
Kemunculan bunga Gloxinia dikerajaan Epes mampu menarik perhatian sekelompok penyihir hitam yang kebetulan sedang mengadakan pertemuan tahunan.
Bunga ghoib yang bisa mematahkan semua kutukan dan serangan yang diberikan oleh sihir hitam tersebut sudah lama punah seribu tahun yang lalu oleh Gullveig, penyihir hitam terkuat dijaman itu.
Dan kemunculannya kali ini tentu saja membuat heboh hutan kegelapan, tempat tinggal para penyihir hitam dan iblis.
“ Apa yang harus kita lakukan sekarang ?....”, ucap salah satu penyihir hitam dari klan morotus cemas.
Kasak - kusuk mulai terdengar mewarnai pertemuan hari ini. Semua orang terlihat sangat cemas karena selain bisa mematahkan kutukan dan sihir hitam, bunga tersebut juga bisa membuat para penyihir hitam menjadi lemah bahkan kehilangan kekuatannya.
Hal yang cukup menakutkan bagi seorang penyihir hitam yang tak memiliki kekuatan maka dia akan dianggap sampah dan dikeluarkan dari klan.
“ Selidiki keberadaannya dan musnahkan !!!....”, ucap Ratu Evonora tegas.
Semua orang setuju dengan perintah yang dikeluarkan oleh Ratu penyihir hitam tersebut. Masing – masing klan segera memerintahkan dua orang anggotanya untuk menyelidiki kebenaran akan hal itu.
Enam orang penyihir hitam mulai terbang menuju dimana kerajaan Epes berada. Tiffani, tetua Elf yang merasakan ada kekuatan gelap yang cukup besar berlahan menuju ke kerajaan segera mengingatkan sang Raja akan bahaya tersebut.
Tetua Otsana dan Scoth terlihat terdiam mendengar kabar jika sekelompok kecil penyihir hitam sedang terbang menuju kerajaan Epes.
“ Apa mungkin mereka datang untuk mencari keberadaan Isabella ?....”, tanya Scoth cemas.
“ Kurasa sangat mustahil mereka bisa mengendus keberadaan Isabella saat ini, mengingat anak buah Lucifer saja tidak bisa merasakannya….”, tetua Otsana berusaha untuk menenangkan sang Alpha.
Keduanya terus berbicara melalui telepati agar tidak diketahui oleh orang lain.
Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk memberitahukan kepada Isabella tentang kemungkinan terburuk yang akan mereka hadapi.
Isabella yang baru saja keluar dari dimensi ruang miliknya tersenyum puas waktu melihat hasil ramuan yang ada ditangannya.
Ramuan untuk menghilangkan aroma tubuhnya agar tak ada yang bisa mengetahui identitas aslinya yang berhasil diraciknya menggunakan kelopak bunga Gloxinia.
“ Aku tak tahu jika bunga Gloxinia bisa memiliki manfaat sebanyak ini….”, guman Isabella puas.
Diapun segera meminum ramuan tersebut untuk membuktikan khasiatnya.
Wajah Scoth langsung menegang dan kepanikan melanda hatinya saat tiba – tiba aroma matenya menghilang.
Diapun segera berlari dan membuka pintu kamar kekasihnya dengan kasar. Kedua mata Isabella langsung melotot begitu Scoth memeluknya dengan wajah panik.
“ Syukurlah kamu tak apa – apa ?....”, ucap Scoth lega.
Dia segera menghirup aroma tubuh Isabella sebanyak – banyak agar otot – otot tubuhnya kembali rileks.
Begitu tenang, Scoth segera melepaskan pelukannya dan menatap intens kekasihnya itu, mengamati apa ada hal ganjil disana.
Isabella yang ditatap seperti itu hanya bisa menampilkan wajah binggung dengan keanehan sikap Scoth saat ini.
“ Kenapa aroma tubuhmu bisa menghilang ?....”, tanya Scoth penasaran.
“ Oh…itu…”, Isabella akhirnya mengerti kenapa kekasihnya tersebut sangat panik hingga membuat pintu kamarnya rusak.
“ Aku baru saja mencoba ramuan baruku. Apakah kamu benar – benar tak bisa mencium aroma tubuhku ?....”, tanya Isabella antusias.
__ADS_1
“ Jika aku berkonsentrasi, aroma tersebut masih ada meski samar….”, ucap Scoth sambil memiringkan kepalanya.
“ Coba kamu keluar, sejauh mana aromaku masih bisa kamu cium….”, ucap Isabella sambil mendorong kekasihnya tersebut keluar dari dalam kamar.
