
Malam semakin larut, lolongan serigala terdengar dimana – mana membuat langkah seekor serigala wanita semakin cepat menembus kegelapan malam.
Berada diluar pack larut malam seperti ini bukanlah pilihan yang bijak bagi seorang serigala wanita yang baru beranjak dewasa.
Jika hanya bertemu rogue mungkin Catty masih bisa menanganinya, tapi jika dia bertemu para vampire, itu yang sangat ditakutinya.
Kemampuan Catty masih belum sebanding untuk bisa menghadapi makhluk penghisap darah tersebut sendirian.
Srekkk….krakkk….
Medengar suara dibalik pepohonan membuat Catty berlari semakin kencang. Dia terus berlari menuju markas Henry tanpa sekalipun menoleh kebelakang.
Hingga bayangan pemukiman warewolf mulai terlihat didepan mata. Semua orang menyapa Catty dengan hangat begitu gadis itu melangkahkan kakinya menuju markas.
“ Wow….lihat, siapa yang datang….”, ucap Henry sambil merentangkan kedua tangannya bahagia.
Henry merasa senang waktu melihat Catty pada akhirnya mau meninggalkan Red Moon Pack dan memilih untuk bersamanya.
Setelah mengajak gadis itu makan malam, Henry pun mulai mencari tahu semua hal terbaru mengenai Red Moon Pack dari Catty.
“ Jadi, gadis itu adalah kelemahannya ya….”, ucap Henry menyeringai lebar.
“ Tapi, kamu jangan meremehkannya…”
“ Dia menjadi semakin kuat setelah mendapatkan pelatihan khusus dari tetua Otsana….”, ucap Catty menjelaskan.
“ Jika dia terlalu mudah untuk ditangani, itu menjadi tak menarik….”, ucap Henry tersenyum licik.
Selain dari Catty, Henry juga sudah mengetahui sosok Isabella yang merupakan mate dari sang adik, Scoth dari anak buahnya.
“ Lelaki tua itu selalu saja menjadi penghalang bagiku….”, ucap Henry geram waktu dia kembali mengingat tetua Otsana.
Selama ini Henry menyimpan dendam yang mendalam kepada tetua Otsana karena lelaki tua itu dianggap telah meracuni pikiran sang ayah hingga membuat dirinya terabaikan.
Bahkan sejak dari kecil, hanya Scoth yang dilatih untuk menjadi Alpha dimasa depan akibat ucapan tetua Otsana yang menyebutkan jika anak tertua Wilson tersebut selain berpenyakit juga tidak memiliki aura sebagai seorang pemimpin.
Jika mengingat kembali hal tersebut, Henry yang sekarang sudah lebih kuat bersumpah akan membuat perhitungan begitu dia bisa berhadapan dengan tetua Otsana dalam penyerangan besar yang tak lama lagi akan dia realisasikan.
Sementara itu didunia manusia, Alatariel yang sudah bisa menemukan keberadaan Athur berkat bantuan para vampire nyatanya tak mendapatkan petunjuk apapun membuatnya menjadi semakin gelisah mengingat bulan purnama kurang dua hari lagi.
“ Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya ?....”, tanya Belatrix penasaran.
Alatariel terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Belatrix. Jujur saja sekarang dirinya tak tahu harus melangkah kemana, semua jalan terlihat buntu.
__ADS_1
“ Bagaimana jika kita mengikuti ajakan rogue tempo hari yang menawari kita untuk menyerang Red Moon Pack….”
“ Itung – itung kamu bisa melatih kekuatanmu secara langsung melalui pertempuran tersebut….”
“ Siapa tahu disana kita bisa mandapatkan petunjuk….”, ucap Belatrix memberi pendapat.
“ Benar juga….”
“ Kita sama sekali belum ke tempat para warewolf berada….”
“ Siapa tahu disana ada petunjuk yang bisa aku dapatkan….”, ucap Alatariel bersemangat.
Jika Alatariel dan Belatrix terihat sangat bersemangat, namun lain halnya dengan anak buah raja Raymond.
Keduanya terasa enggan untuk bergabung bersama para warewolf yang dianggap mereka sangat menjijikan.
Siapapun juga sangat tahu jika kaum vampire dan warewolf selama ini tidak pernah bisa akur dan saling bermusuhan sepanjang waktu.
