HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
ISTANA DIBAWAH GURUN


__ADS_3

Begitu tenaganya sudah kembali pulih, Alatariel segera meminum ramuan peringan tubuh karena dia tidak bisa terbang atau melakukan teleportasi saat ini.


Selain meminum ramuan peringan tubuh, dia juga meminum ramuan untuk mempercepat langkah kakinya agar bisa sampai di ujung gurun sunyi sebelum efek dari ramuan yang diminumnya habis.


Pada awalnya Alatariel tak kesulitan untuk menjalankan misi tersebut hingga dia berada di tengah – tengah gurun barulah dia merasa sedikit panik.


“ Harus kemana ini ?...kenapa yang terlihat hanya lautan pasir tanpa ujung ?....”, batin Alatariel kebinggungan.


Dihadapannya hanya ada lautan pasir tanpa sedikitpun terlihat daratan seperti waktu dia masih berada diperbatasan tadi.


Ujung padang tengkorak yang tadinya masih terlihat didepan mata sekarang sudah menghilang dan digantikan oleh lautan pasir tanpa batas.


Tak ingin membuang waktu dengan percuma, Alatarielpun berusaha untuk berjalan sesuai dengan instingnya.


Namun yang dia dapat hanyalah kesia – siaan belaka. Alatariel terlihat hanya berjalan ditempat, seperti berputar – putar di tempat yang sama tanpa mengalami kemajuan sama sekali.


Hal tersebut berlalu cukup lama membuat Alatariel mulai merasa frustasi karena kemana pun dia melangkah ujung - ujungnya dia seperti kembali ketempat semula, tanpa ada kemajuan yang berarti.


Merasa jika efek ramuan peringan tubuh yang diminumnya sudah hampir habis, Alatariel pun segera mengambil ramuan yang sama untuk memperpanjang waktu yang dimiliki.


Namun hal tersebut juga tak membawa hasil yang memuaskan.Hingga ramuan peringan tubuh yang dibawahnya habis, Alatariel masih belum menemukan titik terang mau kemana dia berjalan dan terlihat masih berada ditempat yang sama.


Hingga tiba – tiba kakinya perlahan terserap pasir gurun yang menandakan jika efek ramuan peringan tubuhnya telah habis.


Alatariel yang merasa jika akan terhisap langsung mengambil ramuan insang dalam dimana dia bisa bernafas meski tidak ada oksigen di udara.


Hanya dalam hitungan detik setelah Alatariel meminum ramuan tersebut, seluruh tubuhnya terhisap masuk kedalam padang pasir tersebut.


Settttt……….


Tubuh Alatariel terus terhisap masuk kedalam dengan cepat tanpa tahu bagaimana nasib dia selanjutnya.


Saat ini dia hanya bisa berharap ada sebuah ruang rahasia dibawah gurun yang bisa membuatnya tetap hidup.


Brukkkkk….


Tiba – tiba saja tubuh Alatariel terhantam kelantai dengan kerasnya hingga dia merasa jika tulang punggungnya terasa retak.


“ Awww….”, teriak Alatariel mengaduh.


Diapun berguling kekiri sambil berusaha untuk bangun dari tempatnya terjatuh dengan susah payah.


Krekkk…..krekkkk….krekkkk…..

__ADS_1


Alatariel menggerakkan tubuhnya kekanan dan kekiri agar tulang – tulangnya kembali keposisi semula.


Dia merasa bersyukur karena harapannya untuk tidak mati terlkabulkan. Setelah membersihkan pasir yang menempel di tubuhnya, Alatariel mulai menelisik kondisi sekitarnya yang sangat luas dan meawah, seperti sebuah istana padang pasir.


“ Apa itu emas ?....”, batin Alatariel takjub.


Sebagai keturunan bagsa Dokkalfar, Alatariel juga sangat menyukai benda seperti emas dan permata.


Jadi begitu melihat jika banggunan tersebut dilapisi emas murni di sepanjang lantai dan dindingnya.


Kedua matanya pun langsung bersinar terang, jiwa serakah yang ada dalam dirinya perlahan mulai bangkit.


Tuk tuk tuk tuk…..


Alatariel terlihat berupaya untuk mencongkel lapisan emas yang menempel di dinding banggunan yang ada disekitarnya.


Namun sekeras apapun usahanya untuk mencongkel bata emas tersebut tetap saja tak membuahkan hasil.


“ Sial !!!...kenapa emas ini menempel sangat kuat sekali !!!.....”, ucap Alatariel menggerutu.


Namun Alatariel tak menyerah begitu saja. Apalagi emas yang dia dapatkan ini adalah emas murni yang tentunya memiliki harga jual yang sangat tinggi membuat semangatnya kemblai berkobar.


Tanpa Alatariel sadari tindakannya ini membangunkan seekor ular phyton emas yang sangat besar yang menjaga tempat tersebut.


