HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
PEPERANGAN PART 1


__ADS_3

Hawa dingin terasa menusuk tulang berbarengan dengan kabut tebal yang mulai turun menyelimuti hutan.


Untung saja kaum immortal memiliki penglihatan yang tajam sehingga kabut tebal yang turun sama sekali tak mempengaruhi pandangan mereka.


Akibat ramuan yang diberikan oleh Isabella, para warrior sama sekali tak terpengaruh dengan udara dingin yang seakan menusuk hingga ketulang.


Hanya warga yang bersembunyi dibawah tanah yang meringkuk kedinginan. Untungnya  Isabella sudah membuat penghangat ruangan hingga mereka tak membeku pagi ini.


Meski begitu, untuk beberapa anak kecil terlihat bergelung dengan selimut tebal dalam dekapan ibundanya karena pertahanan tubuh mereka tak sebaik orang dewasa yang sudah bisa berganti shif dengan wolfnya sehingga tubuh mereka lebih panas daripada manusia normal.


Para warrior yang berjaga segera memberikan isyarat tak memakai minlink agar pergerakan mereka tak terlacak.


Satu persatu warrior Red Moon Pack mulai menempati posisi mereka masing – masing dengan persenjataan lengkap ditangan.


Dari balik kabut tebal terlihat segerombolan makhluk immortal mulai menampakkan diri menatap tajam kedepan siap untuk mencabuik - cabik  mangsanya.


Dan dibarisan depan ada seorang kurcari kecil dengan kulit tubuh hitam kelam berusaha untuk menembus pelindung sihir yang ada.


Namun, Isabella juga sudah mengantisipasinya waktu tetua Otsana mengabarkan jika kemungkinan keturunan Gullveig akan turun dalam pertempuran dini hari ini.


“ Ternyata benar ucapan tetua Otsana….”


“ Dark elf ini cukup hebat….”, ucap Isabella menyeringai tajam.


Meski para pasukan Henry masih belum bisa menembus masuk kedalam pelindung sihir pertahanan Red Moon Pack, namun anak panah dan bola api yang mereka gunakan sudah mengandung sihir yang kuat sehingga bisa menembus lapisan pelindung.


Terjadilah hujan panah dan api diudara sebelum pada akhirnya pelindung yang dibuat oleh Isabella mengalami keretakan dibeberapa sisi.


Hal tersebut tentu saja dipergunakan dengan sangat baik oleh pasukan Henry untuk masuk dan menembus benteng pertahanan Red Moon Pack.


Ahhh…..


Kriekkk….

__ADS_1


Terdengar suara teriakan dan darah segar segera tersembur kesegala arah, lalu terlihat seekor serigala dengan gigi taring tajam dan kedua mata merah menyala berlari keluar dan langsung menyerang siapa saja yang ada dihadapannya dengan ganas.


Gigi mereka yang runcing langsung menancap dan merobek serigala lainnya tanpa ampun dan gerakan mereka yang cepat seperti kilat sangat ganas dan kejam.


Dalam sekejap, sudah banyak serigala yang mati. Bahkan kaum vampire yang bersama mereka pun tubuhnya sudah tercabik – cabik tak beraturan dan tergeletak begitu saja diatas tanah.


Beberapa detik kemudian, suara  patahan tulang dan auman kesakitan yang menyayat hati kembali terdengar.


Melvin yang sudah mengambil alih tubuh Scoth segera mencabik – cabik musuhnya tanpa henti sementara Isabella terlihat mulai menyerang beberapa penyihir hitam yang terlihat mengincar para warrior dengan membabi buta.


Untung saja ramuan sihir Isabella bekerja dengan baik. Luka – luka ditubuh para warrior dapat sembuh dengan sangat cepat bahkan kekuatan yang mereka miliki juga meningkat menjadi lima kali lebih kuat dari biasanya.


