
Tiba saatnya berangkat ke kampung halamannya, Bunga yang terlihat tidak sabar menunggu kedatangan Reza di rumahnya terlihat berjalan kesana kesini dengan sesekali melirik layar ponsel untuk melihat jam. Reza yang berjanji akan datang pada jam 07.00 WIB hingga pukul 08.30 belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Kamu kemana sih yank? di chat gak di baca, di telpon juga gak diangkat. Perasaan aku jadi gak enak gini!!" Ucap Bunga dalam hati dengan raut wajah cemas
Disaat masih melangkahkan kakinya kesana kesini, Bunga melihat mobil berhenti di depan pagar rumahnya. Dia berlari keluar dengan niat untuk membukakan pintu pagarnya. Namun saat mobil tersebut masuk ke halaman rumahnya, dia terkejut karena yang keluar dari mobil tersebut ternyata David.
"Lho, Rezanya mana Vid? Bukannya dia ke rumah kamu mau ambil mobil?" Tanya Bunga dengan wajah serius
"Hah? pinjem mobil kak?" Tanya kembali dengan wajah bingung.
"Iya, katanya mobil kamu banyak. Mau dipinjem 1 (satu) buat ke sukabumi." Jawab Bunga seraya mengarahkan pandangan matanya ke wajah David namun dengan pandangan kosong
"Si bos gimana sih? Kenapa gak ada omongan ke saya ya? Saya jadi bingung mau ngomong apa kalau udah kayak gini." Ucap David dalam hati
"Saya telpon bang Reza dulu ya kak!!" Ucap David seraya mengambil ponsel yang ditaruh di saku bajunya.
Kriingg.. Kriingg.. Kriingg.. Suara dering telpon Reza.
Kriing.. kriiinng... Suara dering telpon Reza kembali
"Gak diangkat!!" Ucap David kepada Bunga memberikan info
"Iya Vid, dari tadi juga gak diangkat." Jawab Bunga.
"Apa mungkin dia kesiangan ya??" Tanya David dalam hati
"Saya ke kost bang Reza dulu ya kak, takutnya dia belum bangun." Ucap David kepada Bunga seraya mohon pamit dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
"Tunggu Vid, tunggu!! Aku ikut!!" Ucap Bunga yang mencegah langkah kaki David meninggalkannya seorang diri
"Ya udah ayo kak!" Ajak David menyetujui permintaan Bunga. Bunga yang masih berada di halaman segera bergegas mengunci pintu rumah serta pagarnya. Dia tidak ingin ada orang lain yang masuk ke dalam rumahnya lagi apalagi sampai membuat masalah di rumahnya.
"Bunga sungguh cantik!!" Ucap David dalam hati seraya menunggu Bunga di dalam mobil yang sudah dia keluarkan dari halaman rumah Bunga.
"Jadi pengin liat dia ngeDJ, pasti keren banget!" Ucapnya kembali dalam hati seraya mencuri pandang ke wajah Bunga.
"Aduh, aku kok jadi risih gini ya, kayaknya David kok ngelirik terus." Ucap Bunga dalam dengan jantung berdebar.
"Ah, mungkin cuma perasaan aku aja." Jawab Bunga dalam hati seraya mencoba menstabilkan detak jantungnya.
"Kita parkir di luar aja ya kak! Di dalam banyak motor, repot kalo motor mau keluar." Ucap David seraya melihat ke sekitar area yang akan dijadikan tempat parkirnya.
__ADS_1
Dengan segera mereka berdua turun dari mobil dan memasuki pintu gerbang kost Rico.
"Kamarnya yang sebelah mana Vid?" Tanya Bunga seraya menyapukan pandangan matanya ke seluruh kamar kost
"Yang ujung itu kak!!" Ucap David singkat
Setelah sampai di depan kamar kost Reza, David melihat sendal yang biasa digunakan Reza.
"Sendalnya ada kak!! Ucap David memberi tahu Bunga
"Iya!" Jawab Bunga singkat yang kemudian segera mengetuk pintu kamar tersebut
"Tok! Tok! Tok!" Bunyi suara ketukan pintu
"Yank! Yank!" Teriak Bunga memanggil Reza
Reza yang terbangun akibat mendengar ketukan pintu yang disertai suara Bunga seketika terkejut saat dilihatnya jam dinding yang telah menunjukkan pukul 09.30 WIB.
