
Sesampainya di rumah peninggalan orang tuanya, Reza segera istirahat. Reza merasa sangat lelah karena perjalanan yang biasa di tempuh dalam waktu sekitar 3 jam jika di laksanakan pada malam hari kini menjadi 6 jam.
"Say, aku mau istirahat dulu ya! Kalau handphone aku bunyi angkat aja, bilang aku lagi tidur." Ucap Reza dengan wajah lelah
"Iya yank." Jawab Bunga singkat.
Melihat Reza tiduran di sofa depan tivi, Bunga segera mengecilkan volume tivi yang sedang di tontonnya. Namun karena kondisi tubuh yang lelah serta di dukung oleh sofa yang empuk dan angin yang berhembus dari sawah, seketika Bunga tak sadarkan diri dan tertidur di sofa tersebut dengan kondisi tivi yang masih menyala.
Akibat terkena hembusan angin yang semakin malam semakin dingin, Reza merasakan dingin hingga ke dalam tulangnya hingga akhirnya terbangun.
"Kok lampunya gak di nyalain ya? Tivi juga gak dimatiin." Tanya Reza dalam hati.
Reza yang berada dalam kondisi dilema antara membangunkan Bunga atau mencari saklar di rumah tersebut akhirnya memilih membangunkan Bunga. Dia paham kalau Bunga pun lelah atas perjalanan yang telah mereka lalui. Namun ketidak tahunan Reza atas layout rumah tersebut membuatnya tidak mempunyai pilihan lain selain membangunkan Bunga.
"Say, sayy.." Ucap Reza seraya menyolek bahunya beberapa kali.
"Apa yank?" Tanya Bunga dengan kondisi mata yang masih tertutup.
"Saklarnya dimana?" Tanya Reza singkat.
Mendengar pertanyaan Reza, Bunga yang semula malas membuka matanya seketika membangkitkan diri dari sofa dan berjalan menuju arah saklar untuk menyalakan lampu.
"Oh, pantas dingin. Ternyata pintunya belum di tutup." Ucap Reza dalam hati seraya berinisiatif menutup pintu serta horden rumah tersebut.
"Yank, tidurnya pindah ke kamar aja yuk!" Ajak Bunga kepada Reza dengan kondisi mata setengah tertutup karena menahan kantuk.
Melihat Bunga berjalan seraya mengantuk, Reza segera berjalan cepat dan menangkap Bunga yang kemudian membawa ke kamar dengan cara menggendongnya. Bunga yang sudah beberapa kali digendong Reza kini mulai terbiasa dan merasa nyaman. Bahkan ketika sampai di tempat tidur Bunga pun tetap memejamkan matanya namun tubuhnya terlentang pasrah seperti bayi yang di taruh kasur oleh ibunya.
Reza yang tidak tahan melihat Bunga dalam kondisi terlentang seketika terlintas di pikirannya untuk mendapatkan kehangatan dari diri Bunga. Dia ingin mengulangi masa-masa seperti saat berlibur beberapa waktu yang lalu.
Bisikan setan yang sangat kuat ternyata mampu mengalahkan imannya dan Reza pun tak ingin menyia-nyiakan udara dingin yang telah memasuki tulangnya hingga akhirnya dia mendekap Bunga yang sedang tertidur.
__ADS_1
"Say, maafin aku ya! Aku jadi ganggu kamu tidur. Aku dingin say!!" Ucap Reza dengan berbisik di telinga Bunga
Bunga yang masih belum kuat membuka kelopak matanya menyambut kembali dekapan Reza seraya berkata "Iya, gak apa-apa yank!"
Entah apa maksud "gak apa-apa" yang diucapkan Bunga, namun Reza menafsirkan maksud kata-kata tersebut adalah teruskan saja. Dan sebagai percobaan Reza menyentuh daerah yang dianggap sensitif. Namun saat disentuh Bunga hanya tersenyum dan tanpa menunda waktu Reza pun melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Reza yang sudah merasa lemas seketika tertidur di sisi Bunga. Dia malas untuk kembali ke sofa depan tivi karena gelap.
Keesokan paginya setelah bangun tidur mereka bergegas mandi dan mencari sarapan yang kemudian mendatangi KUA kecamatan Nagrak yang jaraknya tidak jauh dari rumah orang tuanya tersebut. Dia bertemu dengan kepala KUA dan menceritakan maksud kedatangannya, namun atas buku nikahnya dia memberikan alasan bahwa buku tersebut hilang.
