
Alatariel terus saja menyerang musuh – musuh yang menghalangi jalannya dengan satu kali tebasan menggunakan death sword.
Pedang hitam yang memakan banyak korban terlihat bertambah kuat dan hasratnya untuk mendapatkan darah Isabella semakin besar.
“ *T*ampaknya pedang ini juga mengetahui jika gadis itu memiliki darah murni….”, batin Alatariel senang waktu pedang tersebut seakan tertarik kearah Isabella.
Seperti ada magnet kuat yang membuat pedang tersebut ingin segera menembus kulit tubuh mulus itu dan menyerap darahnya.
Isabella yang merasakan kekuatan hitam yang sangat besar dan pekat datang menghampirinya mengeluarkan smirk devilnya sambil menatap tajam Alatariel.
“ Ternyata kurcaci hitam kecil itu keturuanna Gullveig….”, guman Isabella sinis.
Melihat jika dark elf tersebut membawa death sword, Isabella pun segera mengeluarkan pedang cahaya dari kantong ajaibnya.
Kedua mata Alatariel terebelalak waktu melihat Isabella mengeluarkan pedang cahaya dan berjalan cepat kearahnya.
Sringggg….
Alatariel yang belum siap menyambut serangan Isabella terpental cukup jauh sambil memegangi kedua lengannya yang terluka para akibat goresan pedang cahaya.
“ Sial !!!....”
“ Dia menyerangkau sebelum aku siap !!!....”, guman Alatariel geram.
Isabella yang melihat jika death sword belum diaktivkan melayangkan senyum mengejek kearah Alatariel, membuat dark elf tersebut mendidih karena marah.
Diapun segera melayangkan death sword dan menyerang Isabella dengan membabi buta. Namun sayangnya, semua serangannya bisa dimentahkan dengan mudah oleh pedang cahaya.
Sringgg….
Sringgg….
Sringgg….
Bunyi pedang saling beradu terdengar cukup nyaring dan kilat cahaya beberapa kali terlihat setiap kali pedang tersebut bersentuhan.
Crashhh….
Isabella yang tiba – tiba diserang oleh Henry dan Catty dari sisi lain pada akhirnya terkena sabetan death sword dan lengannya tergores.
Cringggg….
Death sword langsung bersinar terang, meski hanya terkena setetes darah namun itu sudah cukup membuat pedang hitam tersebut aktiv.
__ADS_1
Tubuh Alatarielpun melayang di udara seiring dengan sinar death sword yang semakin terang memancar.
Tiba – tiba bentuk tubuh munggil Alatariel tumbuh menajdi besar dengan taring tajam dan kedua mata merah yang menyala terang.
Kurcaci hitam kecil tersebut sekarang sudah menjadi raksasa seperti Yety dengan bulu hitam legam dan kedua mata merah menyala membuatnya terlihat seperti monster haus darah.
Air liurnya terus menetes sambil menunjukkan gigi taring runcingya dan diapun berteriak marah langsung mengarahkan pedang hitamnya kearah Isabella.
Beberapa kali Isabella terlihat melompat cepat untuk menghindari serangan Alatariel yang sekarang sudah berubah menjadi monster raksasa.
Melvin yang melihat Henry dan Catty hendak menyerang matenya segera menerkam keduanya hingga berguling – guling ditanah.
Isabella pun segera menarik Alatariel kewilayah perbatasan barat yang sedikit jauh dari medan pertempuran agar keduanya bisa bertempur dengan maksimal tanpa ada gangguan apapun.
Boommm…
Krakkkk….
Brakkkk….
Beberapa kali serangan yang dilancarkan oleh Alatariel hanya bisa mengapai udara kosong dan pepohonan besar yang tumbuh subur diwilayah perbatasan barat tanpa sedikit pun bisa melukai Isabella.
Isabella terlihat berpikir keras untuk bisa menemukan kelamahan Alatariel agar bisa melemahkan langkahnya.
Tujuan Isabella saat ini adalah kedua mata Alatariel yang berwarna merah dan bisa mengeluarkan sinar seperti laser yang dapat menghanguskan apa saja yang bisa digapainya.