Setelah membuka kedua matanya, ular phyton emas tersebut mulai bergerak dengan mengikuti aroma yang masuk kedalam indera penciuamnnya tersebut.


Dia meliuk – liukkan badannya sambil sesekali mendesis pada saat merasakan jika aroma asing tersebut semakin dekat.


Alatariel yang tak mengetahui ada bahaya mendekat kearah dirinya masih terlihat sibuk untuk mencongkel dinding emas yang ada dihadapannya itu.


“ Kurcaci serakah….nasibmu akan berakhir disini sekarang juga….”, ucap ular phyton emas tersebut mendesis.


Begitu dia menjulurkan lidahnya, Alatariel yang merasakan ada sesuatu yang bergerak  mendekat segera melompat jauh kedepan sambil memegang palu kecil dan paku yang dia gunakan untuk mencongkel dinding emas tadi.


Begitu melihat ada ular phyton emas yang sangat besar, bukanya takut kedua mata hijau Alatariel langsung bersinar cerah.


Cringgg…..cringggg….cringgg….


Yang ada dipikiran Alatariel saat ini adalah berapa banyak pundi – pundi uang yang bisa dia dapatkan jika berhasil menjual kulit emas ular phyton yang sangat besar tersebut.


Diapun segera mengeluarkan tongkat sihirnya untuk menyerang si ular phyton emas tersebut namun serangannya sama sekali tak bisa melukai ular raksasa tersebut.


Ular phyton tersebut terus mengejarnya secara membabi buta dan sama sekali tak terpengaruh oleh serangan demi serangan yang Alatariel luncurkan melalui tongkat sihirnya.

__ADS_1


“ Sial !!!...kuat sekali ular phyton itu !!!....”, batin Alatariel geram.


Alatariel yang sudah terengah – engah menghindari serangan demi serangan yang diberikan ular phyton emas raksasa tersebut berusaha untuk sembunyi dibalik pilar besar yang ada diruang bawah gurun tersebut.


Dia bersembunyi sambil berpikir cara apa yang bisa dia gunakan untuk melumpuhkan ular phyton emas raksasa tersebut.


Settttt…..


Ular phyton emas raksasa tersebut terus mendesis sambil menelisik pilar – pilar yang membentang tinggi dihadapannya.


Mencoba mencari mangsanya yang tadi sempat kabur darinya. Lidahnya yang panjang dan bercabang terus menyapu habis sisi ruangan.


Alatariel yang berusaha untuk tidak bernafas agar tidak terdeteksi bersiap – siap dengan serbuk lada ditangannya.


Begitu ular phyton emas raksasa tersebut sudah semakin dekat hingga udara yang keluar dari lubang hidungnya terasa, Alatariel segera melemparkan serbuk lada tepat di hidung sang ular hingga membuatnya kehilangan kontrol sejenak.


Kesempatan tersebut dipergunakan Alatariel dengan sebaik – baiknya. Diapun segera menancapkan tombak beracun yang ada ditangannya begitu mulut ular phyton emas raksasa tersebut terbuka lebar keatas.


Crashhhh…..


Tombak beracun tersebut menancap sempurna membuat ular phyton emas raksasa tersebut langsung mati seketika.


Grudukkkk  grudukkkkk  grudukkkk…..


iba – tiba saja banggunan yang Alatariel dalam istana gurun pasir tersebit bergetar hebat dan mulai runtuh secara berlahan.


Alatariel pun segera melompat kesana kemari untuk menghindari reruntuhan hingga dia akhirnya melihat sinar terang dari arah kejauhan.


Lepas dari ular phyton emas raksasa kali ini ada sekumpulan laba – laba raksasa berbisa menghadang langkah Alatariel untuk keluar.


“ Awww…..”, Alatariel berteriak sangat keras waktu jaring laba – laba berhasil melilit disalah satu kakinya dan membuatnya langsung menempel disarang laba – laba yang ada diatas dinding gua.


Melihat istana padang pasir yang tadi dia singgahi hancur lebur, Alatariel tidak tahu harus merasa senang atau sedih saat ini.


Karena kakinya terkena lilitan jaring laba – laba beracun dia berhasil selamat dari reruntuhan banggunan yang ada dibawahnya tersebut.


Namun sekarang tubuhnya yang sudah berada disarang laba – laba bersama mangsa lainnya membuatnya mulai berpikir bagaimana caranya dia bisa kabur setelah semua anggota tubuhnya tak bisa digerakkan.


Melihat mangsa barunya terlihat berontak, induk laba – laba tersebut langsung melilit seluruh tubuh Alatariel hingga menyerupai kepompong sekarang.


“ Sial !!!....”, batin Alatariel geram.


Alatariel merasa jika tubuhnya semakin lama semakin terasa lemas. Tampaknya jaring yang membungkus tubuhnya tersebut beracun hingga membuat tubuhnya melemah dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2