
Bunga yang membuktikan ucapan Reza dengan melihatnya seketika memperlihatkan raut wajah lelah. Sementara Reza yang tidak tega dengan keletihan di raut wajah Bunga segera mengajak Bunga menghabiskan makanannya.
"Nanti abis makan aku keluar sebentar ya say! kamu tidur aja istirahat!" Ucap Reza
"Mau kemana yank??" Tanya Bunga
"Mau ketemu Ronald, mau perpanjang liburannya." Jawab Reza seraya menaikkan alisnya dengan maksud menggoda Bunga
"Gak enak yank, masa diajak terus nyuruh yang ngajak pulang duluan." Ucap Bunga
"Biarin aja say, sama Ronald mah santai aja" Jawab Reza mematahkan pemikiran Bunga
"Ya terserah deh!" Jawab Bunga yang terpaksa mengalah demi menjaga keharmonisan hubungannya dengan Reza
"Nah, gitu dong! kan buat kita juga!!" Ucap Reza seraya mencubit dagu Bunga
Setelah makan mereka selesai, Reza mengaktifkan ponselnya. Dilihatnya beberapa kali panggilan telepon dari Ronald masuk namun tidak terjawab.
"Ada apaan nih si Ronald telpon berkali- kali??" Tanya Reza dalam hati
Terdorong rasa ingin tahu yang kuat, Reza segera menghubungi Ronald
"krriinng.. kriinng.. kriinng.!!" Dering ponsel Ronald
"Eh, si bos!!" Ucap Ronald dalam hati yang kemudian dengan cepat mengangkat telepon yang berdering
"Iya bos!!" Tanya Ronald membuka percakapan
"Bos! bos! Ini Reza!" Ucap Reza yang mengingatkan Ronald agar memanggil namanya karena ada Bunga
"Eh iya Za!" Ucap Ronald memperbaiki sebutan panggilannya kepada Reza
"Nald, bisa keluar sebentar gak?? saya mau ngomong sebentar!!" Tanya Reza dengan santai
"Dag! dug! dag! dug!" Bunyi jantung Ronald yang seketika berdetak kencang hingga membuatnya mencari kursi untuk duduk
"Aduh, kelar deh nih!!" Ucap Ronald dalam hati seraya duduk pasrah
"Tuhan, apakah takdirku mati di pulau ini??" Ucap Ronald lirih dengan menekan dadanya yang mengeluarkan suara detakan.
"Nald! Nald!" Suara Reza mamanggil Ronald melalui sambungan telepon.
"Iya!" Jawab Reza lirih dengan nada sedikit mengambang
"Kenapa Nald? kok pelan banget suaranya. Kayak orang lagi sakaratul maut!!" Ucap Reza dengan gurauannya
Ronald yang masih dalam rasa takutnya berusaha membalas ucapan Reza dengan tawanya.
"Kita ketemuan dimana nih??" Tanya Reza
"Di vila saya aja gimana Za?" Jawab Ronald dengan tubuh lemasnya
"Oke, saya kesana sekarang!!" Ucap Reza yang membuat Ronald panik
Dengan pikirannya yang berkecamuk, Ronald menanti kedatangan Reza di terasnya kamarnya. Dalam kondisi lemas tersebut Ronald berusaha menutupi kondisinya dari pandangan agar tetap terlihat kuat.
"Wih, udah santai aja nih??!!" Ucap Reza yang seketika muncul mengagetkan Ronald
__ADS_1
"Ya namanya refreshing, harus santai dong!" Jawab Ronald
"Ada apa Za?" Tanya Ronald menyambung pembicaraan sebelumnya.
Reza yang terus menatap Ronald dengan pandangan tajam menerka Ronald sedang berada dalam tekanan, sementara Ronald yang merasa di tatap dengan tajam oleh Reza merasa nyawanya sudah berada di ujung tanduk.
"Kenapa Za?" Tanya Ronald
"Saya mau extend liburannya Nald!" Jawab Reza
Seketika Ronald menatap Reza dengan durasi yang sedikit lama.
"Kenapa Nald?? tenang aja saya bayar sendiri kok extend nya." Ucap Reza kepada Ronald
"Kalau kamu mau pulang gak apa-apa pulang aja, nanti saya sewa mobil sendiri" Ucap Reza melanjutkan pembicaraannya
"Terus??" Tanya Ronald
"Terus gimana maksudnya?" Tanya Reza yang sedikit bimbang dengan pertanyaan Ronald
"Eh, enggak!" Jawab Ronald
"Kok kamu tulalit sih?? kayak abis liat setan aja!!" Ucap Reza yang keanehan pada Ronald
"Liat bos marah udah lebih serem dari setan bos!!" Ucap Ronald dalam hati
"Ya sudah saya mau balik ke kamar lagi ya!!" Ucap Reza mengakhiri pembicaraan
Ronald yang seketika lega karena telah mengetahui maksud kedatangan Reza kini berusaha mencegah kepergian Reza dengan mengajaknya minum kopi bersama.
