Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang
Dendam Kembali


__ADS_3


Hari demi hari yang mereka lalui sebagai pengantin baru sudah pasti membuahkan kebahagiaan, Nino yang seharusnya bekerja saat itu menghabiskan jatah cutinya.


"Kamu gak kerja mas?" Tanya Nana seraya menyenderkan bahunya ke dada Nino


"Enggak sayang, aku cuti 1 (satu) minggu ini." Jawab Nino


"Yang bener mas?" Tanya Nana yang merasa senang mendengar suaminya akan selalu ada di rumah menemaninya.


"Iya, aku pengin di rumah terus sama kamu!!" Goda Nino seraya mengalungkan tangannya ke leher Nana yang kemudian mengusap perbatasan leher dan dada.


"Mas, masih pagi mas!" Ucap Nana


Tanpa menghiraukan ucapan Nana, pagi itu Nino menuntaskan keinginannya di ruang tamu rumahnya.


Sebagai pengantin baru yang menjalani aktivitas sehari-harinya dengan kegiatan ranjangnya, Nana dan Nino tak pernah bosan melakukan kegiatan tersebut. Dalam waktu 1 (satu) hari terkadang mereka dapat mengulangi kegiatannya beberapa kali, dan di tunjang dengan keadaan rumah yang sepi, mereka pun dapat melakukannya dimana saja sesuai keinginannya.


Akibat dari perlakuan Nino tersebut, kini Nana merasa menjadi istri seutuhnya. Dia berusaha setia dan menuruti pesan ibu kost untuk mengikuti seluruh perintah suami yang salah satunya agar selalu berada di rumah jika suaminya sedang mencari nafkah.


Sementara Rico yang seketika kembali ke kost dan ingin memperlihatkan mobil barunya kepada Nana dan Bunga dibuat terkejut dengan pemberitaan kepindahan Nana oleh Ibu Kost


"Mba yang jaga disini kemana Bu??" Tanya Rico seolah tidak tahu nama penjaga kost tersebut


"Sudah pindah Nak Rico." Jawab Ibu Kost


"Ah, sial!! baru mau aku pamerin mobil baru!!" Ucap Rico dalam hati


"Pindahnya kemana Bu??" Tanya Rico dengan penuh telisik


"Ibu lupa tanya Nak Rico, dia cuma bilang mau pindah ke rumah suaminya." Jawab Ibu kost dengan nada bicara yang lemah lembut

__ADS_1


"Nikah??" Ucap Nino


"Nikah sama siapa Bu??" Tanya Rico yang terlihat kurang percaya dengan pemberitaan yang disampaikan ibu kost


"Ibu gak tau Nak, ibu gak kenal." Jawab ibu kost menjelaskan kebenarannya


"Masa dia nikah bu??" Tanya kembali Rico kepada Ibu Kost


"Masa saya bohong, tanya saja sama mba yang di depan rumah. Kalau gak salah suaminya itu sodaranya dia!" Jawab ibu kost


Rico terdiam sesaat seraya memandang wajah ibu kost


"Saudaranya Bunga?? kalau saudaranya Bunga pasti aku kenal. Tapi siapa ya???" Tanya Rico dalam hati.


"Udah buru-buru jual barang, eh pas mau dipamerin orangnya udah keburu pergi!!" Ucap Rico dalam hati dengan menahan kesal


"Ya sudah Bu, kalau begitu saya pamit mau ke kamar dulu." Ucap Rico seraya membungkukan lehernya sebagai tanda hormat kepada ibu kost


"Ah, orang kampung itu lagi!! Dateng terus sih!!" Ucap Rico dengan nada kesal


"Lebih baik ku telpon Ronald untuk menyingkirkan dia!!" Tekad Rico menyingkirkan Reza


"Kriinngg.. kriinngg... kriinngg.." Dering telpon Ronald berbunyi


"Iya bos!!" Ucap Ronald membuka pembicaraan


"Target sudah ada nih bos, kapan bisa nyingkirin??" Tanya Rico


"Masalah bayaran gimana bos??" Tanya Ronald yang sudah mengetahui kondisi keuangan Rico


"Beres bos!!" Jawab Rico singkat dengan nada suara sombong

__ADS_1


"Beres gimana bos? tarifnya kan saya belum tahu." Ucap Ronald


"Ya udah kita ketemuan dulu aja kita omongin." Pinta Rico


"Kamu mau ketemuan dimana?" Tanya Rico


"Diluar aja bos!!" Jawab Ronald singkat


"Gimana kalau di kost saya? soalnya orangnya sering ada di depan tempat kost saya." Ucap Rico


"Oke bos. Nanti 1 (satu) jam lagi saya kesana. Jangan lupa kirim lokasi ya bos!!" Pinta Ronald


"Oke!" Jawab Rico singkat yang kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Kamu akan tahu siapa Rico!!" Ucap Rico lirih seraya mengepalkan tangannya


Setelah menutup sambungan telpon, Rico segera mengirimkan lokasi dirinya berada. Dan dengan segera Ronald membuka pesan yang dikirimkan Rico dan mengikuti petunjuk arah.


Sesampainya di lokasi tujuan, Rico yang telah menunggu Ronald di pintu gerbang kost segera menyambutnya dengan tawa ramah seolah mereka sahabat lama.


"Bos Ronald.. apa kabar??" Tanya Rico dengan suara kencang


"Baik bos!!" Jawa Ronald Singkat


"Ayo silahkan naik, kamar saya di atas. Anggap aja kamar sendiri." Ucap Rico kepada Ronald


"Rico ngomong sama siapa sih kenceng banget??!!" Tanya Reza dalam hati seraya memanjangkan lehernya melihat kearah luar pagar


Saat Ronald telah masuk ke dalam kamar Rico, mereka segera membicarakan tarif atas pekerjaan yang akan diberikan Rico kepada Ronald. Dan saat mereka telah menyetujui tarifnya, Rico mengajak Ronald beranjak dari tempat duduknya ke jendela.


"Itu targetnya!!" Ucap Rico seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah Reza yang sedang duduk bermesraan dengan Bunga.

__ADS_1


"Haahh!! Bos Reza??!" Mata Ronald seketika terbelalak tanpa mampu mengucapkan apapun saat mengetahui targetnya adalah bosnya sendiri.


__ADS_2