Hal tersebut tentu saja membuat para musuh mulai dibuat kocar – kacir tak tentu arah. Alatariel terus menghabisi lawan yang menghalangi jalannya.


Saat ini tujuannya adalah seorang gadis yang terkepung ditengah – tengah para penyihir kegelapan yang mengurungnya.


Ctass….


Ctasss….


Isabella mengeluarkan sihirnya dan memukul para musuhnya mundur hingga dia bisa lepas dari kepungan penyihir kegelapan.


Morgan yang melihat jika ada dark elf yang mengincar Luna nya segera menghadang. Dia tak akan membiarkan kurcaci kecil hitam itu untuk mendekat dan menyakiti Isabella.


Alatariel sedikit kesulitan menghadapi Morgan yang telah memiliki kekuatan lima kali lipat daripada biasanya.


Beberapa kali serigala tersebut terpental jatuh ketanah akibat serangan Alatariel, tapi tak lama kemudian diapun segera bangkit dan berusaha mencabik – cabik tubuh kurcaci kecil hitam yang ada dihadapannya.


Sethhhh….


Sethhhh…


Crashhhhh….

__ADS_1


Alatariel yang sedikit lengah waktu sudah hampir mendekati Isabella kembali terpental jauh dengan lengan mengeluarkan darah hitam yang pekat akibat gigitan taring tajam Max, wolfnya Morgan.


Max segera membuang pakaian dan sebagian lengan Alatariel yang berhasil dia koyak. Sebelum kurcaci hitam tersebut kembali bangkit, Max kembali menyerangnya dengan brutal.


Crashhhh….


Bruaakkkk…..


Tubuh Max terpental dan menabrak pohon dengan kencang hingga roboh waktu Belatrix mengarahkan tongkat sihirnya untuk menyingkirkan serigala yang hendak menyerang Alatariel dengan ganas.


Isabella mengarahkan kedua tangannya keatas dan tak lama kemudian terlihat ada bola sinar besar berada diantara kedua tangannya.


Diapun segera melemparkan bola cahaya tersebut sehingga menyebabkan sekelompok besar rogue yang hendak menyerang jatuh tersungkur ketanah.


Kesempatan tersebut langsung dipergunakan oleh para wariior untuk meremukkan tulang – tulang mereka hingga suara kesakitan mengema dimana – mana dan darah segar kembali membanjiri pertempuran dini hari ini.


“ Obati lukamu dulu…..”


“ Aku akan membereskan serigala berbulu coklat itu….”, ucap Belatrix yang langsung bangkit untuk menyerang Max.


Pertempuran sengit terus berlangsung hingga langit mulai gelap. Dan selama itu pula Alatariel masih belum bisa sedikitpun untuk bisa mendekati gadis yang dia yakini sebagai holy blood girl.


Sinar terang bulan perlahan mulai menerangi pertempuran yang ada. Cahaya bulan purnama tentu saja menambah kekuatan para kaum warewolf.


Mereka melolong tajam menyambut energy besar yang perlahan mulai memasuki tubuh mereka seiring sinar purnama yang semakin terang.


Bukan hanya kaum warewolf saja yang memiliki kekuatan tambahan tapi juga Alatariel yang tiba – tiba saja kedua mata merahnya menyala terang.


Gigi taringnya yang tajam terlihat sangat mengerikan waktu dark elf tersebut menyeringai sambil menatap Isabella penuh minat.


Death sword terlihat bersninar sejenak sebelum pada akhirnya redup kembali menandakan jika pengaktivannya memerlukan kesempurnaan.


“ Bagaimanapun caranya, aku harus membuat Death Sword mendapatkan darah gadis itu….”, guman Alatariel sambil mendesis penuh nafsu.

__ADS_1


Setiap darah lawan yang berhasil mengenai Death Sword seakan dia serap membuat pedang hitam tersebut semakin kuat dan liar dalam genggaman Alatariel.


__ADS_2