
Rico yang masih berada dalam keadaan emosi baru tersadar dirinya terluka ketika melihat darah tercecer di lantai. Dan saat itu juga dia memanggil cleaning service kost yang sedang istirahat karena sudah diluar jam kerja.
"Mas, Mas, Maasss!! Teriak Rico kepada Deni, cleaning service yang baru sehari bekerja di kost tersebut
"Tolong sini sebentar mas!!" Panggil Rico
"Iya sebentar pak!!" Jawab Deni seraya memakai sendal yang sebelumnya dia lepas
"Ada apa pak??" Tanya Deni dengan santai
"Tolong bersihin beling-belingnya dong!! Saya kena nih!!" Jawab Rico
"Iya pak!!" Jawab Deni yang segera mengambil sapu serta pengeruk sampah
Seraya menunggu Deni mengambil sapu dan membersihkan lantai, Rico berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan lukanya serta mencabut serpihan beling yang masih menancap di dekat mata kakinya.
"Seerrrrr" Rasa hangat aliran darah di kaki Rico
"Awww!!" Jerit lirih Rico akibat perih yang dirasakannya
Tidak lama Deni datang dengan membawa perlengkapan P3K yang disediakan ibu kost.
"Pak! Pak!" Panggil Deni yang belum mengenal nama Rico
"Kemana bapak itu ya?" Ucap Deni yang kemudian disusul dengan keluar kamar kembali dan menoleh kanan kiri untuk mencari keberadaan Rico
Deni yang tidak menemukan keberadaan Rico segera menyapu dan mengepel lantai yang berceceran darah. Namun saat pekerjaannya tersebut selesai, Deni berjalan menuju kamar mandi karena ingin mencuci tangannya.
"Astaghfirullah!!" Ucap Deni yang terkejut melihat kaki Rico berlumuran darah
"Pak, kenapa pak??!" Tanya Deni
Dengan tubuhnya yang kecil serta yakin tidak mampu mengangkat tubuh Rico, dengan panik Deni segera meminta bantuan kepada penghuni kamar kost lain.
"Tok! tok! tok!" Suara ketukan jari tangan ke pintu
"Permisi Bang!!" Ucap Deni
"Kenapa Mas??" Tanya penghuni kamar kost di sebelah kamar Rico.
"Itu Bang, bapak yang sebelah keluar darah. Tolong bantu bawa ke dokter Bang!!" Pinta sang cleaning service dengan gugup dan panik
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Penghuni kamar sebelah
"Kena kaca Bang!!" Jawab Deni seraya berjalan cepat menuju kamar Rico
Penghuni sebelah kamar Rico tersebut berjalan cepat pula seolah dirinya mengejar Deni.
"Ini bang!! tolong bang!!" Ucap Deni
Tanpa menunda waktu mereka berdua membawa Rico ke klinik terdekat untuk meminta pertolongan dokter menghentikan darah yang mengalir deras.
"Kenapa ini??" Tanya dokter praktek yang terkejut melihat darah terus mengalir dari kaki Rico
"Kena beling dok!!" Jawab Deni dengan celana yang terkena darah.
"Tolong bantu baringkan!!" Perintah sang dokter kepada kedua pemuda tersebut
Dengan cepat Deni dan penghuni kost tersebut mengangkat kembali tubuh Rico dan membaringkan di tempat tidur yang telah disediakan oleh klinik untuk memeriksa pasien. Sementara dokter menjahit lukanya, Deni mengurus administrasi dan penghuni kost kamar sebelah Rico menunggu di luar seraya merokok.
Setelah selesai mengurus administrasi, Deni mendatangi penghuni kost tersebut.
"Rokok Den!!" Ucap Penghuni kost menawarkan Rokok kepada Deni
"Maaf Bang, saya gak ngerokok!!" Jawab Deni
"Yang bener Den??!" Ucap penghuni kost memastikan kebenaran atas ucapan Deni
"Wah, bisa beli kost2an ntar kamu!!" Ucap penghuni sebelah seraya bercanda
"Hahahaha!!" Tawa Deni menanggapi ucapan penghuni sebelah tersebut
"Eh Den, itu kenapa sih bisa sampai kayak gitu? Tadi saya denger sih ada pecahan kaca, cuma saya pikir gelas pecah" Tanya Penghuni kost sebelah kepada Deni
"Gak tau saya Bang. Orang saya pikir juga gitu, makanya saya diemin" Jawab Deni
Belum habis sebatang rokok yang dihisap penghuni kost tersebut, dokter memanggil mereka
"Keluarga Pak Rico!!" Teriak suster dari dalam klinik
Mereka berdua tetap asyik meneruskan obrolannya dan mengabaikan suara teriakan.
"Keluarga Pak Rico!!" Teriak suster makin kencang
"Eh siapa yang dipanggil itu??" Tanya pemuda penghuni kamar sebelah
__ADS_1
"Tau!!" Jawab Deni
"Keluarga pak Rico mana ini??!!" Teriak suster makin keras seraya berjalan menuju pintu masuk klinik
"Itu orang kasian banget gak ada keluarganya!!" Ucap pemuda tersebut
"Siapa Bang??" Tanya Deni
"Itu keluarganya Pak Rico, dari tadi dipanggil-panggil gak ada yang nyautin." jawab pemuda tersebut
"Pak Rico???" Tanya Deni
"Iya" Jawab pemuda tersebut
"Pak Rico kan orang yang kita bawa Bang!!" Jawab Deni
"Eh ayo cepat kita masuk!!" Ajak pemuda tersebut kepada Deni
Setelah mereka berdua masuk kembali ke dalam klinik, dokter mempersilahkan mereka masuk ruang praktek dan menyarankan agar Rico mengurangi aktivitas berjalan.
"Pak Rico jangan banyak berjalan dulu ya!! Kalau mau berjalan dibantu pakai tongkat atau bisa juga pakai kursi roda. Ini saya resepin obatnya!! nanti ditebus diluar ya, soalnya disini stocknya sedang habis." Ucap dokter seraya memberikan selembar resep yang harus ditebus untuk mempercepat pengeringan luka.
"Baik dok, terima kasih" Jawab Deni seraya menerima selembar kertas yang berisi resep
"Kalau setelah minum obatnya dalam waktu 3 (tiga) hari tidak ada perubahan, datang lagi saja biar saya kasih surat rujukan untuk meneruskan pengobatannya ke rumah sakit." Ucap dokter
Kemudian mereka segera membawa pulang Rico dan mengantarkan hingga tempat tidurnya.
"Pak Rico, pesan dokter jangan jalan-jalan dulu pak!! Kalau mau jalan-jalan Pak Rico harus pakai tongkat." Ucap Deni kepada Rico
"Terima kasih ya, maaf malam-malam jadi ngerepotin!!" Ucap Rico
"Gak apa-apa pak, kalau nanti perlu bantuan ketuk saja kamar saya. Saya dikamar sebelah kok!" Ucap pemuda sebelah kamar Rico
Setelah menawarkan bantuan mereka segera pamitan dan meninggalkan Rico sendiri.
"Aaahh, itu orang bikin sial aja!! Baru diliat aja udah apes, gimana sampai ngobrol??!! Awas aja besok!!" Ucap Rico dengan mata sinis dan penuh dendam kepada Reza
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Bersambung ke bab selanjutnya...
Buat para pembaca yang baru saja bergabung, jangan lupa dibaca dan dilike seluruh bab tanpa ada yang dilewati ya, untuk membantu penulis menaikkan level.
__ADS_1
Terima kasih telah mampir di karya saya,
Semoga kita semua sehat dan sukses selalu**!!