Beberapa kali pedang cahaya menusuk dan menggores sekujur tubuh Alatariel, namun hal tersebut sama sekali tak bisa menghentikan pergerakannya.
Banyaknya darah yang keluar dari tubuh Alatariel akibat sabetan pedang cahaya malah membuat monster raksasa tersebut semakin beringas dan langsung mengarahkan death sword secara membai buta.
Begitu ada peluang, Isabella segera naik keatas kepala Alatariel sambil menjambak rambutnya agar tak kehilangan keseimbangan waktu monster raksasa itu menggelengkan kepalanya dengan keras agar Isabella terjatuh.
Isabella terlihat bergelantungan diatas kepala Alatariel sambil menarik kuat – kuat rambut monster raksasa itu hingga membuatnya menjerit kesakitan.
Pada saat beberapa rambut yang dia pegang tercabut, Isabella dengan gesit langsung beralih ke bagin rambut yang lainnya dan kembali memegangnya dengan erat.
Kulit kepala Alatariel mulai berdarah dan menetes dipipi waktu beberapa kali rambutnya tercabut dengan paksa.
Bahkan Isabella juga tak segan – segan menancapkan pedang cahaya beberapa kali dikulit kepala Alatariel hingga membuatnya mengaduh kesakitan.
Begitu gelengan kepala Alatariel mulai melemah, dengan gesit Isabellapun meloncat keatas hidung monster raksasa tersebut.
Crashhhh…..
__ADS_1
Crashhhh…..
Pedang cahaya langsung menembus kedua mata Alatariel begitu kaki Isabella menyentuh ujung hidungnya.
Alatariel yang tak sempat memanahkan sinar laser dari kedua matanya pada akhirnya hanya bisa meraung kesakitan sambil memegangi kedua matanya yang sudah mengucurkan darah segar hingga detah sword terlepas dari tangannya.
Isabella yang melihat death sword terjatuh diatas tanah segera menusuk pangkal pedang yang berisi bola hitam hingga hancur berkeping – keping.
Seiring hancurnya death sword, perlahan tubuh Alatariel pun mulai mendecil dan kembali seperti semula.
Meski sudah kehilangan kedua matanya, Alatariel yang masih memiliki indera pendengaran yang tajam kembali menyerang Isabella dengan ganas.
Kuku – kuku cakarnya yang tajam mulai dia keluarkan dan diapun segera melompat menggunakan cakar tajamnya untuk menyerang Isabella.
Isabella terlihat menghindari serangan Alatariel seperti seekor kucing gila yang kehilangan kewarasannya.
Crashhhh….
Crashhhh….
Dua telingga munggil Alatariel terpotong hingga membuat dark elf tersebut berguling – guling kesakitan.
Tak ingin menyia – nyiakan waktu lagi, Isabella pun segera menancapkan pedang cahaya tepat dijantung Alatariel.
Sringgg…..
Sinar terang dari pedang cahaya terpancar hingga keatas langit sebelum pada akhirnya tubuh Alatariel menghilang tanpa bekas diudara seiring dnegan sang fajar yang mulai menunjukkan sinarnya.
Sementara itu Melvin terlihat sedikit kuwalahan untuk bisa mengalahkan Henry yang memiliki kekuatan iblis didalam tubuhnya.
Bahkan sekarang tubuh Melvin sudah penuh dengan darah hingga membuatnya kembali berubah menjadi manusia.
“ Alpha lemah sepertimu tak pantas untuk memimpin Red Moon Pack…”, ucap Henry mencemooh.
Isabella yang melihat Henry melayangkan cakar tajamnya kearah tubuh sang tunangan langsung menyerang serigala berbulu hitam tersebut tepat didadanya.
Setelah pedang cahaya dicabut, Henry memuntahkan darah segar dan segera berlari meninggalkan Red Moon Pack dengan kesakitan.
Isabella yang hendak mengejar Henry mengurungkan niatnya waktu melihat Scoth pingsan dengan luka lebar didadanya.
“Biarkan saya yang mengejarnya…”
“ Luna bawa Alpha kebarak pengobatan dulu….”, ucap Morgan dengan sikap hormat.
__ADS_1
Beta Red Moon Pack itu pun segera berganti shif dan mengejar Hendry mengandalkan ceceran darah yang ada ditanah.