
Setelah berbincang dengan Elena dan Scoth, kini giliran tetua Otsana yang berbicara dengan hadis kecil tersebut.
Disini, tetua Otsana mulai menjelaskan semua hal yang dia lihat dari ramalan dan tentang identitas special yang dimiliki oleh Isabella.
Karena sudah banyak peristiwa dan fakta yang mengejutkan setelah dirinya datang kedunia asing yang semula hanya dia anggap sebagai dongeng.
Maka Isabella hanya bersikap biasa saja waktu tetua Otsana menyebutkan jika dirinya adalah gadis berdarah murni yang telah ditakdirkan.
Isabella terlihat mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir lelaki tua yang ada dihadapannya itu dengan seksama dan cermat.
Berusaha untuk menggaris bawahi setiap hal yang dia rasa penting dan menyimpannya dalam memori yang ada di kepalanya.
Meski masih kecil, tapi Isabella sudah bisa memahami semua ucapan tetua Otsana kepadanya, meskipun ada beberapa istilah yang aneh dan belum pernah dia dengar sebelumnya.
Tapi untuk keseluruhan penjelasan yang diberikan oleh tetua Otsana dia bisa memahami dan mencernanya dengan cepat.
Setelah mendengar semua penjelasan tetua Otsana, Isabellapun mulai menyadari kenapa sejak kekuatan aneh dalam tubuhnya muncul, nenek Vely berupaya untuk membimbingnya secara diam - diam.
“ Jadi ini alasan kenapa nenek Vely menyuruhku untuk merahasiakan tentang kemampuan yang kumiliki dari semua orang…”, batin Isabella mulai mengerti.
Meski kekuatan yang dimilikinya belum bisa dia pergunakan secara maksimal karena minimnya latihan yang dilakukannya.
Tapi setelah berdiam diri di kerajaan Eternita selama beberapa waktu, kekuatan yang dimilikinya mengalami peningkatan meski belum terlalu signifikan.
Bukan hanya bisa melatih kekuatannya secara otodidak, di dalam kerajaan Eternita Isabella yang selama ini selalu penasaran tentang berbagai macam hal akhirnya mendapatkan fakta unik.
Melalui hasil penelitian yang dilakukan dilaboratorium pribadi yang dibangun untuknya, Isabella dapat mengetahui jika bukan hanya darahnya yang special, tapi hampir seluruh bagian tubuhnya.
Seperti rambut, keringat, kulit dan yang lainnya juga memiliki khasiat. Dimana hal tersebut sudah pernah dia buktikan secara ilmiah.
Apa yang ada dalam tubuhnya, selain bisa menambah energy mahkluk hidup juga bisa menjadi obat penyembuh dari berbagai macam penyakit.
Dalam penelitian tersebut, Isabella juga mendapatkan hasil jika dari seluruh bagian tubuhnya, darahnya lah yang paling special.
Selain bisa membangkitkan hewan dan tumbuhan yang sudah mati, darahnya juga bisa membuat tumbuhan memiliki umur yang lebih panjang dari usia tumbuhan yang sebenarnya.
“ Apa karena hal ini, ketika Edward meminum darahku wajahnya terlihat lebih bersinar dari biasanya….”, batin Isabella dengan bola mata memandang keatas.
Dia berusaha untuk mengingat kembali semua peristiwa yang pernah terjadi selama dirinya berada dikerajaan Eternita.
__ADS_1
“ Apa Edward juga mengetahui rahasiaku ini ?....”, tanya Isabella dengan wajah penasaran.
“ Saya rasa tidak. Jika dia mengatakan anda adalah pasangannya, maka kemungkinan besar aroma darah anda lah yang membuatnya tertarik dan membuat candu. Sama seperti warewolf yang bisa mencium aroma seseorang yang menjadi matenya karena mereka memiliki aroma yang khas. Dan hanya pasangan mereka saja lah yang bisa merasakan dan mencium aroma tersebut. vampir dan bangsa immortal lainnya juga pasti memiliki sesuatu yang khusus untuk bisa mendeteksi siapa pasangan sejati mereka….”, tetua Otsana pun kembali memberikan penjelasan panjang lebar kepada Isabella.
Tapi, penjelasan panjang yang diutarakan oleh tetua Otsana tersebut masih belum bisa membuat Isabella puas.
“ Jadi, apakah wajar jika aku memiliki dua pasangan sekaligus ?....”, Isabella kembali bertanya, mengeluarkan apa yang masih menganjal dalam hatinya.
“ Itu bisa saja terjadi mengingat anda adalah gadis berdarah suci, seseorang yang dipilih langsung oleh dewa untuk bisa menjaga kestabilan dunia immortal ini…”, ucap tetua Otsana sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.
Mendengar jawaban Otsana, Isabella hanya bisa terdiam dan mulai memikirkan semuanya kembali dengan cermat.
Saat ini dia masih kecil dan ketika dia beranjak dewasa baru dia akan membuat keputusan mengenai siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya.
“ Kurasa, masalah itu bisa aku tunda dulu. Sekarang, aku harus fokus untuk bisa meningkatkan kekuatanku secara maksimal….”, Isabella pun sudah membuat keputusan yang akan diambil dalam hatinya.