Scoth terus saja berteriak untuk sesuai instruksi yang diberikan oleh Isabella kepadanya. Dia baru benar – benar tidak bisa lagi mencium aroma matenya itu dari jarak lima ratus kilometer dari kamar kekasihnya.
Isabella terlihat sangat bahagia waktu mengetahui jika hasil percobaannya berhasil.
Selanjutnya, dia akan mengobservasi waktu agar bisa melihat berapa lama ramuan tersebut mampu membuat aroma tubuhnya menghilang.
Sementara itu, kelompok penyihir hitam yang sudah berada diatas kerajaan Epes mulai memejamkan kedua mata mereka untuk memastikan jejak bunga Gloxinia disana.
Mata semua penyihir terbuka dengan lebar waktu merasakan keberadaan bunga ghoib tersebut meski samar.
Namun, tak mudah bagi para penyihir hitam untuk bisa masuk menembus pertahanan yang dibuat oleh bangsa Elf disana.
Meski bangsa Elf merupakan makhluk immortal terlemah, tapi kerajaan Epes adalah yang terkuat diantara seluruh ras Elf yang ada di dunia.
Para penjaga terlihat cemas waktu sekelompok penyihir hitam berusaha keras untuk menerobos masuk kedalam wilayah mereka.
“ Sial !!!...pertahanan mereka terlalu kuat. Bagaimana sekarang ?....”, tanya salah satu penyihir hitam dengan wajah serius.
“ Sebaiknya sekarang kita segera kembali untuk melaporkan hasil penemuan kita….”, ucap salah satu penyihir memberi saran.
Setelah beberapa kali kembali mencoba namun tak bisa menembus pelindung yang ada, akhirnya kelompok kecil penyihir tersebut mulai memutar sapu terbangnya dan langsung meninggalkan kerajaan Epes dan melaporkan penemuan mereka kepada sang Ratu.
“ Bagaimana kondisinya ?....”, tanya Atares dengan wajah datar.
“ Lapor Raja…mereka sudah pergi setelah tak berhasil menembus pertahanan kita….”, ucap salah satu penjaga pintu gerbang kerajaan.
Atares pun segera mengumpulkan pasukannya untuk mengantisipasi terjadinya serangan dari para penyihir gelap.
Tetua Otsana yang sedari tadi terdiam akhirnya bersuara untuk memastikan suatu hal kepada Tiffany.
“ Apa yang membuat penyihir hitam datang ke kerajaan Epes ?....”, tanya tetua Otsana penuh selidik.
“ Semua ini tentang bunga Gloxinia yang berhasil Isabella petik. Kita juga tak meminta bunga tersebut tumbuh di kerajaan Epes. Ini sudah menjadi suratan takdir yang harus rakyat Epes terima….”, ucap Tiffany sambil menghela nafas panjang.
Tetua Otsana merasa lega sekaligus cemas mendengar semua ucapan Tiffani. Lega karena kedatangan penyihir hitam ke kerajaan Epes bukan karena Isabella.
Cemas karena secara kekuatan bangsa Elf masih berada dibawah penyihir hitam. Jika mereka menyerang secara besar – besaran, kemungkinan kerajaan Epes akan kalah sangatlah tinggi.
Isabella yang mendengar jika akan ada serangan dari para penyihir hitam dari mulut Carmin segera mengerahkan tenaga untuk mempertebal pelindung yang ada.
Merasa jika pelindung yang dibuatnya masih bisa ditembus, Isabella yang tak mau mengambil resiko segera terbang keatas langit untuk melapisi pelindung dengan cairan dari bunga Gloxinia yang berhasil disulingnya.
Dengan kekuatan miliknya, cairan bunga Gloxinia sudah membentuk lapisan tipis dipermukaan lapisan pelindung yang dibuat untuk kerajaan Epes.
Mengingat jika bunga tersebut bisa menangkal berbagai macam sihir hitam, Isabella sangat berharap cairan tersebut bisa meredam serangan dari para penyihir hitam.
Ratu Evanora segera berdiri tegak dan memerintahkan semuanya untuk menyerang kerajaan Epes begitu mendengar laporan yang dibawah oleh keenam penyihir yang datang ke kerajaan Epes.
Dia segerah menyerukan perintah untuk memusnahkan bunga Gloxinia yang tumbuh disana sebelum bunga tersebut dipergunakan untuk melemahkan kekuatan mereka.
__ADS_1
Semua klan penyihir hitam segera berkumpul bersama anggotanya masing – masing dan bersiap menuju kerajaan Epes.
