
Tak terasa sudah hampir satu minggu lamanya Isabella berada di dalam kerajaan Eternita. Selama itu juga kemampuan dalam dirinya mengalami peningkatan.
Sikap Edward yang lembut dan penuh perhatian perlahan membuat hati Isabella luluh. Dia merasa nyaman berada dekat dengan lelaki tampan itu.
Dari lelaki tampan itu juga dia mengetahui jika sekarang dirinya sekarang terdampar di dunia yang berbeda dengan dunia yang menjadi tempat tinggal dirinya sebelumnya.
Meski agak terkejut, namun Isabella juga berusaha untuk menerima kenyataan jika dirinya terlempar ke dunia asing yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Isabella yang sudah merasa nyaman perlahan mulai membuka diri dan bercerita banyak hal dengan Edward yang senantiasa dengan sabar menemani dan mendengarkan ceritanya dengan antusias.
Seperti biasanya, setelah menyelesaikan semua pekerjaan di perusahaannya yang ada didunia manusia, Edward menemani Isabella di dalam kamar.
Mereka berdua biasanya akan bercerita sebelum Isabella pergi tidur. Dan rutinitas tersebut dilakukan setiap hari membuat Isabella merasa semakin nyaman.
Jika biasanya Edwardlah yang banyak bercerita, tapi tidak dengan malam ini. Isabella lah yang kali ini banyak berbicara.
Isabella yang kehilangan ingatannya selama berada di dunia immortal ini berupaya menceritakan kisahnya tentang kehidupannya terdahulu dengan harapan Edward bisa membantunya untuk kembali kedunianya.
Edward terlihat mengangguk – anggukkan kepala mendengar semua cerita gadisnya itu. Dari Isabella, Edward mulai mengenal beberapa hal yang masih belum ada dijaman ini.
Isabella yang cerdas mampu belajar banyak hal di kerajaan Eternita. Edward yang lembut serta menghargai Isabella membuatnya merasa aman dan nyaman meski dia berada disarang pembunuh.
Selama berada di istana Eternita, Isabella bisa meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya secara otodidak dengan mengacu pada buku yang dibacanya dari perpustakaan pribadi yang dibuatkan Edward untuknya.
Edward meletakkan Isabella di suatu ruangan pribadi miliknya yang posisinya berada dibagian utara istana.
Ruang pribadi Edward tersebut tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang, termasuk Vladimir dan Salvator karena raja vampire itu melarang semua orang untuk mendekati,apalagi masuk kedalam ruangan tersebit.
Dan dia tak akan segan – segan untuk membunuh siapa saja yang berani melanggar perintahnya itu, meski itu adalah anggota keluarganya sendiri.
Ruangan pribadi itu adalah banggunan baru yang cukup luas, dimana dia memiliki halaman penuh dengan aneka macam bunga serta kolam ikan yang tepat berada ditengah – tengahnya dan ada jembatan kecil setengah lingkaran yang membentang diatasnya.
Edward memang sengaja membuatkan ruangan tersebut untuk Ratu Eternita nanti yang keberadaannya waktu itu masih belum diketahui.
__ADS_1
Hingga Edward merasakan darah Isabella waktu mengendus tentang datangnya sosok holy blood girl seperti yang ada dalam ramalan.
Takdir itulah yang membuat raja vampire itu bertemu dengan pasangan hidupnya yang ternyata masih seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun.
Melihat jika Isabella adalah gadis kecil yang aktiv dan cerdas. Selain membuatkan perpustakaan pribadi, Edward juga membuatkan sebuah laboratorium waktu mendengar cerita jika gadis kecilnya itu masih memiliki darah keturunan seorang penyihir.
Setidaknya, dalam laboratoriumnya itu Isabella bisa belajar membuat ramuan dan obat – obatan seperti yang ada dalam dunia dimana dia dibesarkan.
Tak lupa Edwrad juga membuatkan satu ruangan yang bisa dia gunakan untuk melatih dan meningkatkan kekuatan tubuhnya.
Selain memiliki ruangan pribadi yang lengkap, Isabella pun bebas kemana saja asal masih dalam ruangan tersebut selama menungu Edward pulang bekerja.
Hal itulah yang membuat Isabella tidak pernah merasa bosan meski Edward tak bisa setiap saat menemaninya.
Komunikasi yang terjalin diantara keduanya juga terbilang cukup baik dan harmonis. Jauh berbeda dengan waktu Isabella berkomunikasi dengan Scoth.
Edward jauh lebih dewasa dan bisa mengontrol emosinya. Meski dia ingin selalu bersama gadisnya, tapi begitu mengingat jika gadisnya itu masih kecil diapun tak ingin begitu saja mengekang pergerakannya dan membiarkannya tumbuh dengan normal.