Sementara itu, di kerajaan Eternita suasanya saat ini terlihat lebih dingin dan mencekam daripada biasanya.
Edward yang baru saja kembali setelah menyelesaikan permasalahan bangsanya di dunia manusia langsung murka begitu mengetahui jika Isabella sudah tak ada lagi di dalam kerajaan Eternita.
Semua pelayan berusaha untuk mencari gadis kecil tersebut disemua tempat yang ada dalam ruangan pribadi raja vamoir tersebut.
“ Dasar tidak berguna !!!....”, maki Edward nyalang.
Edward segera membanting apa saja benda yang bisa diraihnya dalam ruangan tersebut.
Hingga semua barang yang ada didalam ruang pribadinya tersebut hancur berantakan tak berbentuk akibat kemarahannya.
Dengan sorot mata membunuh Edward menghabisi seluruh pelayan manusia yang ditugaskan untuk melayani Isabella diruang pribadi miliknya dengan brutal dan membuangnya begitu saja dilantai.
Ruangan yang semula berwarna putih bersih tersebut sekarang sudah menjadi merah akibat percikan darah ditembok dan lantainya.
Aroma darah segar mengundang beberapa orang vampire yang bekerja di kediamannya berjalan mendekat kearah ruangan tersebut.
Edward membiarkan para pekerja dirumahnya tersebut untuk meminum darah segar yang masih keluar dari tubuh para pelayan yang baru saja dia bantai habis dan memerintahkan untuk membersihkan ruangan setelah mereka selesai makan.
Tentu saja hal tersebut disambut dengan gembira oleh para pekerja yang bisa makan langsung dari sumbernya.
Meski banyak orang dalam istana bertanya - tanya dalam hatinya dan tak mengetahui alasan jelas kenapa raja vampire tersebut begitu murka.
__ADS_1
Tapi mereka juga tak ada yang berani untuk bersuara karena tak ingin menjadi sasaran kemarahan sang raja.
Semua orang langsung menunduk begitu raja vampire tersebut lewat dihadapan mereka. Edward terlihat sedang mencari keberadaan Salvator dan Vladimir yang beberapa waktu ini tidak pernah muncul lagi dihadapannya.
Hampir seluruh bagia istana dia kelilingi, tapi adik dan sepupunya itu tak juga dia lihat batang hidungnya membuat amarah dalam hatinya kembali mendidih.
“ Kemana mereka, kenapa mereka selalu tidak ada saat dibutuhkan seperti ini !!!....”, guman Edward geram.
Dia sama sekali tak mengetahui jika adik dan sepupunya tersebut masih berada didalam penjara bawah tanah Red Moon Pack.
Sambil mengeram marah, Edward pun kembali berjalan menuju kedalam ruang pribadinya.Di atas kursi kebesarannya, dia mulai berpikir bagaimana caranya agar gadisnya itu bisa kembali ke sisinya.
Waktu memikirkan jika gadisnya bersama dengan Scoth, amarah dalam diri Edward kembali berkobar.
" Ada apa lagi ?.....kenapa mereka terus saja membuat masalah ?....", guman Edward penuh amarah waktu mendapatkan kabar jika terjadi masalah lagi dunia manusia akibat ulah bangsanya.
Edward pun segera pergi kediunia manusia untuk menyelesaikan semuanya. Tampaknya, vampir yang kali ini membuat ulah di sana tak akan memiliki nasib yang baik.
Mengingat jika raja vampir tersebut saat ini dalam suasana hati yang tidak baik.
Kondisi dipenjara bawah tanah Red Moon Pack beberapa hari terakhir ini terlihat snagat tenang dan damai.
Alpha Scoth yang sudah menemukan luna nya terlihat lebih tenang dan tak lagi mengunjungi penjara bawah tanah seperti biasanya.
Tampaknya sang Alpha sudah melupakan keberadaan Salvator dan Vladimir yang masih setia mendiami penjara bawah tanah miliknya.
Hal tersebut tentunya membawa keuntungan tersendiri karena Scoth tidak lagi menyiksa mereka maka perlahan luka dan kekuatan yang ada ditubuh mereka mulai pulih kembali.
Meski enggan, tapi hanya darah tikuslah yang bisa menyuplay asupan energy untuk tubuh mereka saat ini agar kekuatan yang ada dalam diri keduanya cepat pulih.
“ Bagaimana tubuhmu ?...apa sudah pulih benar ?...”, tanya Vladimir penasaran.
“ Coba ada darah manusia disini…bisa dipastikan jika kekuatan dan luka ditubuh ini akan cepat pulih…”, ucap Salvator menggerutu.
Ya...adik Edward tersebut sudah sangat bosan setiap hari hanya mengkonsumsi darah tikus yang rasanya sangat hambar tersebut.
Tapi, untuk dapat bertahan di dalam penjara ini maka tak ada pilihan lain selain harus mengkonsumsinya, meski dia tak menyukainya.
Vladimir hanya bisa menatap sepupunya itu dengan wajah datar. Diapun kembali mencari tikus yang akan dia jadikan korban selanjutnya.
__ADS_1
Untung saja tikus ditempat tersebut tak pernah habis meski sudah banyak yang telah mereka bunuh untuk diambil darahnya hingga kering.