"Buru-buru banget! Ngopi dulu lah Za!!" Ucap Ronald yang perlahan mulai stabil detak jantungnya
"Wih, tenang!! ada Ronald pasti ada kopi bos!!" Jawab Ronald yang lupa memanggil Reza dengan sebutan bos.
"Bos! bos!" Ucap Reza kembali menekankan agar Ronald tidak salah ucap kembali
"Ups! maaf!! maaf!!" Ucap Ronald seraya menutup bibirnya.
Atas tawaran Ronald, Reza pun mengurungkan niatnya kembali ke kamarnya.
"Maahh! Mahhh!!" Teriak Ronald memanggil istrinya
Istri Ronald yang sedang tertidur seketika terbangun akibat mendengar suaminya memanggil dengan suara kencang.
"Iya pah!!" Sahut istri Ronald dari dalam penginapan
"Kopi 2 (dua) mah!!" Teriak Ronald memerintahkan istrinya membuatkan kopi
"Iya sebentar!!" Sahut kembali istri Ronald yang menuruti perintah suaminya.
"Kenceng banget manggilnya, udah kayak di hutan!!" Ucap Reza yang tidak suka dengan cara Ronald memperlakukan istrinya.
"Soalnya dia lagi tidur, jadi suka gak denger kalo dipanggil pelan." Ucap Ronald memberikan alasan kepada Reza
"Jangan bangunin istri lagi tidur cuma karena mau menjamu orang Nald! kasian dia lagi istirahat!!" Ucap Reza kembali menunjukkan ketidak sukaannya dengan sikap Ronald
"Iya Za!!" Jawab Ronald
"Jangan diulangi lagi kalau kamu sayang istri!!" Ucap Reza mengingatkan agar Ronald merubah sikapnya kepada istrinya.
__ADS_1
"Siapp!!" Jawab Ronald dengan nada santai karena detak jantungnya sudah kembali normal.
Istri Ronald yang sedang membuatkan kopi tidak sengaja mendengarkan percakapan Reza dengan suaminya, dia menyanjung kelembutan hati Reza dalam memperlakukan wanita.
"Lembut banget hatinya, pasti istrinya nanti akan bahagia!!" Ucap Istri Ronald dalam hati seraya mengaduk kopi dengan sendok teh.
"Bokin mana nih, kok gak diajak ke sini?" Tanya Ronald
"Lagi istirahat, cape dia!!" Ucap Reza
"Emang semalam keluar?" tanya Ronald yang berfikir mereka jalan-jalan malam
"Ya enggak lah, tidur!!" Jawab Reza
"Dari semalem belum bangun?? kuat amat tidurnya!!" Tanya Ronald seraya merokok
"Atau jangan-jangan abis di eksekusi ya??" Tanya Ronald menelisik
Mendengar pertanyaan Ronald, Reza hanya tersenyum seraya menghisap rokok dengan kuat.
"Vilanya nyaman Nald, suasananya juga bikin susah nyendaliin diri!!" Jawab Reza yang tidak tersambung dengan pertanyaan Ronald namun menggiring Ronald untuk mengetahui apa yang telah Reza dan Bunga lakukan sebagai orang dewasa.
"Gak salah dong pilihan saya??!!" Tanya Ronald seraya membanggakan dirinya.
"Iya, makanya saya mau extend." Jawab Reza
"Dulu sebelum nikah saya juga pernah beberapa kali ke vila sini." Ucap Ronald lirih
"Sama istri??" Tanya Reza
"Sama istri sekali, sama pacar 2 (dua) kali. Tapi istri dulu masih pacar." Ucap Ronald lirih hingga terdengar berbisik seraya menolehkan wajahnya ke dalam untuk memastikan istrinya tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Wiihhh..!!" Ucap Reza merespon ucapan Ronald
"Terus??" Tanya Reza kembali menelisik
"Yaah, namanya jiwa muda. Sama-sama masih muda sama-sama mencari sensasi baru." Jawab Ronald kembali lirih
"Ketagihan ke sini terus dong??!" Tanya Reza
"Ya kayak bos aja, minta extend!!" Ucap Ronald menggoda Reza
"Hahahaha, bisa aja balikinnya!!" Jawab Reza seraya tertawa
"Bawa pengaman gak bos?? saya ada tuh!!" Ucap Ronald menawarkan ****** yang dibawanya
"Ngapain kamu sama istri bawa ******??" Tanya Reza menelisik
"Istri minta ****** yang bergerigi soalnya!!" Ucap Ronald.
"Kalo mau saya ambilin nih!! di jamin bokin pasti nagih!!" Ucap Ronald
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di like setiap bab, love dan rate ya!!
Terima kasih sudah mampir, semoga pembaca sehat dan sukses selalu! Aamiin
__ADS_1