"Wah, ada Bunga!!" Ucap Reza yang melihat Bunga dari cela horden kamar kostnya.
"Yaaank!!" Teriak Bunga kembali
"Iya say!" Jawab Reza seraya bangkit dari tidurnya dan membukakan pintu
"Sini masuk say!!" Ajak Reza kepada Bunga yang tidak tahu kalau Bunga datang bersama David.
"Ayo masuk Vid!!" Ajak Bunga kepada David.
"Lho ada David??" Tanya Reza
"Iya, tadi David ke rumah nyari kamu yank. Terus kita ke sini bareng." Jawab Bunga
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar Reza.
"Oh iya si David ajak aja ya!" Ucap Reza memberikan masukan.
"Iya gak apa-apa yank, biar rame di jalan." Jawab Bunga menyetujui masukan Reza
Karena telah mendapat persetujuan Bunga, Reza pun mengajak David untuk ikut dalam perjalanan mereka.
"Mau ikut gak Vid?" Tanya Reza
"Kemana bos?" Tanya David singkat
__ADS_1
"Ke Sukabumi." Jawab Reza dengan singkat pula
"Gak ah bos, saya ada urusan sama calon mertua." Jawab David
Reza yang belum ada pembicaraan dengan David sebelumnya perihal peminjaman mobil seketika membicarakan.
"Vid, pinjem mobilnya bisa gak? Kamu ada mobil lain kan??" Tanya Reza dengan pandangan mata yang mengisyaratkan agar David memperbolehkan mobilnya dipinjam.
"Bisa bos, bisa kok!! Tapi nanti dropin saya dulu ya!" Jawab David dengan memberikan persyaratan.
Setelah diberi pinjaman mobil, Reza segera mandi dan bergegas pergi mengantarkan David ke rumahnya yang juga dirahasiakan dari Bunga. Sesampainya di rumah tersebut, Reza menyarankan Bunga agar tetap di dalam mobil karena Reza hanya turun sebentar untuk menyapa orang tua David.
"Vid, ini kunci garasinya. Semua STNK dan kunci ada di tempat biasa." Ucap Reza singkat yang kemudian segera meninggalkan David
Sesuai ucapannya, Reza pun kembali ke mobil dengan cepat yang kemudian menjalankan kendaraannya menuju Sukabumi.
"Sukabuminya dimana say?" Tanya Reza seraya mengoperasikan google map untuk mengetahui berapa kilometer jarak yang akan ditempuh.
"Di daerah Cibadak yank." Jawab Bunga
Karena sedang menjalankan kendaraan dalam kecepatan tinggi, Reza meminta bantuan Bunga untuk mencari lokasinya dengan menggunakan google map. Namun Bunga yang merasa masih hafal dengan jalan yang akan dilalui menolak mencarinya dengan alasan sudah di luar kepala.
Sesampainya di kampung halamannya, Bunga segera mendatangi kediaman Tante Ana. Tante Ana yang sudah lama tidak berjumpa saat itu dibuat bagaikan mimpi di siang bolong dan segera mendekap erat Bunga.
"Bunga..!! Ya Allah Bunga!! Apa kabar??!" Tanya Tante Ana. Tante Ana merupakan Ibu kandung dari Nino.
Bunga yang masih berada di dalam dekapan Tante Ana menjawab "Alhamdulillah Tante!"
"Ini siapa Bunga? Calon suami?" Tanya Tante Ana
"Insya Allah Tante, Ini namanya Reza!" Jawab Bunga menanggapi pertanyaan Tante Ana
Setelah memperkenalkan Reza, Bunga segera duduk dan menceritakan maksud kedatanganya tersebut, sungguh diluar dugaan ternyata Tante Ana mendukung niat Bunga dan akan meminta bantuan kepada suaminya yang bekerja sebagai lurah di kampung tersebut agar prosesnya dapat dipermudah.
Setelah beberapa lama berbicang, Bunga segera minta ijin pamit karena hendak meneruskan perjalanan ke rumah miliknya yang merupakan peninggalan orang tuanya yang letaknya sekitar 20 (dua puluh) menit dari kediaman Tante Ana
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya
Jangan lupa di LIKE setiap bab, LOVE dan RATE ya!!
Terima kasih sudah mampir, semoga para pembaca setia maupun yang baru bergabung sehat selalu dan sukses dunia akhirat!! Aamii
__ADS_1