Begitu Tiffani merasa ada kekuatan hitam yang sangat besar menuju kerajaan Epes, semua Elfpun segera berdiri diposisi mereka masing – masing sambil membawa segala macam peralatan perang yang mereka miliki.
Isabella, Scoth dan tetua Otsana berbaur dengan para prajurit. Agar posisi mereka tidak terlalu mencolok ketiganya berpakaian seperti warga Epes.
“ Berani sekali mereka menantang kita !!!!...”, ucap Ratu Evanora berang.
Ratu Evanora langsung memerintahkan semua orang untuk menyerang waktu melihat jika pasukan kerajaan Epes berdiri menghadang kedatangan mereka dengan persenjataan lengkap.
Ctarrr…plashhh…..
Serangan yang diberikan oleh para penyihir hitam langsung mental begitu mengenai pelindung yang terpasang menyelimuti kerajaan Epes.
“ Apa ini ?....”, Ratu Evanora membulatkan kedua matanya tak percaya melihat serangan demi serangan yang diluncurkan kandas begitu saja tanpa bisa menembus pelindung yang ada.
Namun, dia terus memerintahkan pasukannya untuk tak berhenti menyerang waktu mencium aroma bunga Gloxinia yang begitu kuat dikerajaan Epes.
“ Bagaimana ini Ratu, semua serangan yang kita lakukan kembali terpental dan tak berhasil merobek pelindung yang ada….”, ucap salah satu pasukan dengan wajah menunduk takut.
Merasa dipermainkan, Ratu Evanorapun segera memerintahkan agar para ketua klan untuk maju menyerang menggunakan kekuatan hebat mereka.
Kali ini serangan bukan hanya terpental tapi langsung berbalik arah menyerang mereka. Hal tersebut tentu saja membuat pasukan penyihir hitam kocar – kacir.
Dengan penuh amarah Ratu Evanora pun segera maju dan mengangkat tongkat hitam dengan hiasan batu berlian hitam dengan tenaga yang sangat kuat didalamnya.
Isabella yang merasakan hal buruk jika sampai Ratu Evanora mengarahkan kekuatannya, diam – diam mulai berjalan menjauh dari kelompok pasukan kerajaan Epes.
Setelah mendapatkan posisi yang pas, Isabella pun fokus kearah Ratu Evanora dan langsung melancarkan serangan dari arah samping sebelum seluruh kekuatan dari tongkat tersebut terkumpul dan diarahkan ke kerajaan Epes.
Trashhhh……
Tongkat Ratu Evanora langsung terpental jatuh begitu Isabella memberikan serangan. Melihat tongkatnya jatuh, Ratu Evanora segera mengambilnya sebelum menyentuh tanah.
Setelah berhasil membawa kembali tongkat miliknya, diapun kembali lagi keatas sambil mengamati siapa orang yang telah lancang menghentikannya.
Sebelum musuh tersadar, Isabellapun segera memberikan serangan secara membabi buta hingga membuat para pasukan milik Ratu Evanora satu persatu mulai berjatuhan.
Melihat serangan mendadak yang tak terlihat dan pasukan miliknya mulai banyak yang tumbang tanpa dia berhasil menembus pelindung kerajaan Epes membuat Ratu Evanorapun dengan terpaksa menarik mundur pasukannya.
Sebelum pergi, dia sempat melihat Tiffani tersenyum lebar melihat kekalahan Ratu Evanora saat ini.
“ Ternyata, ini ulah si tua Bangka itu !!!...aku kembali dan membuat perhitungan denagnnya !!!....”, ucap Ratu Evanora penuh amarah.
Rakyat Epes bersuka cita melihat kelompok penyihir hitam lari terbirit – birit meninggalkan kerajaan Epes.
Mereka tidak menyangka jika kerajaan Epes akan menuai kemenangan sebelum bertarung.
Semua orang segera memberikan penghormatan kepada tetua Tiffani karena menganggap tetua Elf tersebutlah yang menyelamatkan kerajaan mereka.
“ Terimakasih….”, ucap Tiffany tulus.
Isabella hanya mengangguk dan langsung pergi tanpa sepatah katapun. Atares yang melihat semuanya akhirnya menyadari kenapa Scoth menyembunyikan Isabella disini.
__ADS_1
Selain agar bisa melatih kekuatan yang ada dalam tubuhnya yang masih belum sepenuhnya keluar.
Isabella juga digariskan oleh takdir untuk melindungi bangsa Elf dari orang jahat, seperti yang terjadi hari ini.