muda tersebut salah alamat.


"Enggak Bu, semalam saya sudah ke sini kok. Saya cuma mau ngecek bunga yang semalam saya tanam." Jawab pemilik kios bunga yang merasa tidak salah alamat.


Tidak lama terlibat perbincangan, Rico yang baru saja terbangun dari tidur membuka jendela agar sirkulasi udara di kamarnya berganti. Seraya membuka jendela, Rico menghirup udara dengan tarikan yang panjang dengan disertai menutup mata. Namun saat membuka matanya, dilihatnya ibu kost sedang berbincang dengan orang asing yang pertama kali dilihatnya pula.


"Ibu kost ngobrol sama siapa tuh?" Tanya Rico dalam hati seraya terus memperhatikan bahasa tubuh kedua orang yang dilihatnya. Dia tidak dapat mendengarkan pembicaraan mereka karena jarak yang sedikit jauh.


Karena merasa kasihan melihat pemuda itu terkena panas seraya berdiri, Bu Eko pun berniat untuk menolongnya dengan membantu menghubungi Bunga. Selama menunggu Bu Eko menghubungi bunga, Bu Eko mempersilahkannya menunggu di sofa penerima tamu kost dan memberinya segelas air teh manis hangat.

__ADS_1


"Dik, tunggu di sini dulu saja ya! saya mau ambil ponsel dulu untuk menghubungi pemilik rumah itu" Ucap Bu Eko dengan ciri khasnya yang lemah lembut.


"Terima kasih Bu!" Jawab pemuda pemilik kios bunga


"Jangan lupa diminum tehnya dik!!" Ucap Bu Eko kembali seraya melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan yang menghubungkan rumah kost dengan rumah pribadinya.


"Baik sekali ibu itu! ramah, sopan, lemah lembut tutur katanya. Semoga saja ibu itu bisa membantu saya menghubungi pemilik rumahnya." Ucap pemilik kios bunga dengan penuh harapan agar doa yang dia panjatkan dapat terkabul.


Saat Bu Eko pergi, Rico mendatangi pemuda yang dilihatnya dari atas. Dia ingin mengetahui tujuan pemuda tersebut mendatangi rumah Bunga.


"Mas, mau kost disini?" Tanya Rico dengan penuh basa basi


"Enggak pak, saya mau ke rumah depan tapi pemilik rumahnya belum membukakan pintu pagarnya. Tapi sama ibu tadi mau dibantu dipanggilin pak!!" Ucap pemuda tersebut menjawab pertanyaan Rico


"Memang kesana mau ada perlu apa mas?" Tanya Rico menelisik.


"Mau ngerawat bunga pak!" Jawab pemuda tersebut dengan singkat tanpa menaruh curiga sedikit pun kepada Rico


"Memang bunga sudah hancur bisa dirawat kembali?" Tanya Rico dengan pandangan mata yang terlihat menyepelekan pemuda tersebut.


"Kok bapak tau bunganya hancur??" Tanya pemuda tersebut yang ternyata berhasil menyudutkan Rico untuk bertanya lebih lanjut


"Ah, sial!! kejebak deh!" Ucap Rico dalam hati seraya mencari jawaban yang dapat diterima dengan akal sehat


"Kemarin saya lihat dari atas ramai orang disana, saat saya tanya katanya ada yang merusak taman." Ucap Rico memberikan alasan.


"Orang ini kok aneh ya? dari sorot matanya kayak punya itikad gak baik." Ucap pemilik kios bunga dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung ke bab selanjutnya


Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!


Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamiin

__ADS_1


__ADS_2