Tanpa menunggu persetujuan dari kedua anak buah raja Raymond yang mengikuti mereka, Alatariel dan Belatrix pun sudah berjalan menuju tempat dimana rogue yang pernah menawari mereka bergabung berada.
Di Red Moon Pack tiba – tiba saja hati Isabella merasa tidak tenang, seperti akan ada sesuatu yang sangat besar akan terjadi.
“ Kenapa sayang ?....”, tanya Scoth cemas.
“ Scoth….”
“ Sudah tiga hari ini kondisi aman. Kenapa sayang ?….”, jawab Scoth sambil menatap Isabella tajam.
“ Kenapa mereka yang biasanya getol menyerang tiba – tiba berhenti….”
“ Apakah mereka sedang mempersiapkan serangan yang besar ?....”, ucap Isabella curiga.
“ Maksudmu….”
“ Selama tiga hari ini mereka tidak menyerang guna menyusun kekuatan yang lebih besar ?....”, ucap Scoth sambil menatap Isabella tajam.
“ Kurasa seperti itu….”
“ Feelingku tak bagus tentang hal ini….”, ucap Isabella cemas.
Melihat jika matenya cemas, Scoth pun segera menangkup wajah munggil Isabella dengan kedua tangannya “ Tidak akan terjadi apa – apa, tenanglah….”.
“ Kuharap begitu….”, ucap Isabella sambil menelusupkan kepalanya kedada bidang Scoth, mencari posisi ternyaman.
__ADS_1
Melihat kekasihnya sudah bersiap untuk tidur, Scothpun mengusap – usap punggung Isabella dengan lembut sambil sesekali mengecup pucuk kepala Isabella hingga gadis itu terlelap
Scoth terlihat memikirkan semua kata yang Isabella ucapkan tadi. Jika benar para rogue akan melakukan serangan secara besar – besaran ke pack maka dia harus mempersiapkan diri secepatnya.
“ Iya Morgan….”, ucap Scoth melalui pikirannya.
Saat ini tiba – tiba sang beta memindlinknya untuk memberikan informasi penting kepada sanga Alpha.
“ Maaf menganggu Alpha…”
“ Seperti dugaan, Catty lah yang menjadi mata – mata para rogue….”
“ Tapi sayangnya, kami kembali kehilangan jejak dipertengahan jalan…”
“ Sepertinya ada kekuatan gelap yang membantu mereka….”, ucap Morgan melaporkan.
“ Apa kamu yakin kali ini Catty pergi dan tak kembali lagi ?...”, tanya Scoth tajam.
“ Benar Alpha…”
“ Kediamanannya telah kosong….”
“ Semua barang penting sudah dibawa pergi termasuk kristal biru pemberian tuan Wilson….”, ucap Morgan sedikit hati – hati.
Jika menyangkut kristal biru milik sang ayah, Scoth agak sedikit sensitive karena sampai sekarang dia masih belum yakin jika sang ayah memberikan kristal yang berisi kehidupan tersebut kepada Catty.
Apalagi yang bisa menggunakan kristal biru hanyalah keturunan asli Wilson sehingga hal itu tak bisa Catty gunakan selain sebagai perhiasan biasa tanpa kekuatan.
“ Baiklah….”
“ Perketat penjagaan diwilayah perbatasan…”
“ Dan untuk tembok perbatasan utara, besok pastikan sudah selesai diperbaiki….”, perintah Scoth tegas.
“ Baik Alpha….”, ucap Morgan yang langsung berlari ke perbatasan utara untuk memastikan jika besok tembok pembatas yang roboh sudah selesai diperbaiki.
Dalam diam Scoth terus kepikiran tentang satu orang yang bisa membuat Catty berpaling dari Red Moon Pack dan mengkhianatinya, yaitu kakaknya Henry.
“ Tapi….”
“ Itu tidak mungkin….”
“ Bukankah Henry sudah mati dan semua orang juga sudah melihat jasadnya….”, batin Scoth bermonolog.
__ADS_1
Dalam kebinggungan yang dia rasakan tiba – tiba dia teringat akan Tiffany. Mungkinkah tetua elf tersebut bisa membantunya.
“ Kurasa besok aku akan coba pergi ke kerajaan Epes, siapa tahu Tiffany bisa membantu….”, batin Scoth mendapatkan pencerahan atas permasalahannya.