Bapak kepala KUAnya menyarankan agar Bunga meminta surat kehilangan ke kantor polisi terdekat yaitu di depan jalan masuk KUA tersebut. Dan setelah diberi surat pernyataan kehilangan, Bunga kembali ke KUA tersebut dan segera dibuatkan selembar surat sebagai pengganti buku nikah. Namun karena waktu telah menunjukkan pukul 12.00 WIB, kepala KUA tersebut segera memberi tahukah mengenai operasional jam kerjanya.
"Maaf Bu Bunga, untuk sementara staff kami akan istirahat dan pelayanan kami hentikan sampai pukul 13.00. Jika ibu mau menunggu di sini silahkan, tapi jika ibu ingin mencari makan juga silahkan." Ucap kepala KUA kepada Bunga
"Saya tunggu di sini saja pak!" Jawab Bunga seraya tersenyum
"Ya sudah, kalau begitu saya tinggal istirahat Bu!!" Ucap kepala KUA yang terlihat seraya menahan lapar.
Ketika waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB, satu demi satu karyawan datang. Setiap karyawan wanita yang datang langsung menuju meja kerjanya masing-masing untuk make up terlebih dahulu. Hingga akhirnya Bunga memperoleh surat yang dibutuhkan pada pukul 13.40 WIB.
"Bu Bunga, mohon maaf telah membuat ibu menunggu lama! Ini surat pengganti buku nikah ibu, ibu bisa langsung membawa surat ini ke pengadilan agama." Ucap kepala KUA kepadanya seraya memberikan selembar surat pengganti buku nikah.
"Pengadilan agamanya di mana ya pak?" Tanya Bunga dengan serius
"Di Pelabuhan Ratu Bu!" Jawab kepala KUA dengan singkat
Bunga yang terkejut mendengar ucapan kepala KUA tersebut segera bertanya kembali untuk memastikan apakah dirinya salah dengar atau memang disana
"Pelabuhan Ratu pak??" Tanya Bunga
"Iya Bu!" Jawab kepala KUA dengan singkat.
"Jauh banget!" Ucap Bunga dalam hati.
__ADS_1
Setelah mendapat info, Bunga pun segera mohon pamit untuk melanjutkan perjalanannya ke Pelabuhan Ratu.
"Jauh banget pengadilan agamanya say!" Ucap Reza seraya melajukan kendarannya
"Iya yank, aku nyesel gak dari dulu nyurus surat cerainya." Jawab Bunga
Mendengar ucapan Bunga, Reza tidak meresponnya lebih lanjut. Dia fokus melajukan kendaraannya dengan kencang untuk mengejar waktu agar sampai tempat tujuan tidak terlambat.
Sesampainya di Pengadilan Agama, waktu di layar ponsel Reza telah menunjukkan pukul 16.05 WIB, sementara jam operasionalnya hanya sampai pukul 16.00 WIB. Namun untuk mengobati rasa keingintahuannya, Bunga mencoba masuk ke dalam gedung tersebut.
Ketika Bunga masuk, di dalam gedung Pengadilan Agama tersebut hanya ada segelintir petugas yang masih tersisa, sementara sebagian besar lainnya sudah pulang.
"Selamat sore pak! Maaf pak kalau untuk memperoleh informasi prosedur pendaftaran perceraian ke bagian apa dan jam berapa ya?" Tanya Bunga kepada salah satu petugas yang masih tersisa di gedung tersebut.
"Ibu bisa ke loket informasi jam 9.00 sampai dengan 14.00. Loketnya ada di ujung sana!" Jawab petugas tersebut seraya menunjuk posisi loketnya.
"Apa bapak bisa membantu saya menginformasikan prosedurnya?" Tanya Bunga menelisik
"Yang saya tahu hanya membawa KTP dan buku nikah, tapi selain itu ada form yang harus diisi dan form itu bisa ibu minta di loket informasi." Jawab petugas pengadilan agama tersebut.
"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu. Besok pagi saya ke sini lagi. Terima kasih informasinya ya pak!" Ucap Bunga mengakhiri percakapan
"Iya, sama-sama Bu!" Jawab petugas tersebut.
Bunga pun segera berjalan keluar gedung dan kemudian kembali ke rumah orang tuanya bersama Reza.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamii
__ADS_1