Para maid yang dipekerjakan dalam ruangan yang dihuni oleh Isabella saat ini adalah manusia, jadi mereka tidak akan mungkin untuk mencelakai ratunya.
Kedelapan maid yang ditugaskan untuk membersihkan ruangan dan melayani Isabella sebelum masuk kedalam istana Eternita sudah di cuci otaknya hingga yang ada dalam alam bawah sadar mereka adalah bekerja dan melayani ratu mereka dengan sebaik – baiknya.
Tanpa ada ingatan tentang diri mereka ataupun keluarga dan masa lalu yang telah mereka lewati selama ini dalam kehidupannya.
Semua itu Edwar lakukan agar mereka lebih loyal dan tidak mendapatkan pengaruh dari pihak luar yang ingin mencelakai Isabella.
Apalagi saat ini Isabella masih menjadi manusia. Jika Edwarg tidak memiliki proteksi yang lebih, maka akan sangat berbahaya baginya tinggal dan menetap di wilayah vampire.
Meski kebanyakan dari para vampire sudah memiliki peternakan yang menghasilkan darah untuk mereka konsumsi setiap hari.
Tapi mengingat jika darah Isabella sangatlah harum dan lezat, tentunya akan banyak pihak dari klannya yang menginginkan darah tersebut.
Ditambah lagi, darah yang ada dalam tubuh Isabella memiliki kandungan yang bisa menyembuhkan penyakit.
__ADS_1
Sesuatu hal yang langkah dan tentunya akan diperebutkan siapa saja karena jika di jual maka harganya akan sangat mahal sekali.
Sementara itu dikerajaan Red Moon hari – hari buruk dan penuh ketegangan masih terus berlanjut hampir satu minggu setelah luna mereka hilang.
Sudah banyak cara dilakukan oleh Scoth dan para warriornya untuk mencari Isabella, namun hingga saat ini mereka semua masih belum bisa mendapatkan kabar apapun.
Vladimir dan Salvator yang berhasil mereka tangkap, sampai saat ini juga masih belum memberikan keterangan apapun mengenai keberadaan Isabella.
Bukannya tidak mau berbicara, hanya saja Vladimir dan Salvator memang tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, jadi mereka pun tak bisa memberikan keterangan apapun hingga setiap hari keduanya menjadi bulan – bulanan Scoth untuk melampiaskan amarahnya.
Dua makhluk abadi tersebut terus mendapatkan siksaan tanpa henti tanpa bisa mati. Mereka terpaksa minum darah tikus yang kebetulan lewat untuk menghilangkan rasa dahaga mereka.
Hampir satu minggu berjauhan dengan sang mate tanpa mendengar kabar apapun, membuat emosi Scoth semakin tidak stabil.
Jika tidak ada tetua Otsana di pack, mungkin saat ini sudah banyak warrior yang menjadi korban kemurkaannya dan mati sia – sia.
Setelah seharian berpikir cukup keras, akhirnya Scoth memutuskan untuk berangkat ke kerajaan Eternita guna memastikan apakan matenya berada disana atau tidak.
“ Sebaiknya, kamu pikirkan baik – baik dulu sebelum bertindak. Kita masih belum tahu siapa sebenarnya yang telah menculik Isabella. Jangan sampai emosimu menghancurkan klan kita….”, ucap tetua Otsana menasehati.
Scoth sangat tahu jika nasib klannya bergantung kepadanya. Tapi dia juga tak bisa duduk diam dan menunggu ada kabar mengenai Isabella.
Jika begini terus, Scoth merasa dirinya akan benar – benar menjadi gila. Ditambah lagi matenya itu bukanlah manusia biasa.
Tapi merupakan holy blood girl, dimana jika ada yang mengetahui identitas tersebut, bukan tidak mungkin matenya yang masih kecil akan dimanfaatkan pihak – pihak yang tak bertanggung jawab.
Jika saja matenya itu sudah bisa memaksimalkan dan menggunakan kekuatan hebat yang ada didalam tubuhnya, mungkin Scoth tak akan segila ini karena setidaknya Isabella bisa melindungi dirinya sendiri dari orang yang berniat jahat kepadanya.
Melihat Scot terdiam sambil mengertakkan giginya dengan keras, tetua Otsana pun mulai mendekat kearahnya sambil menepuk pundaknya pelan beberapa kali.
“ Bukankah ikatan batin diantara kalian sudah lumayan kuat, buat itu sebagai petunjuk untuk mencari matemu…”, tetua Otsana kembali bersuara untuk memberi saran.
Dia sangat berharap, dengan nasehatnya itu Scoth bisa lebih mengendalikan diri dan menghindari kerugiannya untuknya.
__ADS_1